Kamis, 7 Mei 2026
- Advertisement -

Suku Bunga BI Turun 4,75%, Ini Tanggapan Airlangga

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) pada level 4,75 persen. BI juga akan menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa hal ini merupakan momentum yang bagus, mengingat saat ini terjadi wabah virus corona yang membuat perekonomian dunia terganggu.

"Ya bagus. Sesuai beberapa negara dengan adanya virus corona melakukan penurunan tingkat suku bunga," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (20/2).

Dengan adanya penurunan ini, diharapkan bank nasional maupun bank swasta lainnya mengikuti langkah tersebut. 
"Harapannya ini dapat diturunkan ke tingkat suku bunga perbankan. Jadi BI terus menurunkan likuiditas disiapkan dengan likuiditas lebih bagus diharapkan ke depan kesempatan untuk beberapa korporasi bisa re-profiling (kredit) dengan tingkat yang lebih rendah," terang dia.

Baca Juga:  PHR Raih Green World Environment Awards 2024

Untuk mengantisipasi adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dalam, pihaknya juga akan memberikan stimulus lain, seperti insentif pariwisata.

"Nanti sedang dibahas kalo stimuslus lebih diberikan pada daerah-daerah pariwisata sedang dibahas," ujar dia.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) pada level 4,75 persen. BI juga akan menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa hal ini merupakan momentum yang bagus, mengingat saat ini terjadi wabah virus corona yang membuat perekonomian dunia terganggu.

"Ya bagus. Sesuai beberapa negara dengan adanya virus corona melakukan penurunan tingkat suku bunga," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (20/2).

Dengan adanya penurunan ini, diharapkan bank nasional maupun bank swasta lainnya mengikuti langkah tersebut. 
"Harapannya ini dapat diturunkan ke tingkat suku bunga perbankan. Jadi BI terus menurunkan likuiditas disiapkan dengan likuiditas lebih bagus diharapkan ke depan kesempatan untuk beberapa korporasi bisa re-profiling (kredit) dengan tingkat yang lebih rendah," terang dia.

Baca Juga:  SKK Migas Sumbagut-Pemprov Riau Bersinergi Kawal Pengeboran tahun 2022

Untuk mengantisipasi adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dalam, pihaknya juga akan memberikan stimulus lain, seperti insentif pariwisata.

- Advertisement -

"Nanti sedang dibahas kalo stimuslus lebih diberikan pada daerah-daerah pariwisata sedang dibahas," ujar dia.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) pada level 4,75 persen. BI juga akan menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa hal ini merupakan momentum yang bagus, mengingat saat ini terjadi wabah virus corona yang membuat perekonomian dunia terganggu.

"Ya bagus. Sesuai beberapa negara dengan adanya virus corona melakukan penurunan tingkat suku bunga," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (20/2).

Dengan adanya penurunan ini, diharapkan bank nasional maupun bank swasta lainnya mengikuti langkah tersebut. 
"Harapannya ini dapat diturunkan ke tingkat suku bunga perbankan. Jadi BI terus menurunkan likuiditas disiapkan dengan likuiditas lebih bagus diharapkan ke depan kesempatan untuk beberapa korporasi bisa re-profiling (kredit) dengan tingkat yang lebih rendah," terang dia.

Baca Juga:  Keren, Sony Rilis Alat Baru untuk Ubah Kamera Biasa jadi Webcam

Untuk mengantisipasi adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dalam, pihaknya juga akan memberikan stimulus lain, seperti insentif pariwisata.

"Nanti sedang dibahas kalo stimuslus lebih diberikan pada daerah-daerah pariwisata sedang dibahas," ujar dia.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari