Kamis, 23 Juli 2026
- Advertisement -

Pembangunan Flyover Garuda Sakti Masuk Tahap Pembebasan Lahan, Fisik Ditargetkan 2027

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, Pekanbaru, terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau. Dalam proyek ini, Pemprov Riau bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik flyover menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, proses persiapan pembebasan lahan saat ini tengah dilakukan. Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 94 persil tanah yang masuk dalam rencana pembebasan untuk pembangunan flyover tersebut.

” Dari data yang dikumpulkan di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan. Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun 2026 ini,” katanya.

Baca Juga:  Mendadak Petugas Lapas Dites Urine

Di tengah proses pembebasan lahan yang berjalan, BPJN Riau juga telah menyelesaikan finalisasi Detail Engineering Design (DED) pembangunan flyover. Dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang harus disiapkan sebelum proyek konstruksi fisik dimulai.

“Sementara kami menyelesaikan pembebasan lahan, pihak BPJN juga sudah memfinalisasi DED-nya. Termasuk juga Amdal Lalin-nya, sehingga seluruh tahapannya semua berjalan dan ditargetkan pada 2027 mendatang pembangunan fisik flyover sudah bisa dilaksanakan,” sebutnya.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak menambahkan, pihaknya akan melaporkan kesiapan pembangunan fisik kepada Kementerian PU setelah seluruh proses pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Riau rampung.

“DED pembangunan flyover-nya sudah kami buat, termasuk Amdal. Jika pembebasan lahan sudah selesai, kami akan langsung laporkan ke pimpinan untuk pengerjaan fisiknya,” katanya.

Baca Juga:  AA-APP Sinar Mas Salurkan Beasiswa ke Mahasiswa Sakai

Yohanis menjelaskan, flyover tersebut memiliki panjang penanganan mencapai 644 meter. Struktur flyover akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang.

Adapun panjang oprit di sisi arah Pekanbaru mencapai 145 meter, sedangkan oprit menuju arah Bangkinang memiliki panjang 160 meter.

“Selanjutnya untuk clearance 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement dan lebar struktur flyover 18,8 meter,” paparnya.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, Pekanbaru, terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau. Dalam proyek ini, Pemprov Riau bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik flyover menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, proses persiapan pembebasan lahan saat ini tengah dilakukan. Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 94 persil tanah yang masuk dalam rencana pembebasan untuk pembangunan flyover tersebut.

” Dari data yang dikumpulkan di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan. Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun 2026 ini,” katanya.

Baca Juga:  Mendadak Petugas Lapas Dites Urine

Di tengah proses pembebasan lahan yang berjalan, BPJN Riau juga telah menyelesaikan finalisasi Detail Engineering Design (DED) pembangunan flyover. Dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang harus disiapkan sebelum proyek konstruksi fisik dimulai.

“Sementara kami menyelesaikan pembebasan lahan, pihak BPJN juga sudah memfinalisasi DED-nya. Termasuk juga Amdal Lalin-nya, sehingga seluruh tahapannya semua berjalan dan ditargetkan pada 2027 mendatang pembangunan fisik flyover sudah bisa dilaksanakan,” sebutnya.

- Advertisement -

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak menambahkan, pihaknya akan melaporkan kesiapan pembangunan fisik kepada Kementerian PU setelah seluruh proses pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Riau rampung.

“DED pembangunan flyover-nya sudah kami buat, termasuk Amdal. Jika pembebasan lahan sudah selesai, kami akan langsung laporkan ke pimpinan untuk pengerjaan fisiknya,” katanya.

- Advertisement -
Baca Juga:  SUTT 150 KV Rengat-Tembilahan Beroperasi

Yohanis menjelaskan, flyover tersebut memiliki panjang penanganan mencapai 644 meter. Struktur flyover akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang.

Adapun panjang oprit di sisi arah Pekanbaru mencapai 145 meter, sedangkan oprit menuju arah Bangkinang memiliki panjang 160 meter.

“Selanjutnya untuk clearance 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement dan lebar struktur flyover 18,8 meter,” paparnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, Pekanbaru, terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau. Dalam proyek ini, Pemprov Riau bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik flyover menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, proses persiapan pembebasan lahan saat ini tengah dilakukan. Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 94 persil tanah yang masuk dalam rencana pembebasan untuk pembangunan flyover tersebut.

” Dari data yang dikumpulkan di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan. Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun 2026 ini,” katanya.

Baca Juga:  Erinaldi Pemenang Hadiah Utama Riau Pos Gowes Merdeka 2024

Di tengah proses pembebasan lahan yang berjalan, BPJN Riau juga telah menyelesaikan finalisasi Detail Engineering Design (DED) pembangunan flyover. Dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang harus disiapkan sebelum proyek konstruksi fisik dimulai.

“Sementara kami menyelesaikan pembebasan lahan, pihak BPJN juga sudah memfinalisasi DED-nya. Termasuk juga Amdal Lalin-nya, sehingga seluruh tahapannya semua berjalan dan ditargetkan pada 2027 mendatang pembangunan fisik flyover sudah bisa dilaksanakan,” sebutnya.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak menambahkan, pihaknya akan melaporkan kesiapan pembangunan fisik kepada Kementerian PU setelah seluruh proses pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Riau rampung.

“DED pembangunan flyover-nya sudah kami buat, termasuk Amdal. Jika pembebasan lahan sudah selesai, kami akan langsung laporkan ke pimpinan untuk pengerjaan fisiknya,” katanya.

Baca Juga:  Murid SD Islam Nurul Haq Tualang Belajar Dunia Jurnalistik di Riau Pos

Yohanis menjelaskan, flyover tersebut memiliki panjang penanganan mencapai 644 meter. Struktur flyover akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang.

Adapun panjang oprit di sisi arah Pekanbaru mencapai 145 meter, sedangkan oprit menuju arah Bangkinang memiliki panjang 160 meter.

“Selanjutnya untuk clearance 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement dan lebar struktur flyover 18,8 meter,” paparnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari