Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Dokumen Penahanan Etnis Uighur Bocor

XINJIANG (RIAUPOS.CO) — Dokumen pemerintah lokal di Xinjiang yang memuat kebijakan pengawasan dan penahanan etnis Uighur bocor. CNN merilis bahwa sebagian besar alasan penahanan kelompok minoritas tersebut adalah hal sepele. Misalnya, pemakaian cadar.

Dokumen yang diperoleh merupakan berkas PDF berisi 137 halaman laporan pemerintah di wilayah Karakax, barat laut Xinjiang. Laporan itu menunjukkan apa saja yang menjadi pertimbangan otoritas sebelum menjebloskan warga Xinjiang ke kamp reedukasi. Beijing ternyata tidak hanya mengumpulkan data identitas dan pekerjaan mereka.

Selain identitas pokok, pemerintah mengumpulkan informasi yang disebut Three Circles. Isinya adalah informasi keluarga besar, pergaulan sosial, dan kelompok agama dari seorang penduduk Karakax. "Isi dokumen ini menunjukkan paranoidnya rezim yang sedang berusaha menjadi negara adidaya dunia," papar Adrian Zenz, pakar Cina yang mengetuai tim verifikasi dokumen.

Baca Juga:  1 Sendok Teh Garam Sehari untuk Cegah Hipertensi

Zenz menjelaskan, beberapa pertimbangan otoritas untuk menahan Uighur jauh dari kata kriminal. Sebanyak 114 tahanan di kamp reedukasi ditahan karena melawan dengan memiliki banyak anak. Beijing hanya mengizinkan maksimal tiga anak di keluarga Uighur.  Selain mereka, 25 penduduk ditangkap lantaran mempunyai paspor, tetapi belum pernah bepergian ke luar negeri. Lalu, 13 orang ditahan karena punya kepercayaan yang kuat. Pemerintah Cina maupun Xinjiang belum memberikan tanggapan terkait dokumen itu.(jpg)

XINJIANG (RIAUPOS.CO) — Dokumen pemerintah lokal di Xinjiang yang memuat kebijakan pengawasan dan penahanan etnis Uighur bocor. CNN merilis bahwa sebagian besar alasan penahanan kelompok minoritas tersebut adalah hal sepele. Misalnya, pemakaian cadar.

Dokumen yang diperoleh merupakan berkas PDF berisi 137 halaman laporan pemerintah di wilayah Karakax, barat laut Xinjiang. Laporan itu menunjukkan apa saja yang menjadi pertimbangan otoritas sebelum menjebloskan warga Xinjiang ke kamp reedukasi. Beijing ternyata tidak hanya mengumpulkan data identitas dan pekerjaan mereka.

Selain identitas pokok, pemerintah mengumpulkan informasi yang disebut Three Circles. Isinya adalah informasi keluarga besar, pergaulan sosial, dan kelompok agama dari seorang penduduk Karakax. "Isi dokumen ini menunjukkan paranoidnya rezim yang sedang berusaha menjadi negara adidaya dunia," papar Adrian Zenz, pakar Cina yang mengetuai tim verifikasi dokumen.

Baca Juga:  Andre Rosiade Dihujat Netizen Karena Dianggap Jebak PSK

Zenz menjelaskan, beberapa pertimbangan otoritas untuk menahan Uighur jauh dari kata kriminal. Sebanyak 114 tahanan di kamp reedukasi ditahan karena melawan dengan memiliki banyak anak. Beijing hanya mengizinkan maksimal tiga anak di keluarga Uighur.  Selain mereka, 25 penduduk ditangkap lantaran mempunyai paspor, tetapi belum pernah bepergian ke luar negeri. Lalu, 13 orang ditahan karena punya kepercayaan yang kuat. Pemerintah Cina maupun Xinjiang belum memberikan tanggapan terkait dokumen itu.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

XINJIANG (RIAUPOS.CO) — Dokumen pemerintah lokal di Xinjiang yang memuat kebijakan pengawasan dan penahanan etnis Uighur bocor. CNN merilis bahwa sebagian besar alasan penahanan kelompok minoritas tersebut adalah hal sepele. Misalnya, pemakaian cadar.

Dokumen yang diperoleh merupakan berkas PDF berisi 137 halaman laporan pemerintah di wilayah Karakax, barat laut Xinjiang. Laporan itu menunjukkan apa saja yang menjadi pertimbangan otoritas sebelum menjebloskan warga Xinjiang ke kamp reedukasi. Beijing ternyata tidak hanya mengumpulkan data identitas dan pekerjaan mereka.

Selain identitas pokok, pemerintah mengumpulkan informasi yang disebut Three Circles. Isinya adalah informasi keluarga besar, pergaulan sosial, dan kelompok agama dari seorang penduduk Karakax. "Isi dokumen ini menunjukkan paranoidnya rezim yang sedang berusaha menjadi negara adidaya dunia," papar Adrian Zenz, pakar Cina yang mengetuai tim verifikasi dokumen.

Baca Juga:  PT Bukara Akui Tidak Miliki IMB

Zenz menjelaskan, beberapa pertimbangan otoritas untuk menahan Uighur jauh dari kata kriminal. Sebanyak 114 tahanan di kamp reedukasi ditahan karena melawan dengan memiliki banyak anak. Beijing hanya mengizinkan maksimal tiga anak di keluarga Uighur.  Selain mereka, 25 penduduk ditangkap lantaran mempunyai paspor, tetapi belum pernah bepergian ke luar negeri. Lalu, 13 orang ditahan karena punya kepercayaan yang kuat. Pemerintah Cina maupun Xinjiang belum memberikan tanggapan terkait dokumen itu.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari