Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Anwar Ibrahim Siap Berkoalisi dengan Umno

KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) – Hari ini lawan, besok bisa jadi kawan. Situasi itu biasa dalam politik, termasuk di Malaysia. Pada pemilu sebelumnya, Partai Keadilan Rakyat (PKR) menggandeng Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) untuk menggulingkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Namun, kini PKR menjajaki kerja sama dengan UMNO demi memenangi pemilu ke-15 Malaysia mendatang.

Presiden PKR Anwar Ibrahim dalam sesi konferensi pers Selasa (16/3/2021) mengakui, ada diskusi untuk kerja sama dengan UMNO. Namun, saat ini baru penjajakan awal. Belum ada pertemuan formal maupun kesepakatan yang diambil. Dia hanya menjelaskan bahwa PKR dan UMNO memiliki kesamaan. Yaitu, terkait dengan keistimewaan bumiputra serta menghormati institusi penguasa dan agama.

Baca Juga:  Diduga Langgar Kode Etik Pengacara, Mantan Dekan Disanksi Pemberhentian Sementara

”Ini masih terlalu dini. Belum ada (kesepakatan) yang diformulasikan. Pada tahap ini, kami masih berdiskusi saja,” terang Anwar.

Masalah ekonomi, pemerintahan yang jujur, serta independensi peradilan menjadi bahan dalam diskusi awal dengan UMNO.

Ketika ditanya bertemu dengan para legislator UMNO, termasuk mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, tokoh oposisi 73 tahun itu memilih menjawab diplomatis. Dia menyatakan bertemu dengan legislator mana pun. Dia bahkan mendiskusikan kerja sama dengan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad.

”Jadi, kenapa saya tidak boleh berdiskusi dengan yang lain?” tanyanya seperti dikutip Malay Mail. 

Anwar mengungkapkan, beberapa legislator UMNO mendukung diskusi awal tersebut. Namun, belum ada keputusan institusi partai. Isu kerja sama PKR dengan UMNO mencuat setelah beredar kabar bahwa tokoh kedua partai bertemu secara informal akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Vaksin AstraZeneca Telah Dikirim Ke Jakarta, Kepri, dan Sulut

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) – Hari ini lawan, besok bisa jadi kawan. Situasi itu biasa dalam politik, termasuk di Malaysia. Pada pemilu sebelumnya, Partai Keadilan Rakyat (PKR) menggandeng Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) untuk menggulingkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Namun, kini PKR menjajaki kerja sama dengan UMNO demi memenangi pemilu ke-15 Malaysia mendatang.

Presiden PKR Anwar Ibrahim dalam sesi konferensi pers Selasa (16/3/2021) mengakui, ada diskusi untuk kerja sama dengan UMNO. Namun, saat ini baru penjajakan awal. Belum ada pertemuan formal maupun kesepakatan yang diambil. Dia hanya menjelaskan bahwa PKR dan UMNO memiliki kesamaan. Yaitu, terkait dengan keistimewaan bumiputra serta menghormati institusi penguasa dan agama.

Baca Juga:  Demi Uang Tambahan, 3 Anggota TNI Tewas

”Ini masih terlalu dini. Belum ada (kesepakatan) yang diformulasikan. Pada tahap ini, kami masih berdiskusi saja,” terang Anwar.

Masalah ekonomi, pemerintahan yang jujur, serta independensi peradilan menjadi bahan dalam diskusi awal dengan UMNO.

Ketika ditanya bertemu dengan para legislator UMNO, termasuk mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, tokoh oposisi 73 tahun itu memilih menjawab diplomatis. Dia menyatakan bertemu dengan legislator mana pun. Dia bahkan mendiskusikan kerja sama dengan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad.

- Advertisement -

”Jadi, kenapa saya tidak boleh berdiskusi dengan yang lain?” tanyanya seperti dikutip Malay Mail. 

Anwar mengungkapkan, beberapa legislator UMNO mendukung diskusi awal tersebut. Namun, belum ada keputusan institusi partai. Isu kerja sama PKR dengan UMNO mencuat setelah beredar kabar bahwa tokoh kedua partai bertemu secara informal akhir pekan lalu.

- Advertisement -
Baca Juga:  Gugatan Ditolak, Penyidikan Kasus Imam Nahrawi Berlanjut

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) – Hari ini lawan, besok bisa jadi kawan. Situasi itu biasa dalam politik, termasuk di Malaysia. Pada pemilu sebelumnya, Partai Keadilan Rakyat (PKR) menggandeng Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) untuk menggulingkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Namun, kini PKR menjajaki kerja sama dengan UMNO demi memenangi pemilu ke-15 Malaysia mendatang.

Presiden PKR Anwar Ibrahim dalam sesi konferensi pers Selasa (16/3/2021) mengakui, ada diskusi untuk kerja sama dengan UMNO. Namun, saat ini baru penjajakan awal. Belum ada pertemuan formal maupun kesepakatan yang diambil. Dia hanya menjelaskan bahwa PKR dan UMNO memiliki kesamaan. Yaitu, terkait dengan keistimewaan bumiputra serta menghormati institusi penguasa dan agama.

Baca Juga:  Besok, Keluarga Brigadir J Buat Laporan Dugaan Pembunuhan Berencana

”Ini masih terlalu dini. Belum ada (kesepakatan) yang diformulasikan. Pada tahap ini, kami masih berdiskusi saja,” terang Anwar.

Masalah ekonomi, pemerintahan yang jujur, serta independensi peradilan menjadi bahan dalam diskusi awal dengan UMNO.

Ketika ditanya bertemu dengan para legislator UMNO, termasuk mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, tokoh oposisi 73 tahun itu memilih menjawab diplomatis. Dia menyatakan bertemu dengan legislator mana pun. Dia bahkan mendiskusikan kerja sama dengan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad.

”Jadi, kenapa saya tidak boleh berdiskusi dengan yang lain?” tanyanya seperti dikutip Malay Mail. 

Anwar mengungkapkan, beberapa legislator UMNO mendukung diskusi awal tersebut. Namun, belum ada keputusan institusi partai. Isu kerja sama PKR dengan UMNO mencuat setelah beredar kabar bahwa tokoh kedua partai bertemu secara informal akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Diduga Langgar Kode Etik Pengacara, Mantan Dekan Disanksi Pemberhentian Sementara

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari