Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Ridwan Kamil Abadikan Eril untuk Nama Masjid Al-Mumtadz

BERN (RIAUPOS.CO) — "Jika ingin ke surga diiringi jutaan doa. Selama di dunia tebarkan kebaikan dalam keheningan-keheningan."

Di nisan sang anak, Ridwan Kamil akan menuliskan puisi itu. Puisi yang khusus ditulisnya untuk Emmeril Kahn Mumtadz yang tenggelam dan ditemukan meninggal di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Rencananya, jenazah Eril –sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz– akan diterbangkan dari Zurich, Swiss, hari ini. Diperkirakan akan sampai di tanah air pada Ahad (12/6). Staf KBRI Bern akan turut mendampingi sampai ke tanah air.

Adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, yang juga berada di Bern menuturkan, pihaknya berusaha agar Eril segera dimakamkan. Saat ini, jasad Eril yang sudah berbalut kain kafan disemayamkan di salah satu rumah sakit di Bern.

Baca Juga:  Hakim Tolak Eksepsi Lima Terdakwa Penipuan Rp84,9 Miliar

Elpi menambahkan, kain kafan yang digunakan untuk mengafani jenazah alumnus Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung itu bukan didapat dari Swiss, melainkan dibawa langsung dari Bandung. "Ini pesan dari neneknya Eril. Pakai kain kafan yang dibawa dari sana," jelasnya tentang sang keponakan yang ditemukan dalam keadaan meninggal pada Rabu (8/6) di Bendungan Engehalde, Bern.

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– pun sudah berencana untuk mengabadikan kenangan akan anak lelakinya menjadi nama sebuah masjid di dekat tempat Eril dimakamkan nanti. "Namanya Masjid Al-Mumtadz. Artinya yang paling sempurna," kata pejabat negara yang berlatar belakang arsitek itu.

Menurut dia, jutaan doa mengiringi Eril. "Dari Indonesia sampai Palestina. Bahkan mungkin belum tentu kalau orang tuanya (Ridwan Kamil dan istrinya) meninggal akan mendapatkan perhatian yang seperti itu," ungkap Emil di KBRI Bern kemarin.

Baca Juga:  Perbaikan PP tentang Standar Pendidikan Nasional Harus Segera Direalisasikan

Elpi menambahkan, proses pemulangan jenazah juga mendapatkan bantuan dari KBRI Swiss dan Kementerian Luar Negeri. Dia menuturkan, proses pemandian jenazah dan persemayaman jenazah di rumah sakit Bern berjalan lancar. "Tadi sudah dimandikan. Kebetulan petugas pelayanan pemakamannya juga muslim. Jadi, tahu harus bagaimana," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

BERN (RIAUPOS.CO) — "Jika ingin ke surga diiringi jutaan doa. Selama di dunia tebarkan kebaikan dalam keheningan-keheningan."

Di nisan sang anak, Ridwan Kamil akan menuliskan puisi itu. Puisi yang khusus ditulisnya untuk Emmeril Kahn Mumtadz yang tenggelam dan ditemukan meninggal di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Rencananya, jenazah Eril –sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz– akan diterbangkan dari Zurich, Swiss, hari ini. Diperkirakan akan sampai di tanah air pada Ahad (12/6). Staf KBRI Bern akan turut mendampingi sampai ke tanah air.

Adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, yang juga berada di Bern menuturkan, pihaknya berusaha agar Eril segera dimakamkan. Saat ini, jasad Eril yang sudah berbalut kain kafan disemayamkan di salah satu rumah sakit di Bern.

Baca Juga:  Bupati Pimpin Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

Elpi menambahkan, kain kafan yang digunakan untuk mengafani jenazah alumnus Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung itu bukan didapat dari Swiss, melainkan dibawa langsung dari Bandung. "Ini pesan dari neneknya Eril. Pakai kain kafan yang dibawa dari sana," jelasnya tentang sang keponakan yang ditemukan dalam keadaan meninggal pada Rabu (8/6) di Bendungan Engehalde, Bern.

- Advertisement -

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– pun sudah berencana untuk mengabadikan kenangan akan anak lelakinya menjadi nama sebuah masjid di dekat tempat Eril dimakamkan nanti. "Namanya Masjid Al-Mumtadz. Artinya yang paling sempurna," kata pejabat negara yang berlatar belakang arsitek itu.

Menurut dia, jutaan doa mengiringi Eril. "Dari Indonesia sampai Palestina. Bahkan mungkin belum tentu kalau orang tuanya (Ridwan Kamil dan istrinya) meninggal akan mendapatkan perhatian yang seperti itu," ungkap Emil di KBRI Bern kemarin.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hakim Tolak Eksepsi Lima Terdakwa Penipuan Rp84,9 Miliar

Elpi menambahkan, proses pemulangan jenazah juga mendapatkan bantuan dari KBRI Swiss dan Kementerian Luar Negeri. Dia menuturkan, proses pemandian jenazah dan persemayaman jenazah di rumah sakit Bern berjalan lancar. "Tadi sudah dimandikan. Kebetulan petugas pelayanan pemakamannya juga muslim. Jadi, tahu harus bagaimana," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BERN (RIAUPOS.CO) — "Jika ingin ke surga diiringi jutaan doa. Selama di dunia tebarkan kebaikan dalam keheningan-keheningan."

Di nisan sang anak, Ridwan Kamil akan menuliskan puisi itu. Puisi yang khusus ditulisnya untuk Emmeril Kahn Mumtadz yang tenggelam dan ditemukan meninggal di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Rencananya, jenazah Eril –sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz– akan diterbangkan dari Zurich, Swiss, hari ini. Diperkirakan akan sampai di tanah air pada Ahad (12/6). Staf KBRI Bern akan turut mendampingi sampai ke tanah air.

Adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, yang juga berada di Bern menuturkan, pihaknya berusaha agar Eril segera dimakamkan. Saat ini, jasad Eril yang sudah berbalut kain kafan disemayamkan di salah satu rumah sakit di Bern.

Baca Juga:  Pembukaan Akses Internasional ke Bali Membawa Angin Segar

Elpi menambahkan, kain kafan yang digunakan untuk mengafani jenazah alumnus Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung itu bukan didapat dari Swiss, melainkan dibawa langsung dari Bandung. "Ini pesan dari neneknya Eril. Pakai kain kafan yang dibawa dari sana," jelasnya tentang sang keponakan yang ditemukan dalam keadaan meninggal pada Rabu (8/6) di Bendungan Engehalde, Bern.

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– pun sudah berencana untuk mengabadikan kenangan akan anak lelakinya menjadi nama sebuah masjid di dekat tempat Eril dimakamkan nanti. "Namanya Masjid Al-Mumtadz. Artinya yang paling sempurna," kata pejabat negara yang berlatar belakang arsitek itu.

Menurut dia, jutaan doa mengiringi Eril. "Dari Indonesia sampai Palestina. Bahkan mungkin belum tentu kalau orang tuanya (Ridwan Kamil dan istrinya) meninggal akan mendapatkan perhatian yang seperti itu," ungkap Emil di KBRI Bern kemarin.

Baca Juga:  Belum dan Tidak Bisa Divaksin Dilarang Bepergian Jarak Jauh

Elpi menambahkan, proses pemulangan jenazah juga mendapatkan bantuan dari KBRI Swiss dan Kementerian Luar Negeri. Dia menuturkan, proses pemandian jenazah dan persemayaman jenazah di rumah sakit Bern berjalan lancar. "Tadi sudah dimandikan. Kebetulan petugas pelayanan pemakamannya juga muslim. Jadi, tahu harus bagaimana," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari