Minggu, 30 November 2025
spot_img

Komisi IX DPR Desak Pemerintah Segera Tutup Bandara dan Pelabuhan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah segera menghentikan perjalanan masuk orang dari luar negeri. Penututpan itu berlaku untuk bandara dan pelabuhan manapun.

Menurut Mufida, penutupan itu untuk mempermudah penanganan kasus Virus corona (COVID-19) di dalam negeri. Kemudian, selanjutnya harus dilakukan tracing kasus dalam negeri hingga tuntas terkait interaksi pasien positif ke para carrier.

“Jangan sampai di saat kita kerepotan menangani kasus-kasus yang terus bertambah, tetapi pintu masuk dari luar negeri terbuka lebar,” ujar Mufida kepada wartawan, Selasa (17/3).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, pemerintah juga harus mempercepat kemampuan uji laboratorium terhadap para pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga:  Kasus Pelabuhan Laut Segintung Diusut Tuntas

“Perlu dijalin kerjasama dengan laboratorium kesehatan milik pemerintah derah dan perguruan tinggi yang sudah memiliki standard dan sesuai SOP Balitbangkes pusat,” katanya.

Menurut Mufida, itu bisa dilakukan percepatan penyampaian hasil laboratorium ke Tim Ahli Klinis yg didukung penyediaan sarana transportasi medium.

Mufida juga meminta pemerintah mengaktifkan semua balai kesehatan sebagaimana dibahas dalam rapat terakhir dengan Komisi IX DPR.

“Pastikan juga ketersediaan reagen dan obat pendukung lainnya, alat kesehatan (APD, ventilator, ruang isolasi dan ruang perawatan pasien COVID-19) yang memadai,” tandasnya.

Tak kalah penting, imbuh Mufida, adalah perlindungan kepada para tenaga kesehatan yang menangani langsung maupun tidak langsung kasus COVID-19.

“Mereka inilah para pahlawan di tengah krisis seperti ini. Jangan sampai keselamatan mereka terabaikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Menteri Perdagangan Jepang Mundur karena Uang Duka

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah segera menghentikan perjalanan masuk orang dari luar negeri. Penututpan itu berlaku untuk bandara dan pelabuhan manapun.

Menurut Mufida, penutupan itu untuk mempermudah penanganan kasus Virus corona (COVID-19) di dalam negeri. Kemudian, selanjutnya harus dilakukan tracing kasus dalam negeri hingga tuntas terkait interaksi pasien positif ke para carrier.

“Jangan sampai di saat kita kerepotan menangani kasus-kasus yang terus bertambah, tetapi pintu masuk dari luar negeri terbuka lebar,” ujar Mufida kepada wartawan, Selasa (17/3).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, pemerintah juga harus mempercepat kemampuan uji laboratorium terhadap para pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga:  Webinar

“Perlu dijalin kerjasama dengan laboratorium kesehatan milik pemerintah derah dan perguruan tinggi yang sudah memiliki standard dan sesuai SOP Balitbangkes pusat,” katanya.

- Advertisement -

Menurut Mufida, itu bisa dilakukan percepatan penyampaian hasil laboratorium ke Tim Ahli Klinis yg didukung penyediaan sarana transportasi medium.

Mufida juga meminta pemerintah mengaktifkan semua balai kesehatan sebagaimana dibahas dalam rapat terakhir dengan Komisi IX DPR.

- Advertisement -

“Pastikan juga ketersediaan reagen dan obat pendukung lainnya, alat kesehatan (APD, ventilator, ruang isolasi dan ruang perawatan pasien COVID-19) yang memadai,” tandasnya.

Tak kalah penting, imbuh Mufida, adalah perlindungan kepada para tenaga kesehatan yang menangani langsung maupun tidak langsung kasus COVID-19.

“Mereka inilah para pahlawan di tengah krisis seperti ini. Jangan sampai keselamatan mereka terabaikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Andrew Jack, Pemain Film Star Wars Meninggal karena Corona

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah segera menghentikan perjalanan masuk orang dari luar negeri. Penututpan itu berlaku untuk bandara dan pelabuhan manapun.

Menurut Mufida, penutupan itu untuk mempermudah penanganan kasus Virus corona (COVID-19) di dalam negeri. Kemudian, selanjutnya harus dilakukan tracing kasus dalam negeri hingga tuntas terkait interaksi pasien positif ke para carrier.

“Jangan sampai di saat kita kerepotan menangani kasus-kasus yang terus bertambah, tetapi pintu masuk dari luar negeri terbuka lebar,” ujar Mufida kepada wartawan, Selasa (17/3).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, pemerintah juga harus mempercepat kemampuan uji laboratorium terhadap para pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga:  Kasus Pelabuhan Laut Segintung Diusut Tuntas

“Perlu dijalin kerjasama dengan laboratorium kesehatan milik pemerintah derah dan perguruan tinggi yang sudah memiliki standard dan sesuai SOP Balitbangkes pusat,” katanya.

Menurut Mufida, itu bisa dilakukan percepatan penyampaian hasil laboratorium ke Tim Ahli Klinis yg didukung penyediaan sarana transportasi medium.

Mufida juga meminta pemerintah mengaktifkan semua balai kesehatan sebagaimana dibahas dalam rapat terakhir dengan Komisi IX DPR.

“Pastikan juga ketersediaan reagen dan obat pendukung lainnya, alat kesehatan (APD, ventilator, ruang isolasi dan ruang perawatan pasien COVID-19) yang memadai,” tandasnya.

Tak kalah penting, imbuh Mufida, adalah perlindungan kepada para tenaga kesehatan yang menangani langsung maupun tidak langsung kasus COVID-19.

“Mereka inilah para pahlawan di tengah krisis seperti ini. Jangan sampai keselamatan mereka terabaikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Libur Siswa Diperpanjang, Guru di Siak Tetap Masuk Sekolah

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari