Selasa, 3 Maret 2026
- Advertisement -

Enam Terduga Teroris di Makassar Ditangkap Densus 88 

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali menangkap enam terduga teroris anggota kelompok Villa Mutiara yang terlibat aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar akhir Maret lalu.

"Densus 88 Anti Teror mengamankan lagi 6 terduga teroris ini merupakan kelompok Villa Mutiara Makassar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Selasa (13/4/2021).

Rusdi mengatakan enam terduga teroris itu ditangkap pada Selasa pagi. Keenamnya berinisial J, D, MS, S alias AL, W, dan S.

"Mereka  adalah kelompok Villa Mutiara. Mereka punya grup WhatsApp dengan nama Batalyon Iman," kata Rusdi

Rusdi mengatakan grup WhatsApp tersebut digunakan oleh anggota kelomopok Villa Mutiara untuk berkomunikasi dan mempraktikkan cara-cara melakukan teror.

Baca Juga:  Begal Beraksi di Siak, Dua Pengendara Motor Ditebas, Satu Tewas

"Komunikasi dalam grup WhatsApp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana amaliyah selanjutnya, dan juga WhatsApp grup itu membicarakan, bagaimana membuat atau merakit bahan peledak," ungkap Rusdi.

Rusdi menyebutkan, semua terduga teroris ditangkap di sekitar Makassar, kecuali terduga teroris berisial D yang diamankan di Kabupaten Goa.

Dari para terduga teroris yang diamankan, Tim Densus juga mengamankan barang bukti berupa satu senapan angin, 7 buah telepon genggam (ponsel) dan satu sepeda motor.

"Senapan angin yang diamankan digunakan oleh mereka untuk latihan  bagaimana menggunakan senjata, kemudian juga 7 buah ponsel, kemudian satu kendaraan roda dua," kata Rusdi.

Rusdi menyebutkan setelah kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Tim Densus 88 Anti Teror Polri terus melakukan kegiatan dan tindakan kepolisian dalam rangka mencegah aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Baca Juga:  Terjerat Rayuan Dunia Maya, Korban Diperas hingga Rp12 Juta

Sebelum bom bunuh diri terjadi, Tim Desus 88 Anti Teror Polri telah menangkap 20 orang terduga teroris dalam operasi pencegahan dan penindakan terorisme pada Januari 2021.

Setelah kejadian bom bunuh diri, Tim Densus 88 Anti Teror melakukan sejumlah penangkapan 8 terduga teroris di Makassar, tiga di antara wanita yang menjadi motivator pelaku terorisme L dan YSF alias S.

Sumber: Fajar/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali menangkap enam terduga teroris anggota kelompok Villa Mutiara yang terlibat aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar akhir Maret lalu.

"Densus 88 Anti Teror mengamankan lagi 6 terduga teroris ini merupakan kelompok Villa Mutiara Makassar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Selasa (13/4/2021).

Rusdi mengatakan enam terduga teroris itu ditangkap pada Selasa pagi. Keenamnya berinisial J, D, MS, S alias AL, W, dan S.

"Mereka  adalah kelompok Villa Mutiara. Mereka punya grup WhatsApp dengan nama Batalyon Iman," kata Rusdi

Rusdi mengatakan grup WhatsApp tersebut digunakan oleh anggota kelomopok Villa Mutiara untuk berkomunikasi dan mempraktikkan cara-cara melakukan teror.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sidang Korupsi Pemko Pekanbaru: Pejabat Akui Beri Uang untuk “Loyalitas”, Hakim Heran

"Komunikasi dalam grup WhatsApp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana amaliyah selanjutnya, dan juga WhatsApp grup itu membicarakan, bagaimana membuat atau merakit bahan peledak," ungkap Rusdi.

Rusdi menyebutkan, semua terduga teroris ditangkap di sekitar Makassar, kecuali terduga teroris berisial D yang diamankan di Kabupaten Goa.

- Advertisement -

Dari para terduga teroris yang diamankan, Tim Densus juga mengamankan barang bukti berupa satu senapan angin, 7 buah telepon genggam (ponsel) dan satu sepeda motor.

"Senapan angin yang diamankan digunakan oleh mereka untuk latihan  bagaimana menggunakan senjata, kemudian juga 7 buah ponsel, kemudian satu kendaraan roda dua," kata Rusdi.

Rusdi menyebutkan setelah kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Tim Densus 88 Anti Teror Polri terus melakukan kegiatan dan tindakan kepolisian dalam rangka mencegah aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Baca Juga:  Terjerat Rayuan Dunia Maya, Korban Diperas hingga Rp12 Juta

Sebelum bom bunuh diri terjadi, Tim Desus 88 Anti Teror Polri telah menangkap 20 orang terduga teroris dalam operasi pencegahan dan penindakan terorisme pada Januari 2021.

Setelah kejadian bom bunuh diri, Tim Densus 88 Anti Teror melakukan sejumlah penangkapan 8 terduga teroris di Makassar, tiga di antara wanita yang menjadi motivator pelaku terorisme L dan YSF alias S.

Sumber: Fajar/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali menangkap enam terduga teroris anggota kelompok Villa Mutiara yang terlibat aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar akhir Maret lalu.

"Densus 88 Anti Teror mengamankan lagi 6 terduga teroris ini merupakan kelompok Villa Mutiara Makassar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Selasa (13/4/2021).

Rusdi mengatakan enam terduga teroris itu ditangkap pada Selasa pagi. Keenamnya berinisial J, D, MS, S alias AL, W, dan S.

"Mereka  adalah kelompok Villa Mutiara. Mereka punya grup WhatsApp dengan nama Batalyon Iman," kata Rusdi

Rusdi mengatakan grup WhatsApp tersebut digunakan oleh anggota kelomopok Villa Mutiara untuk berkomunikasi dan mempraktikkan cara-cara melakukan teror.

Baca Juga:  Minta Antar Pulang, Motor Teman Dilarikan

"Komunikasi dalam grup WhatsApp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana amaliyah selanjutnya, dan juga WhatsApp grup itu membicarakan, bagaimana membuat atau merakit bahan peledak," ungkap Rusdi.

Rusdi menyebutkan, semua terduga teroris ditangkap di sekitar Makassar, kecuali terduga teroris berisial D yang diamankan di Kabupaten Goa.

Dari para terduga teroris yang diamankan, Tim Densus juga mengamankan barang bukti berupa satu senapan angin, 7 buah telepon genggam (ponsel) dan satu sepeda motor.

"Senapan angin yang diamankan digunakan oleh mereka untuk latihan  bagaimana menggunakan senjata, kemudian juga 7 buah ponsel, kemudian satu kendaraan roda dua," kata Rusdi.

Rusdi menyebutkan setelah kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Tim Densus 88 Anti Teror Polri terus melakukan kegiatan dan tindakan kepolisian dalam rangka mencegah aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Baca Juga:  Begal Beraksi di Siak, Dua Pengendara Motor Ditebas, Satu Tewas

Sebelum bom bunuh diri terjadi, Tim Desus 88 Anti Teror Polri telah menangkap 20 orang terduga teroris dalam operasi pencegahan dan penindakan terorisme pada Januari 2021.

Setelah kejadian bom bunuh diri, Tim Densus 88 Anti Teror melakukan sejumlah penangkapan 8 terduga teroris di Makassar, tiga di antara wanita yang menjadi motivator pelaku terorisme L dan YSF alias S.

Sumber: Fajar/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari