Minggu, 23 Juni 2024

Tren Kurma Olahan untuk Berbuka Puasa

RIAUPOS,CO – Banyak kalangan yang bilang, tidak lengkap berbuka puasa jika tidak makan atau mengkomsumsi buah kurma. Bagi yang tahu khasiatnya untuk kesehatan, kurma ini menjadi menu utama saat berbuka puasa.

Tidak ada yang menyangkal bah­wa kurma ini ada banyak khasiat. Kurma banyak dicari saat bulan Ramadan. Mengkonsumsi kurma saat berbuka dan sahur juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

- Advertisement -

Ada banyak macam jenis kurma yang saat ini masuk Indonesia, termasuk juga Kota Pekanbaru yang dapat dibeli di pusat-pusat perbelanjaan, juga bisa didapat secara online.

Di antara buah kurma itu, ada golden palm tunisia, date crown khalas, berari bam, medjool palestine king dates, lumico medjool alquds classic, castle farms sukkari, kurma madu Namibia, black diamond kurma anggur, kurma golden curah, ajwa, dan kurma tangkai palm fruit Tunisia, serta banyak lagi. Harga jualnya pun bervariasi.

Saat ini, banyak chef atau juru masak di tempat-tempat yang menyediakan makanan berbuka puasa mengeksplor kurma menjadi lebih menarik dan kekinian, serta dapat menggugah selera.

- Advertisement -

Misalnya, Chef Grand Central Hotel Pekanbaru, Jalil Irfan. Kepada Riau Pos, dia menyampaikan, saat ini lagi digemari waktu berbuka puasa di Grand Central itu minuman yang berbahan dasar olahan kurma yaitu susu kurma.

‘’Ini kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Rasanya gurih, creamy, dan manis membuat minuman ini digemari saat berbuka puasa,’’ kata Chef Jalil, Sabtu (30/3).

Bahan dasar kurma ternyata juga bisa diolah menjadi makanan yang siap dihidangkan untuk berbuka puasa. Sebut saja namanya cookies kurma nestum. Disebutkannya, ini adalah hidangan berbuka puasa yang sederhana berbahan dasar kurma dicampur susu dan nestum dengan cita rasa yang gurih dan manis. Cocok disantap sebagai hidangan pembuka.

Selain itu, ada juga hidangan pembuka berbahan dasar olahan kurma yaitu puding roti kurma sebagai hidangan penutup di bulan suci Ramadan.

Menurut Chef Jalil, buah kurma adalah salah satu makanan yang paling dicari di bulan Ramadan. Beragam manfaat kurma bagi kesehatan menjadikan kurma populer untuk dimakan secara langsung atau di campur dalam berbagai olahan kreasi resep.

Dia juga menyebutkan, untuk jenis kurma yang menjadi bahan kreasinya ada berbagai jenis kurma, dan kurma itu berasal dari Arab Saudi. Bisa dikreasikan sebagai resep makanan dan minuman. Yaitu, kurma ajwa, kurma safawi , kurma sukkari, kurma khajor, dan kurma khalas.

‘’Nah, kami di Grand Central Hotel Pekanbaru sendiri mengkreasikan olahan kurma jenis khalas, yaitu merupakan jenis kurma paling terkenal di dunia. Kurma ini memiliki warna coklat keemasan, rasa manis yang kuat, dan tekstur yang lembut,’’ beber chef Jalil.

Berdasarkan pengalamannya juga, supaya masyarakat tidak tertipu dan merugi, chef juga memberikan tips memilih kurma yang baik dan benar. Pertama pilih kurma yang warnanya merata dan tidak memiliki bagian-bagian rusak pada permukaan kulit.

Kurma yang baik umumnya berukuran 7,1 gram atau setengah ibu jari orang dewasa. Lalu pastikan memilih kurma dalam kemasan yang baik dan dalam masa kedaluwarsa yang jauh (labling expired date).

Sumber Utama Karbohidrat

Dokter Gizi Klinik RS Awal Bros, dr Eka Maya Sari MGizi SpGK, menegaskan, bahwa, kurma sangat baik untuk berbuka puasa, karena saat berbuka sebaiknya konsumsi makanan yang mudah dicerna sehingga dapat segera mengembalikan energi setelah 13-14 jam berpuasa.

Baca Juga:  Mading SDN 93 Pekanbaru Bertema Ramadan

Harus diingat, bahwa saluran cerna sudah menurun fungsinya karena sudah tidak mengonsumsi makanan selama lebih kurang 13 sampai 14 jam, sehingga saat mulai mengonsumsi makanan, kembali pilih makanan yang lembut, berair banyak dan tidak merangsang seperti buah-buahan, termasuk kurma.

Dia juga menegaskan, kurma merupakan sumber utama karbohidrat yang 80 persen berada dalam bentuk karbohidrat sederhana yaitu sukrosa, maltosa, glukosa dan fruktosa.

‘’Komposisi masing-masing bentuk karbohidrat tersebut akan berbeda tergantung jenisnya,’’ tegasnya.

Disebutkannya juga, ada beragam jenis kurma berdasarkan asal dan varietasnya. Di antaranya, asal Moroko, yakni medjool, khalt, jihel, bousekri, boufeggouss dan bhoustammi. Dari Tunisia, ada kurma kenta smiti, bekrari, mermella, garn ghzal, nefzaoui, baht, korkobbi, bouhattam, rotbi, deglet noor, kentichi dan allig. Dari Saudi Arabia, ada kurma ajwa, reziz, khudari. Dari Mesir ada zaghlool. Dari Uni Emirat Arab, ada buchibal, naghal, khunaizy, khulas, gush rabei, hilali ahmr, barhi, lulu, fard, naghal hilali. oman, fardl, khalas, khasab, mabseeli, um-sellah dan shaha. Nigeria, ada red soft type tempo 2 dan tempo 3 (zabia).

Selain sumber karbohidrat, kurma juga mengandung beberapa jenis asam amino seperti histidine dan arginin yang berperan penting dalam fungsi organ tubuh.

Dipaparkan dr Eka, beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa kurma mengandung asam amino nonproteinogenik yang berkaitan dengan antibody limfosit T dan membantu proses eliminasi racun dari hati. Mineral seperti magnesium, zinc dan besi juga ditemukan di dalam kurma.

‘’Seperti layaknya buah-buahan, kurma juga mengandung vitamin seperti vitamin B1, asam folat, vitamin C, vitamin B2 dan retinol (vitamin A),’’ tuturnya.

Karena kandungan nutrisi kurma sangat baik, tentu saja secara klaim kesehatan, kurma mempunyai efek antimikroba, anti-inflamasi, antitumor, hepato protektif, dan antioksidan.

‘’Tetapi perlu diingat bahwa kandungan karbohidrat sederhana dalam kurma yang cukup tinggi yaitu sekitar 80 persen maka konsumsinya pada pasien-pasien dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes melitus harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Untuk itu, dr Eko merekomendasikan asupan kurma saat berbuka puasa harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan kondisi klinisnya.

Seperti, kandungan kalori kurma per 100 gramnya (lebih kurang 13 butir untuk kurma ukuran sedang) adalah sekitar 300-333 kkal, 75 gram karbohidrat, 63 gram gula, 8 gram serat dan 2,45 gram protein. Karena kandungan kurma sebagian besarnya adalah karbohidrat sederhana, konsumsi kurma sebaiknya dibatasi sebanyak 50-60 gram (maksimal 5-7 butir kurma ukuran sedang) sesuai dengan batasan asupan gula tambahan dari Kementerian Kesehatan yaitu sebesar 50 gram gula atau 4 sendok makan pada individu sehat.

Sementara itu, untuk anak-anak usia 2-18 tahun, konsumsi kurma dibatasi sebanyak 30 gram (3 butir kurma ukuran sedang) sesuai dengan batasan asupan gula harian adalah sebesar 25 gram (2 sendok makan). ‘’Pada individu-individu yang dalam program penurunan berat badan sebaiknya konsumsi kurma dibatasi sebanyak 3 butir saja karena harus melimitasi asupan karbohidrat sederhana semaksimal mungkin,’’ sarannya.

Selain kurma, apa lagi yang tepat untuk dijadikan pembuka berbuka puasa? Selain kurma, ditegaskannya lagi, buah-buahan segar juga merupakan pilihan terbaik untuk berbuka puasa karena kandungan nutrisi dan airnya yang dapat dengan segera mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian.

‘’Contohnya, jus buah segar, buah potong 200-250 gram atau air kelapa muda,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  In Memoriam Indra Muchlis Adnan, Bupati Indragiri Hilir Periode 2003-2013

Tips Makan Sehat selama Menjalankan Ibadah Puasa

Diungkapkan dr Eka lagi, tips sehat pola makan itu, harus diingat kembali tujuan puasa Ramadan ini dilakukan, yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, sehingga tentu saja harus menghindari sesuatu yang berlebih-lebihan. Termasuk dalam mengonsumsi makanan, baik pada saat sahur, berbuka dan juga saat merayakan Hari Raya.

Konsumsi makanan harus tetap sesuai dengan kebutuhan harian setiap individu. Penyesuaian jadwal makan saat bulan Ramadan sangat dibutuhkan untuk menjaga sistem energi tetap maksimal sehingga tidak menurunkan produktivitas kerja harian.

‘’Pada saat sahur, sebaiknya konsumsi makanan yang lengkap dengan serat yang cukup agar menunda lapar lebih lama. Pilihlah jenis karbohidrat kompleks seperti nasi dari beras merah, kentang dengan kulit atau sereal whole grain. Karena karbohidrat kompleks akan melepaskan energi sedikit-sedikit sehingga lebih tahan lama jika dibandingkan dengan karbohidrat sederhana dan kondisi post absoptive state dapat ditunda selama mungkin,’’ tutur dr Eka.

Konsumsi cukup serat dari sayur dan buah serta protein hewani dan nabati. Dia menyebut, usahakan hindari mengonsumsi makanan dengan minyak yang terlalu banyak karena akan menyebabkan keluhan berupa perut begah di siang harinya.

“Dan hindari juga konsumsi kafein seperti teh dan kopi karena bersifat diuretik sehingga menyebabkan cairan tidak bertahan lama di tubuh,’’ ujarnya lagi.

Porsi makan saat sahur adalah seperempat piring karbohidrat, seperempat piring lauk pauk dan setengah piring sayuran dan satu porsi buah-buahan. Pilih buah yang banyak mengandung air dan serat.

“Konsumsi cukup air putih saat sahur, minimal 2 gelas @250 ml,’’ ujarnya menganjurkan.

Lalu, saat berbuka dia juga menyarankan sebaiknya konsumsi makanan yang mudah dicerna sehingga dapat segera mengembalikan energi setelah 13-14 jam berpuasa. Berbukalah dengan mengonsumsi makanan yang lembut, berair banyak dan tidak merangsang seperti buah-buahan (jus atau buah potong), serta jangan lupa untuk konsumsi air saat berbuka minimal 250 ml.

Hindari makanan berat yang sangat kompleks karena saluran cerna akan bekerja berat. Istirahatkan kembali saluran cerna selama 15-20 menit baru konsumsi makanan yang lebih kompleks dan lengkap.

Komposisi makanannya sama seperti saat makan sahur. Sekitar 2-3 jam setelah makan malam, konsumsi kembali buah-buahan atau makanan ringan lainnya seperti 3 keping biskuit rendah gula untuk suplai energi menjelang tidur. Tak lupa pula konsumsi kembali air putih 2 gelas @250 ml untuk mencukupkan kebutuhan cairan dalam 1 hari.

Jika akan melakukan ibadah tadarus Alquran atau salat malam, maka harus juga disertai dengan konsumsi makanan dan minuman sehat seperti buah-buahan, susu rendah lemak, yogurt rendah lemak, dan kacang-kacangan.***

Pada penduduk lansia atau anak-anak dapat ditambahkan 1 porsi susu rendah lemak jika asupan makanan dirasa kurang mencukupi. Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan saat sahur dan berbuka serta berbaring setelah makan, karena dapat meningkatkan risiko terkena gastro-esophageal reflux disease (GERD).

‘’Jangan lupa untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan setelah sahur atau menjelang berbuka. Yang perlu diingat adalah pastikan saat beraktivitas fisik perut berada dalam kondisi kosong atau sekitar 2-3 jam setelah makan dan minum. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan seperti jalan santai atau bersepeda dengan waktu 30-45 menit,’’ kata dr Eka memberikan tips puasa sehat dengan pola makan yang benar.***

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

RIAUPOS,CO – Banyak kalangan yang bilang, tidak lengkap berbuka puasa jika tidak makan atau mengkomsumsi buah kurma. Bagi yang tahu khasiatnya untuk kesehatan, kurma ini menjadi menu utama saat berbuka puasa.

Tidak ada yang menyangkal bah­wa kurma ini ada banyak khasiat. Kurma banyak dicari saat bulan Ramadan. Mengkonsumsi kurma saat berbuka dan sahur juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ada banyak macam jenis kurma yang saat ini masuk Indonesia, termasuk juga Kota Pekanbaru yang dapat dibeli di pusat-pusat perbelanjaan, juga bisa didapat secara online.

Di antara buah kurma itu, ada golden palm tunisia, date crown khalas, berari bam, medjool palestine king dates, lumico medjool alquds classic, castle farms sukkari, kurma madu Namibia, black diamond kurma anggur, kurma golden curah, ajwa, dan kurma tangkai palm fruit Tunisia, serta banyak lagi. Harga jualnya pun bervariasi.

Saat ini, banyak chef atau juru masak di tempat-tempat yang menyediakan makanan berbuka puasa mengeksplor kurma menjadi lebih menarik dan kekinian, serta dapat menggugah selera.

Misalnya, Chef Grand Central Hotel Pekanbaru, Jalil Irfan. Kepada Riau Pos, dia menyampaikan, saat ini lagi digemari waktu berbuka puasa di Grand Central itu minuman yang berbahan dasar olahan kurma yaitu susu kurma.

‘’Ini kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Rasanya gurih, creamy, dan manis membuat minuman ini digemari saat berbuka puasa,’’ kata Chef Jalil, Sabtu (30/3).

Bahan dasar kurma ternyata juga bisa diolah menjadi makanan yang siap dihidangkan untuk berbuka puasa. Sebut saja namanya cookies kurma nestum. Disebutkannya, ini adalah hidangan berbuka puasa yang sederhana berbahan dasar kurma dicampur susu dan nestum dengan cita rasa yang gurih dan manis. Cocok disantap sebagai hidangan pembuka.

Selain itu, ada juga hidangan pembuka berbahan dasar olahan kurma yaitu puding roti kurma sebagai hidangan penutup di bulan suci Ramadan.

Menurut Chef Jalil, buah kurma adalah salah satu makanan yang paling dicari di bulan Ramadan. Beragam manfaat kurma bagi kesehatan menjadikan kurma populer untuk dimakan secara langsung atau di campur dalam berbagai olahan kreasi resep.

Dia juga menyebutkan, untuk jenis kurma yang menjadi bahan kreasinya ada berbagai jenis kurma, dan kurma itu berasal dari Arab Saudi. Bisa dikreasikan sebagai resep makanan dan minuman. Yaitu, kurma ajwa, kurma safawi , kurma sukkari, kurma khajor, dan kurma khalas.

‘’Nah, kami di Grand Central Hotel Pekanbaru sendiri mengkreasikan olahan kurma jenis khalas, yaitu merupakan jenis kurma paling terkenal di dunia. Kurma ini memiliki warna coklat keemasan, rasa manis yang kuat, dan tekstur yang lembut,’’ beber chef Jalil.

Berdasarkan pengalamannya juga, supaya masyarakat tidak tertipu dan merugi, chef juga memberikan tips memilih kurma yang baik dan benar. Pertama pilih kurma yang warnanya merata dan tidak memiliki bagian-bagian rusak pada permukaan kulit.

Kurma yang baik umumnya berukuran 7,1 gram atau setengah ibu jari orang dewasa. Lalu pastikan memilih kurma dalam kemasan yang baik dan dalam masa kedaluwarsa yang jauh (labling expired date).

Sumber Utama Karbohidrat

Dokter Gizi Klinik RS Awal Bros, dr Eka Maya Sari MGizi SpGK, menegaskan, bahwa, kurma sangat baik untuk berbuka puasa, karena saat berbuka sebaiknya konsumsi makanan yang mudah dicerna sehingga dapat segera mengembalikan energi setelah 13-14 jam berpuasa.

Baca Juga:  Mading SDN 93 Pekanbaru Bertema Ramadan

Harus diingat, bahwa saluran cerna sudah menurun fungsinya karena sudah tidak mengonsumsi makanan selama lebih kurang 13 sampai 14 jam, sehingga saat mulai mengonsumsi makanan, kembali pilih makanan yang lembut, berair banyak dan tidak merangsang seperti buah-buahan, termasuk kurma.

Dia juga menegaskan, kurma merupakan sumber utama karbohidrat yang 80 persen berada dalam bentuk karbohidrat sederhana yaitu sukrosa, maltosa, glukosa dan fruktosa.

‘’Komposisi masing-masing bentuk karbohidrat tersebut akan berbeda tergantung jenisnya,’’ tegasnya.

Disebutkannya juga, ada beragam jenis kurma berdasarkan asal dan varietasnya. Di antaranya, asal Moroko, yakni medjool, khalt, jihel, bousekri, boufeggouss dan bhoustammi. Dari Tunisia, ada kurma kenta smiti, bekrari, mermella, garn ghzal, nefzaoui, baht, korkobbi, bouhattam, rotbi, deglet noor, kentichi dan allig. Dari Saudi Arabia, ada kurma ajwa, reziz, khudari. Dari Mesir ada zaghlool. Dari Uni Emirat Arab, ada buchibal, naghal, khunaizy, khulas, gush rabei, hilali ahmr, barhi, lulu, fard, naghal hilali. oman, fardl, khalas, khasab, mabseeli, um-sellah dan shaha. Nigeria, ada red soft type tempo 2 dan tempo 3 (zabia).

Selain sumber karbohidrat, kurma juga mengandung beberapa jenis asam amino seperti histidine dan arginin yang berperan penting dalam fungsi organ tubuh.

Dipaparkan dr Eka, beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa kurma mengandung asam amino nonproteinogenik yang berkaitan dengan antibody limfosit T dan membantu proses eliminasi racun dari hati. Mineral seperti magnesium, zinc dan besi juga ditemukan di dalam kurma.

‘’Seperti layaknya buah-buahan, kurma juga mengandung vitamin seperti vitamin B1, asam folat, vitamin C, vitamin B2 dan retinol (vitamin A),’’ tuturnya.

Karena kandungan nutrisi kurma sangat baik, tentu saja secara klaim kesehatan, kurma mempunyai efek antimikroba, anti-inflamasi, antitumor, hepato protektif, dan antioksidan.

‘’Tetapi perlu diingat bahwa kandungan karbohidrat sederhana dalam kurma yang cukup tinggi yaitu sekitar 80 persen maka konsumsinya pada pasien-pasien dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes melitus harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Untuk itu, dr Eko merekomendasikan asupan kurma saat berbuka puasa harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan kondisi klinisnya.

Seperti, kandungan kalori kurma per 100 gramnya (lebih kurang 13 butir untuk kurma ukuran sedang) adalah sekitar 300-333 kkal, 75 gram karbohidrat, 63 gram gula, 8 gram serat dan 2,45 gram protein. Karena kandungan kurma sebagian besarnya adalah karbohidrat sederhana, konsumsi kurma sebaiknya dibatasi sebanyak 50-60 gram (maksimal 5-7 butir kurma ukuran sedang) sesuai dengan batasan asupan gula tambahan dari Kementerian Kesehatan yaitu sebesar 50 gram gula atau 4 sendok makan pada individu sehat.

Sementara itu, untuk anak-anak usia 2-18 tahun, konsumsi kurma dibatasi sebanyak 30 gram (3 butir kurma ukuran sedang) sesuai dengan batasan asupan gula harian adalah sebesar 25 gram (2 sendok makan). ‘’Pada individu-individu yang dalam program penurunan berat badan sebaiknya konsumsi kurma dibatasi sebanyak 3 butir saja karena harus melimitasi asupan karbohidrat sederhana semaksimal mungkin,’’ sarannya.

Selain kurma, apa lagi yang tepat untuk dijadikan pembuka berbuka puasa? Selain kurma, ditegaskannya lagi, buah-buahan segar juga merupakan pilihan terbaik untuk berbuka puasa karena kandungan nutrisi dan airnya yang dapat dengan segera mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian.

‘’Contohnya, jus buah segar, buah potong 200-250 gram atau air kelapa muda,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  PUPR Bengkalis Kebut Pengerjaan Perbaikan Jalan

Tips Makan Sehat selama Menjalankan Ibadah Puasa

Diungkapkan dr Eka lagi, tips sehat pola makan itu, harus diingat kembali tujuan puasa Ramadan ini dilakukan, yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, sehingga tentu saja harus menghindari sesuatu yang berlebih-lebihan. Termasuk dalam mengonsumsi makanan, baik pada saat sahur, berbuka dan juga saat merayakan Hari Raya.

Konsumsi makanan harus tetap sesuai dengan kebutuhan harian setiap individu. Penyesuaian jadwal makan saat bulan Ramadan sangat dibutuhkan untuk menjaga sistem energi tetap maksimal sehingga tidak menurunkan produktivitas kerja harian.

‘’Pada saat sahur, sebaiknya konsumsi makanan yang lengkap dengan serat yang cukup agar menunda lapar lebih lama. Pilihlah jenis karbohidrat kompleks seperti nasi dari beras merah, kentang dengan kulit atau sereal whole grain. Karena karbohidrat kompleks akan melepaskan energi sedikit-sedikit sehingga lebih tahan lama jika dibandingkan dengan karbohidrat sederhana dan kondisi post absoptive state dapat ditunda selama mungkin,’’ tutur dr Eka.

Konsumsi cukup serat dari sayur dan buah serta protein hewani dan nabati. Dia menyebut, usahakan hindari mengonsumsi makanan dengan minyak yang terlalu banyak karena akan menyebabkan keluhan berupa perut begah di siang harinya.

“Dan hindari juga konsumsi kafein seperti teh dan kopi karena bersifat diuretik sehingga menyebabkan cairan tidak bertahan lama di tubuh,’’ ujarnya lagi.

Porsi makan saat sahur adalah seperempat piring karbohidrat, seperempat piring lauk pauk dan setengah piring sayuran dan satu porsi buah-buahan. Pilih buah yang banyak mengandung air dan serat.

“Konsumsi cukup air putih saat sahur, minimal 2 gelas @250 ml,’’ ujarnya menganjurkan.

Lalu, saat berbuka dia juga menyarankan sebaiknya konsumsi makanan yang mudah dicerna sehingga dapat segera mengembalikan energi setelah 13-14 jam berpuasa. Berbukalah dengan mengonsumsi makanan yang lembut, berair banyak dan tidak merangsang seperti buah-buahan (jus atau buah potong), serta jangan lupa untuk konsumsi air saat berbuka minimal 250 ml.

Hindari makanan berat yang sangat kompleks karena saluran cerna akan bekerja berat. Istirahatkan kembali saluran cerna selama 15-20 menit baru konsumsi makanan yang lebih kompleks dan lengkap.

Komposisi makanannya sama seperti saat makan sahur. Sekitar 2-3 jam setelah makan malam, konsumsi kembali buah-buahan atau makanan ringan lainnya seperti 3 keping biskuit rendah gula untuk suplai energi menjelang tidur. Tak lupa pula konsumsi kembali air putih 2 gelas @250 ml untuk mencukupkan kebutuhan cairan dalam 1 hari.

Jika akan melakukan ibadah tadarus Alquran atau salat malam, maka harus juga disertai dengan konsumsi makanan dan minuman sehat seperti buah-buahan, susu rendah lemak, yogurt rendah lemak, dan kacang-kacangan.***

Pada penduduk lansia atau anak-anak dapat ditambahkan 1 porsi susu rendah lemak jika asupan makanan dirasa kurang mencukupi. Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan saat sahur dan berbuka serta berbaring setelah makan, karena dapat meningkatkan risiko terkena gastro-esophageal reflux disease (GERD).

‘’Jangan lupa untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan setelah sahur atau menjelang berbuka. Yang perlu diingat adalah pastikan saat beraktivitas fisik perut berada dalam kondisi kosong atau sekitar 2-3 jam setelah makan dan minum. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan seperti jalan santai atau bersepeda dengan waktu 30-45 menit,’’ kata dr Eka memberikan tips puasa sehat dengan pola makan yang benar.***

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari