Senin, 5 Oktober 2026
- Advertisement -

Sentimen Lonjakan Covid-19 di Eropa, Harga Minyak Anjlok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga minyak jatuh sekitar tiga persen ke bawah level 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada akhir perdagangan Jumat (19/11/2021) sore waktu AS atau Sabtu (20/11) WIB pagi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok US$2,35 atau 2,9 persen ke level US$78,89 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember merosot US$2,91 atau 3,6 persen ke level US$76,10 per barel.

Dengan pelemahan itu, harga minyak WTI sudah turun 5,8 persen selama sepekan kemarin, sementara Brent turun 4 persen. Kedua kontrak acuan minyak itu melemah untuk pekan keempat berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Baca Juga:  Skutik Penjelajah Semakin Berkelas, AHM Luncurkan New Honda ADV160

Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, mengatakan, pelemahan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar atas melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa. Pasalnya, lonjakan telah mendorong sejumlah negara di kawasan itu melakukan lockdown.

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang memberlakukan lockdown penuh di musim gugur ini untuk mengatasi gelombang baru infeksi covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, juga memberi sinyal akan melakukan lockdown total.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung akan terhambat sehingga menekan harga minyak.

"Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar," katanya.

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 60 persen tahun ini. Penguatan ditopang kebangkitan ekonomi setelah tertekan pandemi. Penguatan juga ditopang kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ yang hanya meningkatkan produksi secara bertahap.

Baca Juga:  Keren, Honda Indonesia Bikin Cafe Pertama di Dunia

Sumber: AFP/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga minyak jatuh sekitar tiga persen ke bawah level 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada akhir perdagangan Jumat (19/11/2021) sore waktu AS atau Sabtu (20/11) WIB pagi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok US$2,35 atau 2,9 persen ke level US$78,89 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember merosot US$2,91 atau 3,6 persen ke level US$76,10 per barel.

Dengan pelemahan itu, harga minyak WTI sudah turun 5,8 persen selama sepekan kemarin, sementara Brent turun 4 persen. Kedua kontrak acuan minyak itu melemah untuk pekan keempat berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Baca Juga:  BI Fokus Kembangkan Transaksi Repo dan DNDF

Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, mengatakan, pelemahan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar atas melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa. Pasalnya, lonjakan telah mendorong sejumlah negara di kawasan itu melakukan lockdown.

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang memberlakukan lockdown penuh di musim gugur ini untuk mengatasi gelombang baru infeksi covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, juga memberi sinyal akan melakukan lockdown total.

- Advertisement -

Hal itu menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung akan terhambat sehingga menekan harga minyak.

"Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar," katanya.

- Advertisement -

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 60 persen tahun ini. Penguatan ditopang kebangkitan ekonomi setelah tertekan pandemi. Penguatan juga ditopang kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ yang hanya meningkatkan produksi secara bertahap.

Baca Juga:  New Confero S Resmi Dirilis, Ini Perubahan dan Harganya

Sumber: AFP/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga minyak jatuh sekitar tiga persen ke bawah level 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada akhir perdagangan Jumat (19/11/2021) sore waktu AS atau Sabtu (20/11) WIB pagi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok US$2,35 atau 2,9 persen ke level US$78,89 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember merosot US$2,91 atau 3,6 persen ke level US$76,10 per barel.

Dengan pelemahan itu, harga minyak WTI sudah turun 5,8 persen selama sepekan kemarin, sementara Brent turun 4 persen. Kedua kontrak acuan minyak itu melemah untuk pekan keempat berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Baca Juga:  PLN Siap Penuhi Perintah Presiden Terkait Konversi LPG ke Kompor Induksi

Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, mengatakan, pelemahan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar atas melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa. Pasalnya, lonjakan telah mendorong sejumlah negara di kawasan itu melakukan lockdown.

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang memberlakukan lockdown penuh di musim gugur ini untuk mengatasi gelombang baru infeksi covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, juga memberi sinyal akan melakukan lockdown total.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung akan terhambat sehingga menekan harga minyak.

"Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar," katanya.

Harga minyak Brent telah melonjak hampir 60 persen tahun ini. Penguatan ditopang kebangkitan ekonomi setelah tertekan pandemi. Penguatan juga ditopang kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ yang hanya meningkatkan produksi secara bertahap.

Baca Juga:  BI Fokus Kembangkan Transaksi Repo dan DNDF

Sumber: AFP/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari