Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Wakil Menkes Iran dan Anggota Parlemen Positif Virus Corona

TAHERAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Menteri Kesehatan Iran dan seorang anggota parlemen positif terkena virus corona. Iran sendiri saat ini juga sedang berjuang untuk menahan laju wabah yang telah menewaskan 16 jiwa di sana.

Dilansir dari BBC, Rabu (26/2), Iran adalah salah satu dari tiga titik bahaya di luar China yang sedang was-was dengan keganasan virus corona. Wakil Menkes Iraj Harirchi, pada hari Senin (26/2) lalu membantah mereka menutup-nutupi skala wabah.

Iran telah melaporkan ada 95 kasus, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan mendadak dalam kasus-kasus di negara ini sangat memprihatinkan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada hari Selasa (25/2), bahwa AS khawatir bahwa Iran memyembunyikan kondisi yang sebenarnya tentang wabah itu. Selama ini Iran dan China memang memiliki hubungan perdagangan yang kuat.

Baca Juga:  Gawat, WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Kebal Imunitas

Pada hari Selasa (25/2), seorang anggota parlemen dari ibukota Iran, Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga mengatakan dia telah dinyatakan positif mengidap virus itu. Tidak seperti di Italia, para pejabat Iran menolak untuk memberlakukan karantina di daerah-daerah yang terkena wabah. Iran mengatakan karantina adalah metode kuno yang sudah tidak dianut lagu oleh mereka.

Tempat suci di kota-kota Qom dan Mashhad masih terbuka, meskipun Qom menjadi sarang virus. Iran juga kekurangan peralatan medis yang dibutuhkannya untuk membantu mengatasi wabah tersebut. Liran juga kehabisan masker dan tak cukup alat kit untuk deteksi virus Korona. Sejumlah tenaga medis juga telah terinfeksi, sehingga ada kekhawatiran bahwa mereka akan segera kehabisan dokter dan perawat.

Baca Juga:  Jenazah Korban Kelompok Teror Dievakuasi ke Timika

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

TAHERAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Menteri Kesehatan Iran dan seorang anggota parlemen positif terkena virus corona. Iran sendiri saat ini juga sedang berjuang untuk menahan laju wabah yang telah menewaskan 16 jiwa di sana.

Dilansir dari BBC, Rabu (26/2), Iran adalah salah satu dari tiga titik bahaya di luar China yang sedang was-was dengan keganasan virus corona. Wakil Menkes Iraj Harirchi, pada hari Senin (26/2) lalu membantah mereka menutup-nutupi skala wabah.

Iran telah melaporkan ada 95 kasus, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan mendadak dalam kasus-kasus di negara ini sangat memprihatinkan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada hari Selasa (25/2), bahwa AS khawatir bahwa Iran memyembunyikan kondisi yang sebenarnya tentang wabah itu. Selama ini Iran dan China memang memiliki hubungan perdagangan yang kuat.

Baca Juga:  Zapin Api, Legenda yang 40 Tahun Padam

Pada hari Selasa (25/2), seorang anggota parlemen dari ibukota Iran, Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga mengatakan dia telah dinyatakan positif mengidap virus itu. Tidak seperti di Italia, para pejabat Iran menolak untuk memberlakukan karantina di daerah-daerah yang terkena wabah. Iran mengatakan karantina adalah metode kuno yang sudah tidak dianut lagu oleh mereka.

- Advertisement -

Tempat suci di kota-kota Qom dan Mashhad masih terbuka, meskipun Qom menjadi sarang virus. Iran juga kekurangan peralatan medis yang dibutuhkannya untuk membantu mengatasi wabah tersebut. Liran juga kehabisan masker dan tak cukup alat kit untuk deteksi virus Korona. Sejumlah tenaga medis juga telah terinfeksi, sehingga ada kekhawatiran bahwa mereka akan segera kehabisan dokter dan perawat.

Baca Juga:  Wajib Tahu, Ini 6 Manfaat Penting Sarapan bagi Tubuh

 

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TAHERAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Menteri Kesehatan Iran dan seorang anggota parlemen positif terkena virus corona. Iran sendiri saat ini juga sedang berjuang untuk menahan laju wabah yang telah menewaskan 16 jiwa di sana.

Dilansir dari BBC, Rabu (26/2), Iran adalah salah satu dari tiga titik bahaya di luar China yang sedang was-was dengan keganasan virus corona. Wakil Menkes Iraj Harirchi, pada hari Senin (26/2) lalu membantah mereka menutup-nutupi skala wabah.

Iran telah melaporkan ada 95 kasus, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan mendadak dalam kasus-kasus di negara ini sangat memprihatinkan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada hari Selasa (25/2), bahwa AS khawatir bahwa Iran memyembunyikan kondisi yang sebenarnya tentang wabah itu. Selama ini Iran dan China memang memiliki hubungan perdagangan yang kuat.

Baca Juga:  LPPM Unri Audit Fisik Gedung RSUD Rohul

Pada hari Selasa (25/2), seorang anggota parlemen dari ibukota Iran, Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga mengatakan dia telah dinyatakan positif mengidap virus itu. Tidak seperti di Italia, para pejabat Iran menolak untuk memberlakukan karantina di daerah-daerah yang terkena wabah. Iran mengatakan karantina adalah metode kuno yang sudah tidak dianut lagu oleh mereka.

Tempat suci di kota-kota Qom dan Mashhad masih terbuka, meskipun Qom menjadi sarang virus. Iran juga kekurangan peralatan medis yang dibutuhkannya untuk membantu mengatasi wabah tersebut. Liran juga kehabisan masker dan tak cukup alat kit untuk deteksi virus Korona. Sejumlah tenaga medis juga telah terinfeksi, sehingga ada kekhawatiran bahwa mereka akan segera kehabisan dokter dan perawat.

Baca Juga:  Salurkan 50.000 Masker, Gubernur Riau Berikan Penghargaan kepada PTPN V

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari