Minggu, 6 September 2026
- Advertisement -

Setelah Ahok, Kini Giliran Chandra Hamzah Dipanggil Erick Thohir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11). Pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Kepada wartawan usai pertemuan, Chandra menuturkan, ia bersama Erick membahas beberapa hal. Salah satunya yakni, cara memperkuat BUMN.

“Kami bicara tentang BUMN, bagaimana kinerjanya, visi ke depan Pak Menteri dan beberapa koreksi yang perlu diperbaiki, termasuk aturan hukum itu perlu kami sampaikan,” kata Chandra dilansir dari Antara.

Pertemuannya dengan Erick juga dihadiri oleh dua wakil menteri, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu yakni meningkatkan pencegahan korupsi di BUMN.

Baca Juga:  Pertama sejak 1998, Ekonomi Kembali Minus

“Jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut korupsi lagi. Jadi, Pak Menteri yang penting itu adalah integritas, dan BUMN tidak lagi jadi bancakan,” katanya.

Sementara itu ditanya soal apakah Erick kembali menawarkan jabatan di perusahaan BUMN padanya, Chandra tak mau menjelaskan spesifik. “Enggak ada bicara masalah posisi atau jabatan. Kebetulan saya pernah (komisaris) di PLN, jadi ditanya juga soal pengalaman saya waktu di PLN,” ujarnya.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Selain itu, Chandra juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, namun ia menolaknya.

 

Baca Juga:  Triwulan II 2021, Laba Bank BJB Tumbuh Positif

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11). Pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Kepada wartawan usai pertemuan, Chandra menuturkan, ia bersama Erick membahas beberapa hal. Salah satunya yakni, cara memperkuat BUMN.

“Kami bicara tentang BUMN, bagaimana kinerjanya, visi ke depan Pak Menteri dan beberapa koreksi yang perlu diperbaiki, termasuk aturan hukum itu perlu kami sampaikan,” kata Chandra dilansir dari Antara.

Pertemuannya dengan Erick juga dihadiri oleh dua wakil menteri, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu yakni meningkatkan pencegahan korupsi di BUMN.

Baca Juga:  Importir Mobil CBU Bertumbangan

“Jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut korupsi lagi. Jadi, Pak Menteri yang penting itu adalah integritas, dan BUMN tidak lagi jadi bancakan,” katanya.

- Advertisement -

Sementara itu ditanya soal apakah Erick kembali menawarkan jabatan di perusahaan BUMN padanya, Chandra tak mau menjelaskan spesifik. “Enggak ada bicara masalah posisi atau jabatan. Kebetulan saya pernah (komisaris) di PLN, jadi ditanya juga soal pengalaman saya waktu di PLN,” ujarnya.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Selain itu, Chandra juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, namun ia menolaknya.

- Advertisement -

 

Baca Juga:  HUT Ke-5, RS Prima Adakan Syukuran Sederhana

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11). Pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Kepada wartawan usai pertemuan, Chandra menuturkan, ia bersama Erick membahas beberapa hal. Salah satunya yakni, cara memperkuat BUMN.

“Kami bicara tentang BUMN, bagaimana kinerjanya, visi ke depan Pak Menteri dan beberapa koreksi yang perlu diperbaiki, termasuk aturan hukum itu perlu kami sampaikan,” kata Chandra dilansir dari Antara.

Pertemuannya dengan Erick juga dihadiri oleh dua wakil menteri, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu yakni meningkatkan pencegahan korupsi di BUMN.

Baca Juga:  Triwulan II 2021, Laba Bank BJB Tumbuh Positif

“Jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut korupsi lagi. Jadi, Pak Menteri yang penting itu adalah integritas, dan BUMN tidak lagi jadi bancakan,” katanya.

Sementara itu ditanya soal apakah Erick kembali menawarkan jabatan di perusahaan BUMN padanya, Chandra tak mau menjelaskan spesifik. “Enggak ada bicara masalah posisi atau jabatan. Kebetulan saya pernah (komisaris) di PLN, jadi ditanya juga soal pengalaman saya waktu di PLN,” ujarnya.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Selain itu, Chandra juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, namun ia menolaknya.

 

Baca Juga:  Mandiri Syariah Bantu Masjid Arfaunnas Unri Rp150 Juta

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari