Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Lakukan Trading Halt

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Bayar Ziswaf Kini Bisa di JNE

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  Dirut Bank BJB Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indonesia

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Bangun Kemandirian Ekonomi Pesantren dan Keterampilan Santri

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

- Advertisement -

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  BPKN Imbau Masyarakat Hati-hati Berinvestasi

 

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Capella Honda Ajak Siswa SMKN 5 Dumai Jadi Generasi #Cari_aman

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  Toyota Gelontorkan Rp28 Triliun Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari