Senin, 13 Juli 2026
- Advertisement -

Menko PMK Apresiasi Pembukaan Aktivitas Pasar Tradisional

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang telah membuka kembali aktivitas pasar tradisional di masa transisi new normal.

“Saya sangat mengapresiasi kepada gubernur, walikota, yang telah memberikan prioritas dan secara sungguh-sungguh memfungsikan kembali dan menggairahkan kembali pasar-pasar tradisional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Ia mengatakan bahwa pasar tradisional memiliki peran sangat vital dalam upaya menggairahkan kehidupan ekonomi. Pasalnya, pasar tradisional adalah supply change mata rantai ekonomi terutama di lapisan paling bawah, yaitu usaha kecil dan mikro (UKM).

“Kalau pasar tradisional ini bisa hidup dan aman dari Covid, InsyaAllah gairah ekonomi akan segera terwujud. Memang ini pekerjaan tidak mudah, tapi kalau kita terus kerja keras maka kita akan bisa mengatasinya,” kata dia.

Baca Juga:  Bangkok Bank Resmi Akuisisi Bank Permata Rp33 Triliun

Pasar tradisional diklaim sebagai urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat terutama di kalangan bawah, termasuk 65 juta tenaga kerja yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Namun perlu diingat bahwa yang paling utama ialah tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Musim covid ini bagaimanapun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merekonstruksi, mentransformasi Indonesia menjadi lebih baik,” jelasnya.

Namun tak kalah penting, pemerintah daerah (Pemda) juga perlu memiliki sense of crisis. Artinya dalam kondisi krisis seperti saat masa pandemi Covid-19 ini, maka yang paling dibutuhkan ialah kerja keras dan juga komitmen.

“Kita semua harus betul-betul memiliki sense of crisis. Sebab kalau kita tidak sungguh-sungguh dan menghayati betul makna sense of crisis itu maka kita tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pandemi ini bahkan akan terperosok ke masalah yang lebih dalam,” ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Riding Perdana Yamaha Gear 125 Bersama Awak Media

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang telah membuka kembali aktivitas pasar tradisional di masa transisi new normal.

“Saya sangat mengapresiasi kepada gubernur, walikota, yang telah memberikan prioritas dan secara sungguh-sungguh memfungsikan kembali dan menggairahkan kembali pasar-pasar tradisional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Ia mengatakan bahwa pasar tradisional memiliki peran sangat vital dalam upaya menggairahkan kehidupan ekonomi. Pasalnya, pasar tradisional adalah supply change mata rantai ekonomi terutama di lapisan paling bawah, yaitu usaha kecil dan mikro (UKM).

“Kalau pasar tradisional ini bisa hidup dan aman dari Covid, InsyaAllah gairah ekonomi akan segera terwujud. Memang ini pekerjaan tidak mudah, tapi kalau kita terus kerja keras maka kita akan bisa mengatasinya,” kata dia.

Baca Juga:  Bangkok Bank Resmi Akuisisi Bank Permata Rp33 Triliun

Pasar tradisional diklaim sebagai urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat terutama di kalangan bawah, termasuk 65 juta tenaga kerja yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

- Advertisement -

“Namun perlu diingat bahwa yang paling utama ialah tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Musim covid ini bagaimanapun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merekonstruksi, mentransformasi Indonesia menjadi lebih baik,” jelasnya.

Namun tak kalah penting, pemerintah daerah (Pemda) juga perlu memiliki sense of crisis. Artinya dalam kondisi krisis seperti saat masa pandemi Covid-19 ini, maka yang paling dibutuhkan ialah kerja keras dan juga komitmen.

- Advertisement -

“Kita semua harus betul-betul memiliki sense of crisis. Sebab kalau kita tidak sungguh-sungguh dan menghayati betul makna sense of crisis itu maka kita tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pandemi ini bahkan akan terperosok ke masalah yang lebih dalam,” ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Mal SKA Berikan THR dan Ajak Anak Yatim Bermain

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang telah membuka kembali aktivitas pasar tradisional di masa transisi new normal.

“Saya sangat mengapresiasi kepada gubernur, walikota, yang telah memberikan prioritas dan secara sungguh-sungguh memfungsikan kembali dan menggairahkan kembali pasar-pasar tradisional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Ia mengatakan bahwa pasar tradisional memiliki peran sangat vital dalam upaya menggairahkan kehidupan ekonomi. Pasalnya, pasar tradisional adalah supply change mata rantai ekonomi terutama di lapisan paling bawah, yaitu usaha kecil dan mikro (UKM).

“Kalau pasar tradisional ini bisa hidup dan aman dari Covid, InsyaAllah gairah ekonomi akan segera terwujud. Memang ini pekerjaan tidak mudah, tapi kalau kita terus kerja keras maka kita akan bisa mengatasinya,” kata dia.

Baca Juga:  Riding Perdana Yamaha Gear 125 Bersama Awak Media

Pasar tradisional diklaim sebagai urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat terutama di kalangan bawah, termasuk 65 juta tenaga kerja yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Namun perlu diingat bahwa yang paling utama ialah tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Musim covid ini bagaimanapun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merekonstruksi, mentransformasi Indonesia menjadi lebih baik,” jelasnya.

Namun tak kalah penting, pemerintah daerah (Pemda) juga perlu memiliki sense of crisis. Artinya dalam kondisi krisis seperti saat masa pandemi Covid-19 ini, maka yang paling dibutuhkan ialah kerja keras dan juga komitmen.

“Kita semua harus betul-betul memiliki sense of crisis. Sebab kalau kita tidak sungguh-sungguh dan menghayati betul makna sense of crisis itu maka kita tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pandemi ini bahkan akan terperosok ke masalah yang lebih dalam,” ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Perbankan Restrukturisasi 5,33 Juta Debitur Senilai Rp517,2 Triliun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari