KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “Smart Posyandu: Implementasi Sistem Digital melalui Pemberdayaan Kader dalam Monitoring Kesehatan Ibu dan Balita” yang digelar di Kantor Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Program tersebut melibatkan 35 kader yang berasal dari 18 posyandu di Desa Pandau Jaya. Pelaksanaannya berlangsung dalam tiga tahap, yakni pada 2 Juni, 30 Juli, dan 6 Agustus 2026.
Dalam program ini, tim Unri memperkenalkan Smart Posyandu, sebuah aplikasi berbasis website yang dirancang untuk membantu kader melakukan pencatatan kegiatan posyandu secara digital.
Aplikasi tersebut menyediakan sejumlah fitur untuk mendukung pekerjaan kader. Di antaranya pendaftaran sasaran, pencatatan kunjungan, pemantauan pertumbuhan balita, rekapitulasi data hingga kartu identitas kesehatan yang menggunakan QR code.
Program Smart Posyandu merupakan hasil kolaborasi dosen dari Program Studi Ilmu Komputer dan Fakultas Kedokteran Unri. Yanti Andriyani PhD berperan dalam pengembangan sistem sekaligus pelatihan teknis, sedangkan dr Akbar Shiddiq Sp PD membantu menyesuaikan variabel data, alur pelayanan serta materi monitoring kesehatan.
Tim PkM tersebut diketuai Rahmat Hidayat MKom dengan anggota Yanti Andriyani PhD dari Prodi Ilmu Komputer dan dr Akbar Shiddiq Sp PD dari Fakultas Kedokteran Unri.
Rahmat mengatakan, penerapan Smart Posyandu diharapkan tidak hanya mempermudah proses pencatatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan literasi digital para kader di Desa Pandau Jaya.
Dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan, kader diharapkan mampu memanfaatkan platform tersebut dalam mendukung kegiatan posyandu secara lebih efektif.
Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 berdasarkan nomor kontrak 267/UN19.5.1.3/AL.04/2026.
Ketua Forum Posyandu Desa Pandau Jaya, Helfiandri, menyambut baik inovasi yang diperkenalkan tim Unri. Ia berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi terus dilakukan sampai seluruh kader dapat menggunakan Smart Posyandu secara mandiri.
Menurutnya, kemampuan kader dalam memanfaatkan teknologi digital akan membantu proses pencatatan sekaligus monitoring kesehatan ibu dan balita di posyandu.
Tim Unri pun menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan Smart Posyandu diharapkan dapat dilakukan secara bertahap di seluruh posyandu yang ada di Desa Pandau Jaya.(*)

