Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Menko Airlangga Apresiasi Penyaluran KUR lewat BPD

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mencapai angka Rp73,98 triliun. Padahal dana yang dialokasikan pemerintah hanya sekitar Rp16,25 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual, Jumat (21/5)mengatakan, bahwa dana KUR tersebut disalurkan kepada 422.501 debitur.

"Pemerintah mengapresiasi kerja sama BPD dalam mendorong penyaluran kredit sehingga mencapai 422.501 debitur, leverage-nya cukup tinggi sehingga bisa memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat di daerah," kata Airlangga.

Adapun program penempatan dana pemerintah di perbankan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada UMKM juga untuk korporasi. Tercatat hingga 23 April 2021, realisasi penempatan dana sudah mencapai Rp29,25 triliun.

Baca Juga:  Honda Vario Club Rolling City Kendarai All New Honda Vario 160

 Perbankan harus menyalurkan dana tiga kali lipat lebih banyak, sehingga realisasinya kini mencapai Rp373,09 triliun.

Airlangga menyebutkan, penempatan dana di perbankan sangat strategis mendukung UMKM kembali pulih karena mendapat akses modal. "Penempatan dana terutama di BPD sangat strategis untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di daerah dan pembangunan daerah dibantu dengan optimalisasi potensi daerah masing-masing," tutur Airlangga.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, penyaluran KUR telah terealisasi Rp3,18 triliun atau 24,31 persen dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp13,36 triliun pada tahun 2021.

Menko Airlangga berharap, BPD terus selalu aktif menyalurkan KUR hingga restrukturisasi kredit.

Diketahui, BPD memiliki peran strategis dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi daerah, pasalnyaBPD lebih memahami karakteristik dari nasabah di masing-masing daerah sehingga fungsi intermediasi jadi lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Peluncuran Ertiga Hybrid Tunggu Juknis

Selain itu, inovasi yang dihasilkan BPD diharapkan dapat menghasilkan engagement dengan stakeholder daerah yang berbasis kepada produk unggulan daerah, sehingga bisa membuat momentum akselerasi pemulihan ekonomi menjadi semakin cepat.

"Saya berharap kepada seluruh BPD untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha di daerah, berupa pinjaman modal usaha, modal kerja, investasi, dan restrukturisasi untuk memulihkan aktifitas usahanya," pungkas Airlangga.(kom)

Laporan: EKA GUSMADI PUTRA, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mencapai angka Rp73,98 triliun. Padahal dana yang dialokasikan pemerintah hanya sekitar Rp16,25 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual, Jumat (21/5)mengatakan, bahwa dana KUR tersebut disalurkan kepada 422.501 debitur.

"Pemerintah mengapresiasi kerja sama BPD dalam mendorong penyaluran kredit sehingga mencapai 422.501 debitur, leverage-nya cukup tinggi sehingga bisa memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat di daerah," kata Airlangga.

Adapun program penempatan dana pemerintah di perbankan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada UMKM juga untuk korporasi. Tercatat hingga 23 April 2021, realisasi penempatan dana sudah mencapai Rp29,25 triliun.

Baca Juga:  Di Riau, Dana PC-PEN dan Pencegahan Covid-19 Terserap Rp3,37 Triliun

 Perbankan harus menyalurkan dana tiga kali lipat lebih banyak, sehingga realisasinya kini mencapai Rp373,09 triliun.

- Advertisement -

Airlangga menyebutkan, penempatan dana di perbankan sangat strategis mendukung UMKM kembali pulih karena mendapat akses modal. "Penempatan dana terutama di BPD sangat strategis untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di daerah dan pembangunan daerah dibantu dengan optimalisasi potensi daerah masing-masing," tutur Airlangga.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, penyaluran KUR telah terealisasi Rp3,18 triliun atau 24,31 persen dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp13,36 triliun pada tahun 2021.

- Advertisement -

Menko Airlangga berharap, BPD terus selalu aktif menyalurkan KUR hingga restrukturisasi kredit.

Diketahui, BPD memiliki peran strategis dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi daerah, pasalnyaBPD lebih memahami karakteristik dari nasabah di masing-masing daerah sehingga fungsi intermediasi jadi lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Petani dan Pelaku Usaha Penggilingan Padi Hemat Puluhan Juta per Bulan

Selain itu, inovasi yang dihasilkan BPD diharapkan dapat menghasilkan engagement dengan stakeholder daerah yang berbasis kepada produk unggulan daerah, sehingga bisa membuat momentum akselerasi pemulihan ekonomi menjadi semakin cepat.

"Saya berharap kepada seluruh BPD untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha di daerah, berupa pinjaman modal usaha, modal kerja, investasi, dan restrukturisasi untuk memulihkan aktifitas usahanya," pungkas Airlangga.(kom)

Laporan: EKA GUSMADI PUTRA, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mencapai angka Rp73,98 triliun. Padahal dana yang dialokasikan pemerintah hanya sekitar Rp16,25 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual, Jumat (21/5)mengatakan, bahwa dana KUR tersebut disalurkan kepada 422.501 debitur.

"Pemerintah mengapresiasi kerja sama BPD dalam mendorong penyaluran kredit sehingga mencapai 422.501 debitur, leverage-nya cukup tinggi sehingga bisa memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat di daerah," kata Airlangga.

Adapun program penempatan dana pemerintah di perbankan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada UMKM juga untuk korporasi. Tercatat hingga 23 April 2021, realisasi penempatan dana sudah mencapai Rp29,25 triliun.

Baca Juga:  Peluncuran Ertiga Hybrid Tunggu Juknis

 Perbankan harus menyalurkan dana tiga kali lipat lebih banyak, sehingga realisasinya kini mencapai Rp373,09 triliun.

Airlangga menyebutkan, penempatan dana di perbankan sangat strategis mendukung UMKM kembali pulih karena mendapat akses modal. "Penempatan dana terutama di BPD sangat strategis untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di daerah dan pembangunan daerah dibantu dengan optimalisasi potensi daerah masing-masing," tutur Airlangga.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, penyaluran KUR telah terealisasi Rp3,18 triliun atau 24,31 persen dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp13,36 triliun pada tahun 2021.

Menko Airlangga berharap, BPD terus selalu aktif menyalurkan KUR hingga restrukturisasi kredit.

Diketahui, BPD memiliki peran strategis dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi daerah, pasalnyaBPD lebih memahami karakteristik dari nasabah di masing-masing daerah sehingga fungsi intermediasi jadi lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Daihatsu Akan Gelar Daihatsu Virtual Festival

Selain itu, inovasi yang dihasilkan BPD diharapkan dapat menghasilkan engagement dengan stakeholder daerah yang berbasis kepada produk unggulan daerah, sehingga bisa membuat momentum akselerasi pemulihan ekonomi menjadi semakin cepat.

"Saya berharap kepada seluruh BPD untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha di daerah, berupa pinjaman modal usaha, modal kerja, investasi, dan restrukturisasi untuk memulihkan aktifitas usahanya," pungkas Airlangga.(kom)

Laporan: EKA GUSMADI PUTRA, Jakarta

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari