Senin, 22 Juli 2024

2021, Penjualan Mobil Bekas Kembali Meningkat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020, berbagai sektor perekonomian mengalami goncangan yang hebat. Termasuk salah satunya sektor penjualan mobil bekas. Di 2021 ini ternyata sudah menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu.

Pengusaha otomotif dari Showroom S3Mart Auto Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Peng Suyoto mengungkapkan kloter kedua tahun ini lebih baik jika dibandingakan tahun lalu. Di mana pada tahu lalu penjualan sangat rendah akibat pandemi, bahkan penjualan nol. Menurutnya, ketakutan masyarakat akan Covid-19 sudah jauh berkurang, sehingga mendongkrak perekonomian masyarakat.

- Advertisement -

"Ini mendorong bisnis jalan, kalau tahun lalu parah-parahnya di kloter kedua, dan orang-orang baru membeli mobil di akhir tahun. Situasi tahun lalu memang sangat berat sekali," ucapnya, Kamis (1/7).

Menurut Peng Suyoto, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak showroom-showroom mobil bekas yang gulung tikar jika keuangan tidak kuat. Dikatakannya, showroom rata-rata secara aset nilai mobil turun 20 persen.

Baca Juga:  Yamaha Perkenalkan Keluarga Maxi

Namun, karena pandemi, keuntungan yang didapatkan tidak lagi seperti dulu. Mendapatkan 5 persen per mobil, saat ini sudah cukup bagus. "Saat aset yang dipegang tiba-tiba turun, otomatis ada kerugian 10 sampai 15 persen untuk setiap mobil yang dipegang," tuturnya.

- Advertisement -

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga memberikan diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap pembelian mobil baru untuk memperbaiki perekonomian, di industri otomotif dan penjualan mobil di Tanah Air.

Diskon PPnBM 100 persen yang diberikan Maret hingga Mei 2021 lalu memberikan dampak positif bagi penjualan mobil baru. Namun, hal ini justru berimbas pada penurunan penjualan mobil di showroom-showroom mobil bekas.

"Diskon PPnBM 100 persen berimbas pada penjualan mobil bekas karena adaPPnBM harga mobil bekas juga terkoreksi. PPnBM memang membantu penjualan mobil baru, tapi kami juga kena," ucapnya.

Baca Juga:  Sepekan Penuh Hiburan Seru dan Asyik di The Premiere Lounge

Kendati demikian, Peng Suyoto mengungkapkan, perlahan-lahan penjualan mobil bekas sudah mengalami kenaikan, terlebih saat diskon PPnBM diturunkan untuk tiga bulan  berikutnya Juni- Agustus yaitu sebesar 50 persen. Sedikit banyak, hal ini meningkatkan kembali penjualan mobil bekas.

"Saat ini sudah mengalami peningkatan. Kami tentu terkena imbas, mamun karena produksi mobil baru sempat turun maka penjualan mobil bekas juga naik. Kan, karena pandemi juga pabrikan mengurangi produksi mobil baru," ujarnya.

Kendati mengalami peningkatan saaat ini, penjualan mobil bekas masih jauh dibandingkan saat sebelum pandemi. Peng Suyoto berharap pemerintah gencar mendukung pemulihan ekonomi, dan mendukung pemulihan ekonomi sebesar-besarnya.

"Kami ingin pemerintah benar-benar membuka bagaimana agar roda perekonomian bisa berjalan. Karena sudah setahun lebih begini. Ini bisa membahayakan kaum pengusaha jika dibiarkan terus," ujarnya.(das)

Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020, berbagai sektor perekonomian mengalami goncangan yang hebat. Termasuk salah satunya sektor penjualan mobil bekas. Di 2021 ini ternyata sudah menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu.

Pengusaha otomotif dari Showroom S3Mart Auto Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Peng Suyoto mengungkapkan kloter kedua tahun ini lebih baik jika dibandingakan tahun lalu. Di mana pada tahu lalu penjualan sangat rendah akibat pandemi, bahkan penjualan nol. Menurutnya, ketakutan masyarakat akan Covid-19 sudah jauh berkurang, sehingga mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Ini mendorong bisnis jalan, kalau tahun lalu parah-parahnya di kloter kedua, dan orang-orang baru membeli mobil di akhir tahun. Situasi tahun lalu memang sangat berat sekali," ucapnya, Kamis (1/7).

Menurut Peng Suyoto, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak showroom-showroom mobil bekas yang gulung tikar jika keuangan tidak kuat. Dikatakannya, showroom rata-rata secara aset nilai mobil turun 20 persen.

Baca Juga:  Pendapatan Mitra Menurun, Grab Berikan Bantuan

Namun, karena pandemi, keuntungan yang didapatkan tidak lagi seperti dulu. Mendapatkan 5 persen per mobil, saat ini sudah cukup bagus. "Saat aset yang dipegang tiba-tiba turun, otomatis ada kerugian 10 sampai 15 persen untuk setiap mobil yang dipegang," tuturnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga memberikan diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap pembelian mobil baru untuk memperbaiki perekonomian, di industri otomotif dan penjualan mobil di Tanah Air.

Diskon PPnBM 100 persen yang diberikan Maret hingga Mei 2021 lalu memberikan dampak positif bagi penjualan mobil baru. Namun, hal ini justru berimbas pada penurunan penjualan mobil di showroom-showroom mobil bekas.

"Diskon PPnBM 100 persen berimbas pada penjualan mobil bekas karena adaPPnBM harga mobil bekas juga terkoreksi. PPnBM memang membantu penjualan mobil baru, tapi kami juga kena," ucapnya.

Baca Juga:  Yamaha Perkenalkan Keluarga Maxi

Kendati demikian, Peng Suyoto mengungkapkan, perlahan-lahan penjualan mobil bekas sudah mengalami kenaikan, terlebih saat diskon PPnBM diturunkan untuk tiga bulan  berikutnya Juni- Agustus yaitu sebesar 50 persen. Sedikit banyak, hal ini meningkatkan kembali penjualan mobil bekas.

"Saat ini sudah mengalami peningkatan. Kami tentu terkena imbas, mamun karena produksi mobil baru sempat turun maka penjualan mobil bekas juga naik. Kan, karena pandemi juga pabrikan mengurangi produksi mobil baru," ujarnya.

Kendati mengalami peningkatan saaat ini, penjualan mobil bekas masih jauh dibandingkan saat sebelum pandemi. Peng Suyoto berharap pemerintah gencar mendukung pemulihan ekonomi, dan mendukung pemulihan ekonomi sebesar-besarnya.

"Kami ingin pemerintah benar-benar membuka bagaimana agar roda perekonomian bisa berjalan. Karena sudah setahun lebih begini. Ini bisa membahayakan kaum pengusaha jika dibiarkan terus," ujarnya.(das)

Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari