Jumat, 4 April 2025
spot_img

1.500 Hotel Tutup, Pusat Perbelanjaan, dan Restoran Omzet Turun Capai 70 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini pemerintah Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona atau (Covid-19). Dunia bisnis pun terkena dampaknya. Terutama di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengatakan, dalam rapat dengan Komisi X DPR memaparkan, ada 1.500 hotel yang tutup akibat virus corona tersebut.

“Banyak hotel tutup sementara, totalnya ada 1.500 hotel,” ujar Whisnutama dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/4) kemarin.

Selain itu Whisnutama juga memaparkan banyak pusat pemberlanjaan yang tutup sementara. Sementara destinasi wisata atau tempat hiburan juga tutup sementara akibat virus tersebut.

“Destinasi wisata atau tempat hiburan tutup sementara,” katanya.

Kemudian restoran dan rumah makan juga mengalami penurunan omzet drastis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dampak corona ini.

Baca Juga:  Peluncuran iPhone 12 Tertunda Lagi

“Penurunan omzet 70 persen. Itu restoran dan rumah makan,” ungkapnya.

Sementara terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian‎ mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  akan memberikan beberapa stimulus untuk industri pariwisata, seperti pembebasan Pembayaran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, pengurangan biaya utilitas, dan relaksasi pinjaman bank.

Sehingga menurut Hetifah saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah proses pendataan sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Ada teman-teman pelaku parekraf yang tadinya tidak tergolong miskin, namun jatuh miskin dengan adanya wabah ini. Kemenparekraf harus dapat mendata ini secara akurat agar mereka bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Hetifah juga mengingatkan, program-program intervensi dari pemerintah harus menyentuh hingga lapisan terbawah.

Baca Juga:  Bahas Pengelolaan Limbah B3,  LAMR Segera Menghadap Presiden

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, banyak pekerja informal pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak dengan adanya wabah ini.

“Contohnya pedagang-pedagang kecil cinderamata di objek-objek wisata. Mungkin mereka tidak terdaftar dalam database Kemenparekraf. Namun demikian, penghidupannya sangat terpengaruh. Kemenparekraf juga harus merancang program yang bisa menyentuh mereka,” pungkasnya.‎

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini pemerintah Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona atau (Covid-19). Dunia bisnis pun terkena dampaknya. Terutama di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengatakan, dalam rapat dengan Komisi X DPR memaparkan, ada 1.500 hotel yang tutup akibat virus corona tersebut.

“Banyak hotel tutup sementara, totalnya ada 1.500 hotel,” ujar Whisnutama dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/4) kemarin.

Selain itu Whisnutama juga memaparkan banyak pusat pemberlanjaan yang tutup sementara. Sementara destinasi wisata atau tempat hiburan juga tutup sementara akibat virus tersebut.

“Destinasi wisata atau tempat hiburan tutup sementara,” katanya.

Kemudian restoran dan rumah makan juga mengalami penurunan omzet drastis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dampak corona ini.

Baca Juga:  April, TPK Hotel Berbintang di Riau 34,53 Persen

“Penurunan omzet 70 persen. Itu restoran dan rumah makan,” ungkapnya.

Sementara terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian‎ mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  akan memberikan beberapa stimulus untuk industri pariwisata, seperti pembebasan Pembayaran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, pengurangan biaya utilitas, dan relaksasi pinjaman bank.

Sehingga menurut Hetifah saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah proses pendataan sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Ada teman-teman pelaku parekraf yang tadinya tidak tergolong miskin, namun jatuh miskin dengan adanya wabah ini. Kemenparekraf harus dapat mendata ini secara akurat agar mereka bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Hetifah juga mengingatkan, program-program intervensi dari pemerintah harus menyentuh hingga lapisan terbawah.

Baca Juga:  Tujuh BUMN Akan Dibubarkan Tahun Ini

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, banyak pekerja informal pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak dengan adanya wabah ini.

“Contohnya pedagang-pedagang kecil cinderamata di objek-objek wisata. Mungkin mereka tidak terdaftar dalam database Kemenparekraf. Namun demikian, penghidupannya sangat terpengaruh. Kemenparekraf juga harus merancang program yang bisa menyentuh mereka,” pungkasnya.‎

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

1.500 Hotel Tutup, Pusat Perbelanjaan, dan Restoran Omzet Turun Capai 70 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini pemerintah Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona atau (Covid-19). Dunia bisnis pun terkena dampaknya. Terutama di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengatakan, dalam rapat dengan Komisi X DPR memaparkan, ada 1.500 hotel yang tutup akibat virus corona tersebut.

“Banyak hotel tutup sementara, totalnya ada 1.500 hotel,” ujar Whisnutama dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/4) kemarin.

Selain itu Whisnutama juga memaparkan banyak pusat pemberlanjaan yang tutup sementara. Sementara destinasi wisata atau tempat hiburan juga tutup sementara akibat virus tersebut.

“Destinasi wisata atau tempat hiburan tutup sementara,” katanya.

Kemudian restoran dan rumah makan juga mengalami penurunan omzet drastis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dampak corona ini.

Baca Juga:  Tujuh BUMN Akan Dibubarkan Tahun Ini

“Penurunan omzet 70 persen. Itu restoran dan rumah makan,” ungkapnya.

Sementara terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian‎ mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  akan memberikan beberapa stimulus untuk industri pariwisata, seperti pembebasan Pembayaran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, pengurangan biaya utilitas, dan relaksasi pinjaman bank.

Sehingga menurut Hetifah saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah proses pendataan sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Ada teman-teman pelaku parekraf yang tadinya tidak tergolong miskin, namun jatuh miskin dengan adanya wabah ini. Kemenparekraf harus dapat mendata ini secara akurat agar mereka bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Hetifah juga mengingatkan, program-program intervensi dari pemerintah harus menyentuh hingga lapisan terbawah.

Baca Juga:  Inflasi Tahun Depan Lebih Rendah

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, banyak pekerja informal pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak dengan adanya wabah ini.

“Contohnya pedagang-pedagang kecil cinderamata di objek-objek wisata. Mungkin mereka tidak terdaftar dalam database Kemenparekraf. Namun demikian, penghidupannya sangat terpengaruh. Kemenparekraf juga harus merancang program yang bisa menyentuh mereka,” pungkasnya.‎

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini pemerintah Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona atau (Covid-19). Dunia bisnis pun terkena dampaknya. Terutama di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengatakan, dalam rapat dengan Komisi X DPR memaparkan, ada 1.500 hotel yang tutup akibat virus corona tersebut.

“Banyak hotel tutup sementara, totalnya ada 1.500 hotel,” ujar Whisnutama dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/4) kemarin.

Selain itu Whisnutama juga memaparkan banyak pusat pemberlanjaan yang tutup sementara. Sementara destinasi wisata atau tempat hiburan juga tutup sementara akibat virus tersebut.

“Destinasi wisata atau tempat hiburan tutup sementara,” katanya.

Kemudian restoran dan rumah makan juga mengalami penurunan omzet drastis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dampak corona ini.

Baca Juga:  Tokoh Kesehatan Aceh Apresiasi Pelayanan RS Awal Bros

“Penurunan omzet 70 persen. Itu restoran dan rumah makan,” ungkapnya.

Sementara terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian‎ mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  akan memberikan beberapa stimulus untuk industri pariwisata, seperti pembebasan Pembayaran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, pengurangan biaya utilitas, dan relaksasi pinjaman bank.

Sehingga menurut Hetifah saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah proses pendataan sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Ada teman-teman pelaku parekraf yang tadinya tidak tergolong miskin, namun jatuh miskin dengan adanya wabah ini. Kemenparekraf harus dapat mendata ini secara akurat agar mereka bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Hetifah juga mengingatkan, program-program intervensi dari pemerintah harus menyentuh hingga lapisan terbawah.

Baca Juga:  Telkomsel Lebur Produk Simpati, Kartu AS dan Loop

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, banyak pekerja informal pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak dengan adanya wabah ini.

“Contohnya pedagang-pedagang kecil cinderamata di objek-objek wisata. Mungkin mereka tidak terdaftar dalam database Kemenparekraf. Namun demikian, penghidupannya sangat terpengaruh. Kemenparekraf juga harus merancang program yang bisa menyentuh mereka,” pungkasnya.‎

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari