Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Kasus Molotov Kantor Satpol Masih Misterius

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus bom molotov yang terjadi pada 29 Januari lalu, di Kantor Satpol PP Provinsi pada malam pukul 20.10 WIB masih misterius. Hampir dua pekan belum ditemukan titik temu.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awalludin Syam kepada Riau Pos, Senin (10/2) mengatakan, masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi. "Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang diperiksa. Namun belum ditemukan kecocokan dengan yang ada di CCTv. Perlu digarisbawahi belum ditemukan kecocokan ya bukan nggak ditemukan kecocokan," sebutnya.

Lebih jauh, kesulitan lainnya sepeda motor yang ditunggangi tidak memakai nomor polisi. "Jadi sepeda motor metik yang digunakan untuk melakukan aksi molotov tak ada platnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Buka MTQ Kecamatan Rumbai, Pj Wako Harapkan Jadi Ajang Syiar Islam

Perlu diketahui juga, saat kantor Satpol PP Provinsi di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Sail sedang tidak ada petugas yang berjaga. Sebab hanya dijaga saat jam kantor.

Meski demikian, insiden itu diketahui oleh penjaga resepsionis yang mendengar ledakan itu. Secara berjenjang dilaporkan ke atasan lalu ke Polsek Limapuluh dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.(s)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus bom molotov yang terjadi pada 29 Januari lalu, di Kantor Satpol PP Provinsi pada malam pukul 20.10 WIB masih misterius. Hampir dua pekan belum ditemukan titik temu.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awalludin Syam kepada Riau Pos, Senin (10/2) mengatakan, masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi. "Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang diperiksa. Namun belum ditemukan kecocokan dengan yang ada di CCTv. Perlu digarisbawahi belum ditemukan kecocokan ya bukan nggak ditemukan kecocokan," sebutnya.

Lebih jauh, kesulitan lainnya sepeda motor yang ditunggangi tidak memakai nomor polisi. "Jadi sepeda motor metik yang digunakan untuk melakukan aksi molotov tak ada platnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Sasar Zona Merah, Rapid Test Massal di Delima dan Tobek Godang

Perlu diketahui juga, saat kantor Satpol PP Provinsi di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Sail sedang tidak ada petugas yang berjaga. Sebab hanya dijaga saat jam kantor.

Meski demikian, insiden itu diketahui oleh penjaga resepsionis yang mendengar ledakan itu. Secara berjenjang dilaporkan ke atasan lalu ke Polsek Limapuluh dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.(s)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kasus Molotov Kantor Satpol Masih Misterius

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus bom molotov yang terjadi pada 29 Januari lalu, di Kantor Satpol PP Provinsi pada malam pukul 20.10 WIB masih misterius. Hampir dua pekan belum ditemukan titik temu.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awalludin Syam kepada Riau Pos, Senin (10/2) mengatakan, masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi. "Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang diperiksa. Namun belum ditemukan kecocokan dengan yang ada di CCTv. Perlu digarisbawahi belum ditemukan kecocokan ya bukan nggak ditemukan kecocokan," sebutnya.

Lebih jauh, kesulitan lainnya sepeda motor yang ditunggangi tidak memakai nomor polisi. "Jadi sepeda motor metik yang digunakan untuk melakukan aksi molotov tak ada platnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Ajak Masyarakat Gerakkan Zakat dan Wakaf di Riau

Perlu diketahui juga, saat kantor Satpol PP Provinsi di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Sail sedang tidak ada petugas yang berjaga. Sebab hanya dijaga saat jam kantor.

Meski demikian, insiden itu diketahui oleh penjaga resepsionis yang mendengar ledakan itu. Secara berjenjang dilaporkan ke atasan lalu ke Polsek Limapuluh dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.(s)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus bom molotov yang terjadi pada 29 Januari lalu, di Kantor Satpol PP Provinsi pada malam pukul 20.10 WIB masih misterius. Hampir dua pekan belum ditemukan titik temu.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awalludin Syam kepada Riau Pos, Senin (10/2) mengatakan, masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi. "Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang diperiksa. Namun belum ditemukan kecocokan dengan yang ada di CCTv. Perlu digarisbawahi belum ditemukan kecocokan ya bukan nggak ditemukan kecocokan," sebutnya.

Lebih jauh, kesulitan lainnya sepeda motor yang ditunggangi tidak memakai nomor polisi. "Jadi sepeda motor metik yang digunakan untuk melakukan aksi molotov tak ada platnya," ungkapnya.

Baca Juga:  Ketua PGRI Riau Panggil Pengurus PGRI Kota

Perlu diketahui juga, saat kantor Satpol PP Provinsi di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Sail sedang tidak ada petugas yang berjaga. Sebab hanya dijaga saat jam kantor.

Meski demikian, insiden itu diketahui oleh penjaga resepsionis yang mendengar ledakan itu. Secara berjenjang dilaporkan ke atasan lalu ke Polsek Limapuluh dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.(s)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari