Minggu, 14 Juli 2024

Warga Diimbau Tidak Beri Sumbangan ke Gepeng

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masih maraknya keberadaan pengemis dan gelandangan (gepeng) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Untuk meminimalisasinya, warga Kota Bertuah diminta tidak memberikan sumbangan kepada para gepeng.

”Dengan tidak memberi uang kepada gepeng dapat membantu pemerintah mengurangi aktivitas pengemis. Apabila terus menerima uang dari masyarakat tentu jumlahnya bertambah. Kami menyarankan agar menyalurkan sumbangan melalui lembaga resmi yang menghimpun donasi dari masyarakat,” ujar Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Ahad (28/4).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, jika masih ada masyarakat yang memberikan uang kepada para gepeng, hal tersebut akan semakin memarakkan keberadaan gepeng.

Ia mengungkapkan, keberadaan gepeng sangat dikeluhkan warga yang merasa terganggu dan juga dapat membahayakan pengguna jalan. Sebab para pengemis biasa beroperasi di perempatan jalan atau di persimpangan lampu merah.

Baca Juga:  178 Titik Jalan Rusak Ditambal Sulam PUPR Pekanbaru

”Satpol PP Kota Pekanbaru sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap gepeng bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru,” katanya.

- Advertisement -

Mereka menyasar sejumlah titik yang ramai gepeng. Seperti Simpang Tobek Godang dan Simpang Pasar Pagi Arengka. Dalam melakukan penertiban terdapat gepeng, petugas gabungan juga mendapati sejumlah anak punk.

”Kami tidak bawa ke kantor. Kami hanya beri imbauan dan peringatan, agar jangan menimbulkan keresahan,” katanya.

Ia pastikan, Satpol-PP tidak akan segan mengamankan anak punk atau para gepeng bila masih berada di lokasi tersebut.

”Penertiban akan rutin digelar,” janjinya.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masih maraknya keberadaan pengemis dan gelandangan (gepeng) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Untuk meminimalisasinya, warga Kota Bertuah diminta tidak memberikan sumbangan kepada para gepeng.

”Dengan tidak memberi uang kepada gepeng dapat membantu pemerintah mengurangi aktivitas pengemis. Apabila terus menerima uang dari masyarakat tentu jumlahnya bertambah. Kami menyarankan agar menyalurkan sumbangan melalui lembaga resmi yang menghimpun donasi dari masyarakat,” ujar Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Ahad (28/4).

Ia menjelaskan, jika masih ada masyarakat yang memberikan uang kepada para gepeng, hal tersebut akan semakin memarakkan keberadaan gepeng.

Ia mengungkapkan, keberadaan gepeng sangat dikeluhkan warga yang merasa terganggu dan juga dapat membahayakan pengguna jalan. Sebab para pengemis biasa beroperasi di perempatan jalan atau di persimpangan lampu merah.

Baca Juga:  HET Elpiji 3 Kg Masih Rp18 Ribu

”Satpol PP Kota Pekanbaru sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap gepeng bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru,” katanya.

Mereka menyasar sejumlah titik yang ramai gepeng. Seperti Simpang Tobek Godang dan Simpang Pasar Pagi Arengka. Dalam melakukan penertiban terdapat gepeng, petugas gabungan juga mendapati sejumlah anak punk.

”Kami tidak bawa ke kantor. Kami hanya beri imbauan dan peringatan, agar jangan menimbulkan keresahan,” katanya.

Ia pastikan, Satpol-PP tidak akan segan mengamankan anak punk atau para gepeng bila masih berada di lokasi tersebut.

”Penertiban akan rutin digelar,” janjinya.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari