Sabtu, 6 Juni 2026
- Advertisement -

Diduga Danai Pembelian Senjata Teroris KKB, Ketua DPRD Tolikara Diperiksa

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) – Polda Papua telah memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo, dalam perkara dugaan pendanaan jual beli senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Sudah hadir [dalam pemeriksaan] tanggal 21 [Juli], hari Rabu minggu lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua, Kombes Faisal Ramdhani, Kamis (29/7/2021) lalu.

Namun demikian, Faisal belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan atau bahan-bahan penyidikan yang didalami oleh kepolisian terhadap Sonny Wanimbo dalam perkara tersebut.

Dia hanya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan ataupun penetapan tersangka yang dilakukan oleh kepolisian terkait dengan perkara pendanaan KKB itu.

"Kami masih kembangkan untuk penyidikannya," jelas dia.

Baca Juga:  Nabrak Oplet, Dua Penjambret Diamuk 

Sonny Wanimbo sebelumnya terseret dari hasil pemeriksaan kepolisian terhadap pemasok senjata KKB bernama Neson Murib yang ditangkap Juni lalu. Dia disebut sebagai penyandang dana untuk pembelian senjata KKB.

Dalam hal ini, Neson diduga menerima uang Rp370 juta dari Sonny pada pertengahan April lalu di sebuah hotel di Jayapura.

Saat menangkap Neson, polisi turut mengamankan sebuah barang bukti berupa buku catatan yang berisi tulisan mengenai bantuan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak, Papua sebesar Rp600 juta kepada pimpinan KKB, Lekagak Telenggen.

Namun, Sonny membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku tak mengenal tersangka Neson Murib. Dia mengatakan, bahwa dirinya berasal dari Tolikara, sementara Neson dari Puncak Jaya.

Baca Juga:  Lakukan Pungli, 14 Orang Diamankan Polres Rohil 

"Kamu klarifikasi berita kemarin bahwa saya terlibat dalam mendanai KKB untuk jual beli senjata," kata kader Partai Nasdem tersebut dalam konferensi pers di Jayapura, Papua.

Sumber: Cepos/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) – Polda Papua telah memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo, dalam perkara dugaan pendanaan jual beli senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Sudah hadir [dalam pemeriksaan] tanggal 21 [Juli], hari Rabu minggu lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua, Kombes Faisal Ramdhani, Kamis (29/7/2021) lalu.

Namun demikian, Faisal belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan atau bahan-bahan penyidikan yang didalami oleh kepolisian terhadap Sonny Wanimbo dalam perkara tersebut.

Dia hanya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan ataupun penetapan tersangka yang dilakukan oleh kepolisian terkait dengan perkara pendanaan KKB itu.

"Kami masih kembangkan untuk penyidikannya," jelas dia.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak

Sonny Wanimbo sebelumnya terseret dari hasil pemeriksaan kepolisian terhadap pemasok senjata KKB bernama Neson Murib yang ditangkap Juni lalu. Dia disebut sebagai penyandang dana untuk pembelian senjata KKB.

Dalam hal ini, Neson diduga menerima uang Rp370 juta dari Sonny pada pertengahan April lalu di sebuah hotel di Jayapura.

- Advertisement -

Saat menangkap Neson, polisi turut mengamankan sebuah barang bukti berupa buku catatan yang berisi tulisan mengenai bantuan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak, Papua sebesar Rp600 juta kepada pimpinan KKB, Lekagak Telenggen.

Namun, Sonny membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku tak mengenal tersangka Neson Murib. Dia mengatakan, bahwa dirinya berasal dari Tolikara, sementara Neson dari Puncak Jaya.

Baca Juga:  Kejam, Bunuh Dua Anak Tiri hanya Tak Terima Dibilang Pelit

"Kamu klarifikasi berita kemarin bahwa saya terlibat dalam mendanai KKB untuk jual beli senjata," kata kader Partai Nasdem tersebut dalam konferensi pers di Jayapura, Papua.

Sumber: Cepos/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) – Polda Papua telah memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo, dalam perkara dugaan pendanaan jual beli senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Sudah hadir [dalam pemeriksaan] tanggal 21 [Juli], hari Rabu minggu lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua, Kombes Faisal Ramdhani, Kamis (29/7/2021) lalu.

Namun demikian, Faisal belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan atau bahan-bahan penyidikan yang didalami oleh kepolisian terhadap Sonny Wanimbo dalam perkara tersebut.

Dia hanya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan ataupun penetapan tersangka yang dilakukan oleh kepolisian terkait dengan perkara pendanaan KKB itu.

"Kami masih kembangkan untuk penyidikannya," jelas dia.

Baca Juga:  Nabrak Oplet, Dua Penjambret Diamuk 

Sonny Wanimbo sebelumnya terseret dari hasil pemeriksaan kepolisian terhadap pemasok senjata KKB bernama Neson Murib yang ditangkap Juni lalu. Dia disebut sebagai penyandang dana untuk pembelian senjata KKB.

Dalam hal ini, Neson diduga menerima uang Rp370 juta dari Sonny pada pertengahan April lalu di sebuah hotel di Jayapura.

Saat menangkap Neson, polisi turut mengamankan sebuah barang bukti berupa buku catatan yang berisi tulisan mengenai bantuan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak, Papua sebesar Rp600 juta kepada pimpinan KKB, Lekagak Telenggen.

Namun, Sonny membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku tak mengenal tersangka Neson Murib. Dia mengatakan, bahwa dirinya berasal dari Tolikara, sementara Neson dari Puncak Jaya.

Baca Juga:  Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak

"Kamu klarifikasi berita kemarin bahwa saya terlibat dalam mendanai KKB untuk jual beli senjata," kata kader Partai Nasdem tersebut dalam konferensi pers di Jayapura, Papua.

Sumber: Cepos/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari