Minggu, 10 Mei 2026
- Advertisement -

Dekranasda Siak Santuni Duafa

SIAK (RIAUPOS.CO) — Kakek M Soleh (69) dan Putra (5), warga  Kecamatan Sabak Auh, menerima bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak. M Soleh dan Putra  tidak bisa melihat alias buta sejak dilahirkan.

Kakek M Soleh hidup sebatang kara tinggal di  Dusun  Seroja Kampung Rempak. Meski buta, ia masih bisa beraktivitas seperti memasak, mencuci dan sebagainya.

Sedangkan Putra tinggal bersama ibunya Yuliana dan nenek tinggal di Kampung Rempak. Sang ayah bekerja sebagai nelayan di Tanjung Balai Karimun.

Ketua Dekranasda Siak Rasidah Alfedri mengaku prihatin dengan kehidupan kakek M Soleh yang tinggal sebatang kara. "Saya secara pribadi merasa tersentuh mendengar kisah-kisah Pak Soleh dan warga di kampung ini. Setelah dapat informasi dari penghulu setempat, kami langsung  mengunjungi warga yang membutuhkan bantuan ini," kata Rasidah, akhir pekan kemarin.

Baca Juga:  Tim Bubarkan Warga yang Berkumpul

Dirinya juga berharap kepada Putra kelak menjadi anak yang soleh, berbakti sama orang tua dan bisa menjadi pemimpin.

Selain dari Dekranasda para pengurus  juga turut menyumbangkan bantuan. Rasidah pun berharap masyarakat yang mampu bisa menyisihkan rezeki untuk tetangganya yang kurang beruntung.

"Semoga dengan kunjungan kami ini dapat memberikan dorongan semangat bagi warga yang kurang mampu untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh semangat," harapnya.

Penghulu Kampung Rempak Salman Alfarisi menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak kepada warganya.

"Saya atas nama warga Kampung Rempak mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Siak yang telah memberikan bantuan kepada kami," ungkapnya.(wik)

Baca Juga:  Satukan Semangat Menuju Zona Hijau

SIAK (RIAUPOS.CO) — Kakek M Soleh (69) dan Putra (5), warga  Kecamatan Sabak Auh, menerima bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak. M Soleh dan Putra  tidak bisa melihat alias buta sejak dilahirkan.

Kakek M Soleh hidup sebatang kara tinggal di  Dusun  Seroja Kampung Rempak. Meski buta, ia masih bisa beraktivitas seperti memasak, mencuci dan sebagainya.

Sedangkan Putra tinggal bersama ibunya Yuliana dan nenek tinggal di Kampung Rempak. Sang ayah bekerja sebagai nelayan di Tanjung Balai Karimun.

Ketua Dekranasda Siak Rasidah Alfedri mengaku prihatin dengan kehidupan kakek M Soleh yang tinggal sebatang kara. "Saya secara pribadi merasa tersentuh mendengar kisah-kisah Pak Soleh dan warga di kampung ini. Setelah dapat informasi dari penghulu setempat, kami langsung  mengunjungi warga yang membutuhkan bantuan ini," kata Rasidah, akhir pekan kemarin.

Baca Juga:  Turunkan Stunting, Begini Cara Rasidah Alfedri Ajak Anak Gemar Makan Ikan

Dirinya juga berharap kepada Putra kelak menjadi anak yang soleh, berbakti sama orang tua dan bisa menjadi pemimpin.

- Advertisement -

Selain dari Dekranasda para pengurus  juga turut menyumbangkan bantuan. Rasidah pun berharap masyarakat yang mampu bisa menyisihkan rezeki untuk tetangganya yang kurang beruntung.

"Semoga dengan kunjungan kami ini dapat memberikan dorongan semangat bagi warga yang kurang mampu untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh semangat," harapnya.

- Advertisement -

Penghulu Kampung Rempak Salman Alfarisi menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak kepada warganya.

"Saya atas nama warga Kampung Rempak mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Siak yang telah memberikan bantuan kepada kami," ungkapnya.(wik)

Baca Juga:  Tinggalkan Jejak Kaki, Harimau Tak Terdeteksi Camera Trap
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) — Kakek M Soleh (69) dan Putra (5), warga  Kecamatan Sabak Auh, menerima bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak. M Soleh dan Putra  tidak bisa melihat alias buta sejak dilahirkan.

Kakek M Soleh hidup sebatang kara tinggal di  Dusun  Seroja Kampung Rempak. Meski buta, ia masih bisa beraktivitas seperti memasak, mencuci dan sebagainya.

Sedangkan Putra tinggal bersama ibunya Yuliana dan nenek tinggal di Kampung Rempak. Sang ayah bekerja sebagai nelayan di Tanjung Balai Karimun.

Ketua Dekranasda Siak Rasidah Alfedri mengaku prihatin dengan kehidupan kakek M Soleh yang tinggal sebatang kara. "Saya secara pribadi merasa tersentuh mendengar kisah-kisah Pak Soleh dan warga di kampung ini. Setelah dapat informasi dari penghulu setempat, kami langsung  mengunjungi warga yang membutuhkan bantuan ini," kata Rasidah, akhir pekan kemarin.

Baca Juga:  Satukan Semangat Menuju Zona Hijau

Dirinya juga berharap kepada Putra kelak menjadi anak yang soleh, berbakti sama orang tua dan bisa menjadi pemimpin.

Selain dari Dekranasda para pengurus  juga turut menyumbangkan bantuan. Rasidah pun berharap masyarakat yang mampu bisa menyisihkan rezeki untuk tetangganya yang kurang beruntung.

"Semoga dengan kunjungan kami ini dapat memberikan dorongan semangat bagi warga yang kurang mampu untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh semangat," harapnya.

Penghulu Kampung Rempak Salman Alfarisi menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak kepada warganya.

"Saya atas nama warga Kampung Rempak mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Siak yang telah memberikan bantuan kepada kami," ungkapnya.(wik)

Baca Juga:  Bujang Kampung Bawa Bupati Siak Raih Cakaplah Award 2024

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari