Jumat, 29 Agustus 2025
spot_img

8 Tahun Menghilang, Terpidana Korupsi Kuansing Diringkus Kejati Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah delapan tahun bersembunyi, terpidana kasus korupsi pembangunan jembatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Edi Setiawan, akhirnya berhasil ditangkap tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (28/8). Usai diamankan, ia langsung digiring ke Lapas Kelas II A Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

Edi Setiawan yang menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, sempat divonis in absentia oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru karena tidak pernah hadir selama proses persidangan. Sesuai putusan nomor 35/Pidsus/TPK/2017/PN.Pbr, ia dijatuhi hukuman 3 tahun 8 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp154,59 juta atau subsider 1 tahun penjara jika tidak mampu melunasi.

Baca Juga:  Adil Segera Masukkan Memori Banding

Plt Kajati Riau, Dedie Tri Haryadi, mengatakan sidang tanpa kehadiran terdakwa terpaksa dilakukan karena Edi selalu mangkir.
“Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga vonis dijatuhkan, terpidana tidak pernah hadir. Karena itu majelis hakim memutus perkara ini secara in absentia,” jelasnya.

Kasus korupsi ini bermula dari proyek pembangunan jembatan penghubung Dusun IV dan Dusun V di Desa Beringin Jaya pada 2015 dengan nilai Rp285,95 juta dari APBN dan APBDes. Namun, proyek tersebut diselewengkan sehingga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp621 juta.

Berdasarkan audit, kerugian itu berasal dari berbagai penyimpangan, mulai dari kerugian pajak Rp10,9 juta, aset desa yang digadaikan Rp443 juta, selisih perhitungan RAB Rp23,6 juta, bantuan serta pinjaman Rp100 juta, barang/jasa yang belum dibayar Rp43,7 juta, hingga kerugian langsung dalam pembangunan jembatan Rp167,4 juta.

Baca Juga:  Polres Serahkan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2017, Edi memilih kabur. Ia berpindah-pindah dari Kuansing ke Pekanbaru, kemudian Kampar, hingga akhirnya bersembunyi di Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Kamis pagi, pelariannya berakhir setelah tim intelijen Kejati Riau berhasil menangkapnya di rumahnya. Tak lama kemudian, ia langsung dieksekusi ke Lapas Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah delapan tahun bersembunyi, terpidana kasus korupsi pembangunan jembatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Edi Setiawan, akhirnya berhasil ditangkap tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (28/8). Usai diamankan, ia langsung digiring ke Lapas Kelas II A Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

Edi Setiawan yang menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, sempat divonis in absentia oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru karena tidak pernah hadir selama proses persidangan. Sesuai putusan nomor 35/Pidsus/TPK/2017/PN.Pbr, ia dijatuhi hukuman 3 tahun 8 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp154,59 juta atau subsider 1 tahun penjara jika tidak mampu melunasi.

Baca Juga:  Soal Penyidikan Kasus Bahar Smith, Begini Kata Mabes Polri

Plt Kajati Riau, Dedie Tri Haryadi, mengatakan sidang tanpa kehadiran terdakwa terpaksa dilakukan karena Edi selalu mangkir.
“Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga vonis dijatuhkan, terpidana tidak pernah hadir. Karena itu majelis hakim memutus perkara ini secara in absentia,” jelasnya.

Kasus korupsi ini bermula dari proyek pembangunan jembatan penghubung Dusun IV dan Dusun V di Desa Beringin Jaya pada 2015 dengan nilai Rp285,95 juta dari APBN dan APBDes. Namun, proyek tersebut diselewengkan sehingga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp621 juta.

Berdasarkan audit, kerugian itu berasal dari berbagai penyimpangan, mulai dari kerugian pajak Rp10,9 juta, aset desa yang digadaikan Rp443 juta, selisih perhitungan RAB Rp23,6 juta, bantuan serta pinjaman Rp100 juta, barang/jasa yang belum dibayar Rp43,7 juta, hingga kerugian langsung dalam pembangunan jembatan Rp167,4 juta.

- Advertisement -
Baca Juga:  Tahanan Kejari Indragiri Hulu Melarikan Diri

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2017, Edi memilih kabur. Ia berpindah-pindah dari Kuansing ke Pekanbaru, kemudian Kampar, hingga akhirnya bersembunyi di Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Kamis pagi, pelariannya berakhir setelah tim intelijen Kejati Riau berhasil menangkapnya di rumahnya. Tak lama kemudian, ia langsung dieksekusi ke Lapas Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah delapan tahun bersembunyi, terpidana kasus korupsi pembangunan jembatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Edi Setiawan, akhirnya berhasil ditangkap tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (28/8). Usai diamankan, ia langsung digiring ke Lapas Kelas II A Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

Edi Setiawan yang menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, sempat divonis in absentia oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru karena tidak pernah hadir selama proses persidangan. Sesuai putusan nomor 35/Pidsus/TPK/2017/PN.Pbr, ia dijatuhi hukuman 3 tahun 8 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp154,59 juta atau subsider 1 tahun penjara jika tidak mampu melunasi.

Baca Juga:  Kejati Teliti Berkas Dugaan Korupsi Hibah PMI Riau

Plt Kajati Riau, Dedie Tri Haryadi, mengatakan sidang tanpa kehadiran terdakwa terpaksa dilakukan karena Edi selalu mangkir.
“Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga vonis dijatuhkan, terpidana tidak pernah hadir. Karena itu majelis hakim memutus perkara ini secara in absentia,” jelasnya.

Kasus korupsi ini bermula dari proyek pembangunan jembatan penghubung Dusun IV dan Dusun V di Desa Beringin Jaya pada 2015 dengan nilai Rp285,95 juta dari APBN dan APBDes. Namun, proyek tersebut diselewengkan sehingga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp621 juta.

Berdasarkan audit, kerugian itu berasal dari berbagai penyimpangan, mulai dari kerugian pajak Rp10,9 juta, aset desa yang digadaikan Rp443 juta, selisih perhitungan RAB Rp23,6 juta, bantuan serta pinjaman Rp100 juta, barang/jasa yang belum dibayar Rp43,7 juta, hingga kerugian langsung dalam pembangunan jembatan Rp167,4 juta.

Baca Juga:  Aksi Gerakan Pemuda Tangkap Koruptor Desak Kejati Riau Usut Tuntas Kasus Korupsi Setdakab Kuansing

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2017, Edi memilih kabur. Ia berpindah-pindah dari Kuansing ke Pekanbaru, kemudian Kampar, hingga akhirnya bersembunyi di Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Kamis pagi, pelariannya berakhir setelah tim intelijen Kejati Riau berhasil menangkapnya di rumahnya. Tak lama kemudian, ia langsung dieksekusi ke Lapas Pekanbaru untuk menjalani hukuman.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari