Minggu, 1 November 2026
- Advertisement -

Imbas 18 Ton Kayu Bantuan Diamankan Bea Cukai, Bedah Rumah Warga Tanjung Kedabu Terancam Batal

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harapan delapan keluarga kurang mampu di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk memiliki tempat tinggal layak terancam tertunda.

Pasalnya, sekitar 18 ton kayu jenis broti dan papan yang disiapkan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikabarkan diamankan oleh petugas Kanwil Bea dan Cukai Riau di wilayah Pulau Rangsang pada Kamis (29/10/2026).

Kepala Kantor Pos Bantu KPPBC TMP C Bengkalis di Selatpanjang, Enrico, membenarkan adanya penindakan tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026). Namun, ia menyebut seluruh kewenangan dan penanganan perkara berada langsung di tingkat Kanwil.

Kepala Desa Tanjung Kedabu, Miswan, mengutarakan bahwa penahanan material tersebut membuat warga penerima manfaat kategori desil satu dan dua kelimpungan mencari pasokan kayu pengganti.

Baca Juga:  Kabin Crane Lepas, Operator Meninggal

“Kami sangat berharap ada solusi dari pihak terkait agar material ini mendapatkan kejelasan. Jangan sampai masyarakat kecil di kawasan 3T yang menanggung dampaknya,” ujar Miswan.

Ia berharap adanya koordinasi lintas sektor antara pemkab, pemerintah pusat, dan Bea Cukai guna mencari titik terang agar proses rehabilitasi rumah bagi 74 warga penerima prioritas di desanya tidak kehilangan momentum.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harapan delapan keluarga kurang mampu di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk memiliki tempat tinggal layak terancam tertunda.

Pasalnya, sekitar 18 ton kayu jenis broti dan papan yang disiapkan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikabarkan diamankan oleh petugas Kanwil Bea dan Cukai Riau di wilayah Pulau Rangsang pada Kamis (29/10/2026).

Kepala Kantor Pos Bantu KPPBC TMP C Bengkalis di Selatpanjang, Enrico, membenarkan adanya penindakan tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026). Namun, ia menyebut seluruh kewenangan dan penanganan perkara berada langsung di tingkat Kanwil.

Kepala Desa Tanjung Kedabu, Miswan, mengutarakan bahwa penahanan material tersebut membuat warga penerima manfaat kategori desil satu dan dua kelimpungan mencari pasokan kayu pengganti.

Baca Juga:  Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

“Kami sangat berharap ada solusi dari pihak terkait agar material ini mendapatkan kejelasan. Jangan sampai masyarakat kecil di kawasan 3T yang menanggung dampaknya,” ujar Miswan.

- Advertisement -

Ia berharap adanya koordinasi lintas sektor antara pemkab, pemerintah pusat, dan Bea Cukai guna mencari titik terang agar proses rehabilitasi rumah bagi 74 warga penerima prioritas di desanya tidak kehilangan momentum.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harapan delapan keluarga kurang mampu di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk memiliki tempat tinggal layak terancam tertunda.

Pasalnya, sekitar 18 ton kayu jenis broti dan papan yang disiapkan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikabarkan diamankan oleh petugas Kanwil Bea dan Cukai Riau di wilayah Pulau Rangsang pada Kamis (29/10/2026).

Kepala Kantor Pos Bantu KPPBC TMP C Bengkalis di Selatpanjang, Enrico, membenarkan adanya penindakan tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026). Namun, ia menyebut seluruh kewenangan dan penanganan perkara berada langsung di tingkat Kanwil.

Kepala Desa Tanjung Kedabu, Miswan, mengutarakan bahwa penahanan material tersebut membuat warga penerima manfaat kategori desil satu dan dua kelimpungan mencari pasokan kayu pengganti.

Baca Juga:  Rahasia Lezat Terasi Meranti, Diolah dari Udang Pepai Segar Hasil Tangkapan Nelayan

“Kami sangat berharap ada solusi dari pihak terkait agar material ini mendapatkan kejelasan. Jangan sampai masyarakat kecil di kawasan 3T yang menanggung dampaknya,” ujar Miswan.

Ia berharap adanya koordinasi lintas sektor antara pemkab, pemerintah pusat, dan Bea Cukai guna mencari titik terang agar proses rehabilitasi rumah bagi 74 warga penerima prioritas di desanya tidak kehilangan momentum.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari