Minggu, 20 September 2026
- Advertisement -

Dua Lahan di Kampar Terbakar, Tiga Hotspot Terdeteksi dalam Sehari

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dua kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, dan Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Pada hari yang sama, BPBD Kampar juga mendeteksi tiga titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, laporan hingga pukul 19.30 WIB menunjukkan kebakaran di Jalan Swadaya, Desa Rimbo Panjang, sudah berlangsung selama dua hari.

“Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar tiga hektare,” jelas Adi Candra.

Lahan tersebut merupakan kawasan mineral gambut yang ditumbuhi semak belukar. Api diketahui merambat melalui permukaan tanah atau surface fire dan bagian bawah permukaan atau ground fire.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Penanganan dilakukan tim gabungan yang melibatkan BPBD Kampar, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat dengan melakukan penyekatan serta pemadaman.

Baca Juga:  Bandar Diburu dari Tapung Hulu, Diringkus di Siak Hulu

Adi Candra menyebutkan, api di lokasi sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan titik asap karena karakteristik vegetasi gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan.

Kebakaran lainnya terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, sekitar pukul 14.51 WIB. Lahan yang terbakar berada di kawasan mineral dengan vegetasi semak belukar di area perkebunan kelapa sawit.

“Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan,” ungkap Adi Candra.

Petugas gabungan BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian melakukan penyekatan dan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan, meskipun asap masih terlihat di sekitar lokasi.

Selain kebakaran, BPBD Kampar mencatat tiga hotspot pada hari yang sama. Titik tersebut berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang; Desa Bulu Cina, Kecamatan Siak Hulu; dan Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung.

Baca Juga:  Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Data pemantauan NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 menunjukkan ketiga titik panas itu berada pada tingkat kepercayaan kategori medium.

Sementara itu, kualitas udara Kampar pada pukul 19.00 WIB mencatat nilai ISPU 94 atau berada dalam kategori sedang. Parameter yang menjadi perhatian adalah PM2,5.

BPBD Kampar mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca. Sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. (kom)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dua kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, dan Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Pada hari yang sama, BPBD Kampar juga mendeteksi tiga titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, laporan hingga pukul 19.30 WIB menunjukkan kebakaran di Jalan Swadaya, Desa Rimbo Panjang, sudah berlangsung selama dua hari.

“Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar tiga hektare,” jelas Adi Candra.

Lahan tersebut merupakan kawasan mineral gambut yang ditumbuhi semak belukar. Api diketahui merambat melalui permukaan tanah atau surface fire dan bagian bawah permukaan atau ground fire.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Penanganan dilakukan tim gabungan yang melibatkan BPBD Kampar, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat dengan melakukan penyekatan serta pemadaman.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dicari Istri hingga Malam, Warga Tapung Hulu Ternyata Sudah Meninggal di Toilet SPBU

Adi Candra menyebutkan, api di lokasi sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan titik asap karena karakteristik vegetasi gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan.

Kebakaran lainnya terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, sekitar pukul 14.51 WIB. Lahan yang terbakar berada di kawasan mineral dengan vegetasi semak belukar di area perkebunan kelapa sawit.

- Advertisement -

“Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan,” ungkap Adi Candra.

Petugas gabungan BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian melakukan penyekatan dan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan, meskipun asap masih terlihat di sekitar lokasi.

Selain kebakaran, BPBD Kampar mencatat tiga hotspot pada hari yang sama. Titik tersebut berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang; Desa Bulu Cina, Kecamatan Siak Hulu; dan Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung.

Baca Juga:  Kapolsek XIII Koto Kampar Gelar Cooling System untuk Ciptakan Pilkada Damai

Data pemantauan NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 menunjukkan ketiga titik panas itu berada pada tingkat kepercayaan kategori medium.

Sementara itu, kualitas udara Kampar pada pukul 19.00 WIB mencatat nilai ISPU 94 atau berada dalam kategori sedang. Parameter yang menjadi perhatian adalah PM2,5.

BPBD Kampar mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca. Sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. (kom)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dua kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, dan Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Pada hari yang sama, BPBD Kampar juga mendeteksi tiga titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, laporan hingga pukul 19.30 WIB menunjukkan kebakaran di Jalan Swadaya, Desa Rimbo Panjang, sudah berlangsung selama dua hari.

“Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar tiga hektare,” jelas Adi Candra.

Lahan tersebut merupakan kawasan mineral gambut yang ditumbuhi semak belukar. Api diketahui merambat melalui permukaan tanah atau surface fire dan bagian bawah permukaan atau ground fire.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Penanganan dilakukan tim gabungan yang melibatkan BPBD Kampar, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat dengan melakukan penyekatan serta pemadaman.

Baca Juga:  Bandar Diburu dari Tapung Hulu, Diringkus di Siak Hulu

Adi Candra menyebutkan, api di lokasi sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan titik asap karena karakteristik vegetasi gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan.

Kebakaran lainnya terjadi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok, sekitar pukul 14.51 WIB. Lahan yang terbakar berada di kawasan mineral dengan vegetasi semak belukar di area perkebunan kelapa sawit.

“Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan,” ungkap Adi Candra.

Petugas gabungan BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian melakukan penyekatan dan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan, meskipun asap masih terlihat di sekitar lokasi.

Selain kebakaran, BPBD Kampar mencatat tiga hotspot pada hari yang sama. Titik tersebut berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang; Desa Bulu Cina, Kecamatan Siak Hulu; dan Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung.

Baca Juga:  Kepergok Curi Motor, Pria di Kampar Kiri Hilir Babak Belur Diamuk Massa

Data pemantauan NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 menunjukkan ketiga titik panas itu berada pada tingkat kepercayaan kategori medium.

Sementara itu, kualitas udara Kampar pada pukul 19.00 WIB mencatat nilai ISPU 94 atau berada dalam kategori sedang. Parameter yang menjadi perhatian adalah PM2,5.

BPBD Kampar mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca. Sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. (kom)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari