Senin, 22 Juli 2024

Pasar RI Masih Jadi Magnet FnB Internasional

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Indonesia masih dilihat sebagai market yang potensial bagi pelaku industri food and beverages (FnB). Hal tersebut ditandai dengan pergerakan ekspansi merek-merek internasional untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal demi mendatangkan gerai ke Tanah Air.

Salah satu yang terbaru, jaringan FnB Subway, asal Amerika Serikat (AS), telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Sari Sandwich Indonesia, anak perusahaan dari peritel makanan & minuman (F&B) di Indonesia, PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MBA), yang merupakan bagian dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). 

- Advertisement -

Kemitraan itu akan menghadirkan beberapa restoran Subway di Indonesia pada kuartal keempat 2021. Pembukaannya berawal di wilayah Jabodetabek. Subway pernah membuka gerai di Indonesia pada era 1990-an. Namun, pada Oktober 2000, restoran sandwich terbesar di AS tersebut menutup semua cabang di Tanah Air.

Baca Juga:  Guru Besar UGM Ingatkan Risiko Bisnis Digital

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit Indonesia mengatakan, Indonesia masih menjadi magnet bisnis waralaba asing. Bahkan, selain Subway, sudah ada beberapa perusahaan FnB luar negeri yang sedang dalam tahap penjajakan untuk ekspansi ke RI. "Di antaranya dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Semuanya di lini FnB," ujarnya.

Menurut Levita, hadirnya merek-merek waralaba asing, bahkan di tengah pandemi, menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan. "Kemungkinan yang lain masih akan masuk pada 2022. Mereka masih melihat perkembangan kebijakan untuk menentukan apakah akan beroperasi di dalam mal atau stand alone," tambahnya.

- Advertisement -

Chief Executive Officer Subway John Chidsey mengatakan bahwa permintaan kehadiran restoran Subway yang tinggi datang dari berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu peritel gaya hidup di Indonesia, MAP dinilai merupakan mitra ideal untuk memulai ekspansi di wilayah Asia Pasifik. 

Baca Juga:  Berkat Daihatsu, Dewa Bisa ke Jepang

"Kami yakin para pelanggan di Indonesia sangat menginginkan opsi (pilihan FnB) yang lebih beragam. Hal ini merupakan langkah awal dari rencana ekspansi global," ujarnya, Rabu (25/8).

CEO Group PT Mitra Adiperkasa Tbk VP Sharma mengatakan bahwa kemitraan itu akan meningkatkan pertumbuhan bagi kedua perusahaan. Selain itu, Indonesia secara global akan menjadi negara pertama yang menerapkan model waralaba negara (country franchise model) eksklusif Subway. 

"Berdasarkan model ini, MBA akan menjadi ujung tombak dan perusahaan tunggal bagi pengembangan Subway di Indonesia, dengan harapan mampu membangun pertumbuhan tahunan restoran yang kuat dan stabil," ujarnya.(agf/dio/das)

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Indonesia masih dilihat sebagai market yang potensial bagi pelaku industri food and beverages (FnB). Hal tersebut ditandai dengan pergerakan ekspansi merek-merek internasional untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal demi mendatangkan gerai ke Tanah Air.

Salah satu yang terbaru, jaringan FnB Subway, asal Amerika Serikat (AS), telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Sari Sandwich Indonesia, anak perusahaan dari peritel makanan & minuman (F&B) di Indonesia, PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MBA), yang merupakan bagian dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). 

Kemitraan itu akan menghadirkan beberapa restoran Subway di Indonesia pada kuartal keempat 2021. Pembukaannya berawal di wilayah Jabodetabek. Subway pernah membuka gerai di Indonesia pada era 1990-an. Namun, pada Oktober 2000, restoran sandwich terbesar di AS tersebut menutup semua cabang di Tanah Air.

Baca Juga:  Nasabah Masih Pertanyakan Lenyapnya Saldo

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit Indonesia mengatakan, Indonesia masih menjadi magnet bisnis waralaba asing. Bahkan, selain Subway, sudah ada beberapa perusahaan FnB luar negeri yang sedang dalam tahap penjajakan untuk ekspansi ke RI. "Di antaranya dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Semuanya di lini FnB," ujarnya.

Menurut Levita, hadirnya merek-merek waralaba asing, bahkan di tengah pandemi, menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan. "Kemungkinan yang lain masih akan masuk pada 2022. Mereka masih melihat perkembangan kebijakan untuk menentukan apakah akan beroperasi di dalam mal atau stand alone," tambahnya.

Chief Executive Officer Subway John Chidsey mengatakan bahwa permintaan kehadiran restoran Subway yang tinggi datang dari berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu peritel gaya hidup di Indonesia, MAP dinilai merupakan mitra ideal untuk memulai ekspansi di wilayah Asia Pasifik. 

Baca Juga:  Kanwil DJP Riau Sita Aset Pengutang Pajak Rp5,37 Miliar

"Kami yakin para pelanggan di Indonesia sangat menginginkan opsi (pilihan FnB) yang lebih beragam. Hal ini merupakan langkah awal dari rencana ekspansi global," ujarnya, Rabu (25/8).

CEO Group PT Mitra Adiperkasa Tbk VP Sharma mengatakan bahwa kemitraan itu akan meningkatkan pertumbuhan bagi kedua perusahaan. Selain itu, Indonesia secara global akan menjadi negara pertama yang menerapkan model waralaba negara (country franchise model) eksklusif Subway. 

"Berdasarkan model ini, MBA akan menjadi ujung tombak dan perusahaan tunggal bagi pengembangan Subway di Indonesia, dengan harapan mampu membangun pertumbuhan tahunan restoran yang kuat dan stabil," ujarnya.(agf/dio/das)

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari