Jumat, 8 Mei 2026
- Advertisement -

Pemerintah Berusaha Bebaskan Pajak Mobil Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah terus berusaha merealisasikan pembebasan pajak untuk mobil baru. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier menganggap kebijakan itu bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Khususnya pada sektor industri otomotif.

Taufiek menyebutkan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang telah berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait rencana itu. "Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga kami sebagai pembina sektor bisa menggerakkan otomotif dengan lebih baik," ujarnya dalam diskusi bersama Bappenas kemarin (14/10).

Usul pembebasan pajak daerah itu meliputi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak kendaraan bermotor (PKB), serta pajak progresif pada kepemilikan mobil kedua dan seterusnya. Menurut Taufik, pembebasan BBNKB, PKB, dan pajak progresif akan membuat harga mobil baru lebih terjangkau. Kebijakan tersebut juga meningkatkan daya saing mobil produksi dalam negeri.

Baca Juga:  by.U Perkuat Gaya Hidup Digital Anak Muda

"Membangkitkan demand menjadi syarat utama, sehingga kelas menengah tidak menaruh uang mereka di bank," ucapnya. Relaksasi insentif otomotif bakal meningkatkan permintaan. Dengan demikian, utilisasi industri itu akan tumbuh.

Di sisi lain, penjualan kendaraan roda empat membaik setelah mencapai kondisi terendah Mei lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat, penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales pada September 2020 mencapai 48.554 unit. Jumlah itu tumbuh positif sebesar 30,3 persen jika dibandingkan dengan kinerja penjualan Agustus lalu.

Mengiringi penjualan wholesales, penjualan dari diler ke konsumen (retail sales) juga tumbuh. Gaikindo mencatat, ada 43.363 kendaraan yang terjual sepanjang September 2020. Volume penjualan tersebut naik 15,2 persen jika dibandingkan dengan volume penjualan ritel pada Agustus yang tercatat 37.655 unit.

Baca Juga:  Maman: Bubarkan Saja Kementerian BUMN!

TREN WHOLESALES MOBIL SELAMA PANDEMI

Bulan | Penjualan (unit)
Maret | 76.800
April | 7.871
Mei | 3.551
Juni | 12.623
Juli | 25.283
Agustus | 37.277
September | 48.554
Sumber: Gaikindo

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah terus berusaha merealisasikan pembebasan pajak untuk mobil baru. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier menganggap kebijakan itu bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Khususnya pada sektor industri otomotif.

Taufiek menyebutkan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang telah berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait rencana itu. "Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga kami sebagai pembina sektor bisa menggerakkan otomotif dengan lebih baik," ujarnya dalam diskusi bersama Bappenas kemarin (14/10).

Usul pembebasan pajak daerah itu meliputi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak kendaraan bermotor (PKB), serta pajak progresif pada kepemilikan mobil kedua dan seterusnya. Menurut Taufik, pembebasan BBNKB, PKB, dan pajak progresif akan membuat harga mobil baru lebih terjangkau. Kebijakan tersebut juga meningkatkan daya saing mobil produksi dalam negeri.

Baca Juga:  Relaksasi Kredit Diperpanjang hingga Maret 2022

"Membangkitkan demand menjadi syarat utama, sehingga kelas menengah tidak menaruh uang mereka di bank," ucapnya. Relaksasi insentif otomotif bakal meningkatkan permintaan. Dengan demikian, utilisasi industri itu akan tumbuh.

Di sisi lain, penjualan kendaraan roda empat membaik setelah mencapai kondisi terendah Mei lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat, penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales pada September 2020 mencapai 48.554 unit. Jumlah itu tumbuh positif sebesar 30,3 persen jika dibandingkan dengan kinerja penjualan Agustus lalu.

- Advertisement -

Mengiringi penjualan wholesales, penjualan dari diler ke konsumen (retail sales) juga tumbuh. Gaikindo mencatat, ada 43.363 kendaraan yang terjual sepanjang September 2020. Volume penjualan tersebut naik 15,2 persen jika dibandingkan dengan volume penjualan ritel pada Agustus yang tercatat 37.655 unit.

Baca Juga:  PLN Siapkan Transisi Menuju Energi Bersih Demi Generasi Mendatang

TREN WHOLESALES MOBIL SELAMA PANDEMI

- Advertisement -

Bulan | Penjualan (unit)
Maret | 76.800
April | 7.871
Mei | 3.551
Juni | 12.623
Juli | 25.283
Agustus | 37.277
September | 48.554
Sumber: Gaikindo

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah terus berusaha merealisasikan pembebasan pajak untuk mobil baru. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier menganggap kebijakan itu bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Khususnya pada sektor industri otomotif.

Taufiek menyebutkan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang telah berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait rencana itu. "Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga kami sebagai pembina sektor bisa menggerakkan otomotif dengan lebih baik," ujarnya dalam diskusi bersama Bappenas kemarin (14/10).

Usul pembebasan pajak daerah itu meliputi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak kendaraan bermotor (PKB), serta pajak progresif pada kepemilikan mobil kedua dan seterusnya. Menurut Taufik, pembebasan BBNKB, PKB, dan pajak progresif akan membuat harga mobil baru lebih terjangkau. Kebijakan tersebut juga meningkatkan daya saing mobil produksi dalam negeri.

Baca Juga:  Tren Velg Mobil Aftermarket Sepanjang 2022

"Membangkitkan demand menjadi syarat utama, sehingga kelas menengah tidak menaruh uang mereka di bank," ucapnya. Relaksasi insentif otomotif bakal meningkatkan permintaan. Dengan demikian, utilisasi industri itu akan tumbuh.

Di sisi lain, penjualan kendaraan roda empat membaik setelah mencapai kondisi terendah Mei lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat, penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales pada September 2020 mencapai 48.554 unit. Jumlah itu tumbuh positif sebesar 30,3 persen jika dibandingkan dengan kinerja penjualan Agustus lalu.

Mengiringi penjualan wholesales, penjualan dari diler ke konsumen (retail sales) juga tumbuh. Gaikindo mencatat, ada 43.363 kendaraan yang terjual sepanjang September 2020. Volume penjualan tersebut naik 15,2 persen jika dibandingkan dengan volume penjualan ritel pada Agustus yang tercatat 37.655 unit.

Baca Juga:  PLN Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

TREN WHOLESALES MOBIL SELAMA PANDEMI

Bulan | Penjualan (unit)
Maret | 76.800
April | 7.871
Mei | 3.551
Juni | 12.623
Juli | 25.283
Agustus | 37.277
September | 48.554
Sumber: Gaikindo

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari