Rabu, 22 April 2026
- Advertisement -

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

BATAM (RIAUPOS.CO) – Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Baloi, tepatnya di ruas bawah Bukit Vista, Kamis (19/2), berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jalan. Dari lereng bukit yang gundul, air turun deras membawa lumpur, batu, hingga kayu gelondongan yang meluncur ke badan jalan.

Arus air berwarna cokelat pekat mengalir seperti sungai dadakan, menghantam aspal dan bahu jalan. Material kayu berukuran sedang hingga besar terlihat berputar di tengah arus sebelum akhirnya tersangkut, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti total.

Beberapa pengendara roda dua memilih menepi sambil menunggu air surut. Sebagian lainnya tetap menerobos dengan kecepatan rendah. “Ngeri sekali. Airnya kencang, bawa kayu besar. Kalau kena motor bisa jatuh,” ujar Asrul (29), yang melintas saat hujan masih turun deras.

Baca Juga:  Marapi Kembali Meletus, Lahan Pertanian di Agam Tertutup Debu Vulkanik

Pengendara lain, Nando (39), menyebut kejadian serupa bukan yang pertama. Ia yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut mengatakan, setiap hujan lebat arus dari atas bukit selalu membawa material ke jalan. “Dulu tidak separah ini. Sekarang tiap hujan deras pasti turun lumpur dan kayu. Jalan jadi seperti jalur longsoran,” katanya.

Pasca hujan, kerusakan jalan terlihat jelas. Aspal di sejumlah titik terkelupas, permukaan bergelombang, dan bahu jalan terkikis. Lumpur tebal masih menutupi sebagian badan jalan, sementara kayu dan ranting berserakan.

Saluran drainase di sisi jalan pun tampak tersumbat oleh endapan tanah dan material organik. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air kembali meluap saat hujan berikutnya. Warga dan pengendara khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:  Batu Besar dan Kayu Terbawa Lumpur Mengalir Deras

Permasalahan ini bermula sejak area perbukitan di atasnya mengalami penggundulan. Tanah yang sebelumnya tertahan vegetasi kini mudah tergerus air, sehingga setiap hujan deras berubah menjadi aliran lumpur yang langsung mengarah ke jalan utama.

Beberapa bulan lalu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam inspeksi mendadak menyatakan lahan tersebut seharusnya dipulihkan dan tidak dialokasikan untuk pembangunan.

Rekomendasi ahli menyebut kawasan itu berfungsi sebagai daerah resapan dan penahan erosi, sehingga perubahan fungsi lahan berisiko memicu bencana hidrologis. Namun di lapangan, aktivitas di area perbukitan yang berkaitan dengan pihak Hotel Vista disebut masih berlangsung. (das)

BATAM (RIAUPOS.CO) – Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Baloi, tepatnya di ruas bawah Bukit Vista, Kamis (19/2), berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jalan. Dari lereng bukit yang gundul, air turun deras membawa lumpur, batu, hingga kayu gelondongan yang meluncur ke badan jalan.

Arus air berwarna cokelat pekat mengalir seperti sungai dadakan, menghantam aspal dan bahu jalan. Material kayu berukuran sedang hingga besar terlihat berputar di tengah arus sebelum akhirnya tersangkut, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti total.

Beberapa pengendara roda dua memilih menepi sambil menunggu air surut. Sebagian lainnya tetap menerobos dengan kecepatan rendah. “Ngeri sekali. Airnya kencang, bawa kayu besar. Kalau kena motor bisa jatuh,” ujar Asrul (29), yang melintas saat hujan masih turun deras.

Baca Juga:  Galodo Terjang Maninjau, Akses Bukittinggi–Lubukbasung Lumpuh

Pengendara lain, Nando (39), menyebut kejadian serupa bukan yang pertama. Ia yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut mengatakan, setiap hujan lebat arus dari atas bukit selalu membawa material ke jalan. “Dulu tidak separah ini. Sekarang tiap hujan deras pasti turun lumpur dan kayu. Jalan jadi seperti jalur longsoran,” katanya.

Pasca hujan, kerusakan jalan terlihat jelas. Aspal di sejumlah titik terkelupas, permukaan bergelombang, dan bahu jalan terkikis. Lumpur tebal masih menutupi sebagian badan jalan, sementara kayu dan ranting berserakan.

- Advertisement -

Saluran drainase di sisi jalan pun tampak tersumbat oleh endapan tanah dan material organik. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air kembali meluap saat hujan berikutnya. Warga dan pengendara khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:  Agam Dikepung Banjir dan Longsor

Permasalahan ini bermula sejak area perbukitan di atasnya mengalami penggundulan. Tanah yang sebelumnya tertahan vegetasi kini mudah tergerus air, sehingga setiap hujan deras berubah menjadi aliran lumpur yang langsung mengarah ke jalan utama.

- Advertisement -

Beberapa bulan lalu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam inspeksi mendadak menyatakan lahan tersebut seharusnya dipulihkan dan tidak dialokasikan untuk pembangunan.

Rekomendasi ahli menyebut kawasan itu berfungsi sebagai daerah resapan dan penahan erosi, sehingga perubahan fungsi lahan berisiko memicu bencana hidrologis. Namun di lapangan, aktivitas di area perbukitan yang berkaitan dengan pihak Hotel Vista disebut masih berlangsung. (das)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BATAM (RIAUPOS.CO) – Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Baloi, tepatnya di ruas bawah Bukit Vista, Kamis (19/2), berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jalan. Dari lereng bukit yang gundul, air turun deras membawa lumpur, batu, hingga kayu gelondongan yang meluncur ke badan jalan.

Arus air berwarna cokelat pekat mengalir seperti sungai dadakan, menghantam aspal dan bahu jalan. Material kayu berukuran sedang hingga besar terlihat berputar di tengah arus sebelum akhirnya tersangkut, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti total.

Beberapa pengendara roda dua memilih menepi sambil menunggu air surut. Sebagian lainnya tetap menerobos dengan kecepatan rendah. “Ngeri sekali. Airnya kencang, bawa kayu besar. Kalau kena motor bisa jatuh,” ujar Asrul (29), yang melintas saat hujan masih turun deras.

Baca Juga:  Jalur Riau-Sumbar Mulai Lancar, Kendaraan Berat Diminta Lewat Kiliran Jao

Pengendara lain, Nando (39), menyebut kejadian serupa bukan yang pertama. Ia yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut mengatakan, setiap hujan lebat arus dari atas bukit selalu membawa material ke jalan. “Dulu tidak separah ini. Sekarang tiap hujan deras pasti turun lumpur dan kayu. Jalan jadi seperti jalur longsoran,” katanya.

Pasca hujan, kerusakan jalan terlihat jelas. Aspal di sejumlah titik terkelupas, permukaan bergelombang, dan bahu jalan terkikis. Lumpur tebal masih menutupi sebagian badan jalan, sementara kayu dan ranting berserakan.

Saluran drainase di sisi jalan pun tampak tersumbat oleh endapan tanah dan material organik. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air kembali meluap saat hujan berikutnya. Warga dan pengendara khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:  Jalan Lintas Tengah Inhu Rusak Parah, Perbaikan Belum Jelas Jelang Idulfitri

Permasalahan ini bermula sejak area perbukitan di atasnya mengalami penggundulan. Tanah yang sebelumnya tertahan vegetasi kini mudah tergerus air, sehingga setiap hujan deras berubah menjadi aliran lumpur yang langsung mengarah ke jalan utama.

Beberapa bulan lalu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam inspeksi mendadak menyatakan lahan tersebut seharusnya dipulihkan dan tidak dialokasikan untuk pembangunan.

Rekomendasi ahli menyebut kawasan itu berfungsi sebagai daerah resapan dan penahan erosi, sehingga perubahan fungsi lahan berisiko memicu bencana hidrologis. Namun di lapangan, aktivitas di area perbukitan yang berkaitan dengan pihak Hotel Vista disebut masih berlangsung. (das)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari