Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

Terhambat Kabel dan Pohon, Kapal Hibah Kementerian Tertahan di Kuok

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 58 dievakuasi dari bawah Jembatan Bangkinang Water Front City di Areal Bangkinang Riverside, kemarin. Ternyata, evakuasi kapal ini tidak mulus. Dibawa dengan truk besar menuju lokasi evakuasi, Danau PLTA Koto Panjang, kapal tersebut sempat terhenti di Kuok pada Sabtu (29/2).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampr Mahadi yang memimpin evakuasi tersebut menyebutkan, ada banyak hambatan sepanjang jalan. Sejumlah kabel dan pohon-pohon membuat iring-iringan kapal ini kerap berhenti. Sterilisasi jalur yang dilewati harus dilakukan di sejumlah tempat seperti di Kuok.

’’Tegakannya tinggi, mencapai tujuh meter. Jadi banyak kabel dan pohon yang menghambat. Sekarang (sore ini, red) sedang di Kuok. Sulit lewat di sini, banyak pohon dan kabel yang terlalu rendah,’’ kata Mahadi.

Baca Juga:  Dampingi Kajati, HM Wardan Tinjau Kantor Kejari

Evakuasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kampar dan Sekda Kampar beberapa waktu lalu ketika meninjau kapal tersebut. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk melayani Pariwisata di areal waduk PLTA Koto Panjang.

’’Sesuai dengan rencana awal bahwa kapal ini akan dimanfaatkan untuk transportasi air di PLTA Koto panjang, namun setelah beberapa bulan kedatangan kapal ini, baru sekarang dapat kita evakuasi,’’ lanjut Mahadi.

Evakuasi kapal ini memang tidak mudah. Ketinggiannya di atas saja lebih dari tiga meter saat mengapung. Persiapan untuk evakuasi saja, Dishub perlu waktu selama dua hari. Truk tronton, sebuah mobil terado dengan dua unit crane, diturunkan untuk proses evakuasi tersebut. ’’Kalau sesuai rencana, malam ini harusnya sampai ke PLTA, namun ini masih banyak hambatan,’’ sebut Hamadi.

Baca Juga:  Tingkatkan Ekonomi, BUMDes dan BPD Berkolaborasi

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

Editor: Firman Agus

 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 58 dievakuasi dari bawah Jembatan Bangkinang Water Front City di Areal Bangkinang Riverside, kemarin. Ternyata, evakuasi kapal ini tidak mulus. Dibawa dengan truk besar menuju lokasi evakuasi, Danau PLTA Koto Panjang, kapal tersebut sempat terhenti di Kuok pada Sabtu (29/2).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampr Mahadi yang memimpin evakuasi tersebut menyebutkan, ada banyak hambatan sepanjang jalan. Sejumlah kabel dan pohon-pohon membuat iring-iringan kapal ini kerap berhenti. Sterilisasi jalur yang dilewati harus dilakukan di sejumlah tempat seperti di Kuok.

’’Tegakannya tinggi, mencapai tujuh meter. Jadi banyak kabel dan pohon yang menghambat. Sekarang (sore ini, red) sedang di Kuok. Sulit lewat di sini, banyak pohon dan kabel yang terlalu rendah,’’ kata Mahadi.

Baca Juga:  UMKM Binaan PLN UIP Sumbagteng Juara II Kompetisi Wirausaha Muda Syariah 2025

Evakuasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kampar dan Sekda Kampar beberapa waktu lalu ketika meninjau kapal tersebut. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk melayani Pariwisata di areal waduk PLTA Koto Panjang.

’’Sesuai dengan rencana awal bahwa kapal ini akan dimanfaatkan untuk transportasi air di PLTA Koto panjang, namun setelah beberapa bulan kedatangan kapal ini, baru sekarang dapat kita evakuasi,’’ lanjut Mahadi.

- Advertisement -

Evakuasi kapal ini memang tidak mudah. Ketinggiannya di atas saja lebih dari tiga meter saat mengapung. Persiapan untuk evakuasi saja, Dishub perlu waktu selama dua hari. Truk tronton, sebuah mobil terado dengan dua unit crane, diturunkan untuk proses evakuasi tersebut. ’’Kalau sesuai rencana, malam ini harusnya sampai ke PLTA, namun ini masih banyak hambatan,’’ sebut Hamadi.

Baca Juga:  Kasus Kematian Tertinggi Selama Pandemi

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

- Advertisement -

Editor: Firman Agus

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 58 dievakuasi dari bawah Jembatan Bangkinang Water Front City di Areal Bangkinang Riverside, kemarin. Ternyata, evakuasi kapal ini tidak mulus. Dibawa dengan truk besar menuju lokasi evakuasi, Danau PLTA Koto Panjang, kapal tersebut sempat terhenti di Kuok pada Sabtu (29/2).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampr Mahadi yang memimpin evakuasi tersebut menyebutkan, ada banyak hambatan sepanjang jalan. Sejumlah kabel dan pohon-pohon membuat iring-iringan kapal ini kerap berhenti. Sterilisasi jalur yang dilewati harus dilakukan di sejumlah tempat seperti di Kuok.

’’Tegakannya tinggi, mencapai tujuh meter. Jadi banyak kabel dan pohon yang menghambat. Sekarang (sore ini, red) sedang di Kuok. Sulit lewat di sini, banyak pohon dan kabel yang terlalu rendah,’’ kata Mahadi.

Baca Juga:  Kasus Kematian Tertinggi Selama Pandemi

Evakuasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kampar dan Sekda Kampar beberapa waktu lalu ketika meninjau kapal tersebut. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk melayani Pariwisata di areal waduk PLTA Koto Panjang.

’’Sesuai dengan rencana awal bahwa kapal ini akan dimanfaatkan untuk transportasi air di PLTA Koto panjang, namun setelah beberapa bulan kedatangan kapal ini, baru sekarang dapat kita evakuasi,’’ lanjut Mahadi.

Evakuasi kapal ini memang tidak mudah. Ketinggiannya di atas saja lebih dari tiga meter saat mengapung. Persiapan untuk evakuasi saja, Dishub perlu waktu selama dua hari. Truk tronton, sebuah mobil terado dengan dua unit crane, diturunkan untuk proses evakuasi tersebut. ’’Kalau sesuai rencana, malam ini harusnya sampai ke PLTA, namun ini masih banyak hambatan,’’ sebut Hamadi.

Baca Juga:  Skadron Tempur Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Terbang Malam  

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

Editor: Firman Agus

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari