Kamis, 14 Mei 2026
- Advertisement -

Bupati Kuansing Minta PETI Dibersihkan

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – BUPATI Kabupaten Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM gerah melihat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di sepanjang Sungai Kuantan. 

Apalagi, helat iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan, 20-24 Agustus 2025, semakin dekat.

Di mana pada helat pacu jalur tahun 2025 di Tepian Narosa ini, sejumlah tamu penting negara, seperti menteri, duta besar negara sahabat, YouTuber mancanegara dan wisatawan asing lainnya, akan ramai datang ke Kuansing. Pemandangan aktivitas PETI tentunya menjadi pemandangan yang tidak nyaman dilihat.

Karena itu, Bupati H Suhardiman Amby meminta pada Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH untuk bisa melakukan penertiban PETI terutama yang melakukan aktivitas di sepanjang Sungai Kuantan.

Baca Juga:  Selama Pacu Jalur, Jembatan Gantung Kuansing Ditutup Usai Pukul 11.00 WIB

‘’Saya berharap PETI bisa bersih di sepanjang Sungai Kuantan. Minimal, saat penyelenggaraan iven pacu jalur ini pak Kapolres,’’ ujar H Suhardiman Amby, Ahad (20/7).

Selain itu, di musim panas sekarang, masyarakat juga tidak bisa memanfaatkan sungai untuk mandi lagi. Padahal banyak sumur warga yang sudah kering tak berair.

Terkait permintaan orang nomor satu di Kuansing itu, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH ditemui Riau Pos, Ahad (20/7) di rumah dinas

Kapolres Kuansing mengatakan, dia akan melakukan pendalaman bagaimana upaya penanganan dan pencegahannya di lapangan.

Namun aesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kata Kapolres, persoalan aktivitas PETI yang merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Kuansing menjadi perhatian khusus Polres Kuansing di bawah komandonya.

Baca Juga:  Kejari Kuansing Terima Uang Titipan Rp1,6 Miliar Lebih

‘’Persoalan lingkungan ini sudah tentu menjadi perhatian bersama, dengan pemerintahan, masyarakat,’’ ujar Kapolres.

Ditegaskan Raden Ricky, aktivitas PETI yang terjadi menjadi perhatian khusus jajarannya. Secara bertahap dia akan berupaya mengurangi aktivitas PETI di Kabupaten Kuansing secara bertahap, sehingga Sungai Kuantan ataupun lingkungan tidak tercemar dan meluas.

Karena itu, dia meminta dukungan semua pihak, agar lingkungan Kuansing tidak tercemar lebih luas. ‘’Saya terima kasih dan mohon dukungan sebagai warga Kabupaten Kuansing yang baru,’’ ujar mantan Kapolres Anambas, Provinsi Kepri itu.(hen)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

 






Reporter: Desriandi Chandra

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – BUPATI Kabupaten Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM gerah melihat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di sepanjang Sungai Kuantan. 

Apalagi, helat iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan, 20-24 Agustus 2025, semakin dekat.

Di mana pada helat pacu jalur tahun 2025 di Tepian Narosa ini, sejumlah tamu penting negara, seperti menteri, duta besar negara sahabat, YouTuber mancanegara dan wisatawan asing lainnya, akan ramai datang ke Kuansing. Pemandangan aktivitas PETI tentunya menjadi pemandangan yang tidak nyaman dilihat.

Karena itu, Bupati H Suhardiman Amby meminta pada Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH untuk bisa melakukan penertiban PETI terutama yang melakukan aktivitas di sepanjang Sungai Kuantan.

Baca Juga:  Mayat Laki-Laki Ditemukan Terapung

‘’Saya berharap PETI bisa bersih di sepanjang Sungai Kuantan. Minimal, saat penyelenggaraan iven pacu jalur ini pak Kapolres,’’ ujar H Suhardiman Amby, Ahad (20/7).

- Advertisement -

Selain itu, di musim panas sekarang, masyarakat juga tidak bisa memanfaatkan sungai untuk mandi lagi. Padahal banyak sumur warga yang sudah kering tak berair.

Terkait permintaan orang nomor satu di Kuansing itu, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH ditemui Riau Pos, Ahad (20/7) di rumah dinas

- Advertisement -

Kapolres Kuansing mengatakan, dia akan melakukan pendalaman bagaimana upaya penanganan dan pencegahannya di lapangan.

Namun aesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kata Kapolres, persoalan aktivitas PETI yang merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Kuansing menjadi perhatian khusus Polres Kuansing di bawah komandonya.

Baca Juga:  Dari Tepian Narosa ke Jakarta, Dikha dan 9 Anak Jalur Kuansing Akan Meriahkan HUT RI di Istana Negara

‘’Persoalan lingkungan ini sudah tentu menjadi perhatian bersama, dengan pemerintahan, masyarakat,’’ ujar Kapolres.

Ditegaskan Raden Ricky, aktivitas PETI yang terjadi menjadi perhatian khusus jajarannya. Secara bertahap dia akan berupaya mengurangi aktivitas PETI di Kabupaten Kuansing secara bertahap, sehingga Sungai Kuantan ataupun lingkungan tidak tercemar dan meluas.

Karena itu, dia meminta dukungan semua pihak, agar lingkungan Kuansing tidak tercemar lebih luas. ‘’Saya terima kasih dan mohon dukungan sebagai warga Kabupaten Kuansing yang baru,’’ ujar mantan Kapolres Anambas, Provinsi Kepri itu.(hen)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

 






Reporter: Desriandi Chandra
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – BUPATI Kabupaten Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM gerah melihat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di sepanjang Sungai Kuantan. 

Apalagi, helat iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan, 20-24 Agustus 2025, semakin dekat.

Di mana pada helat pacu jalur tahun 2025 di Tepian Narosa ini, sejumlah tamu penting negara, seperti menteri, duta besar negara sahabat, YouTuber mancanegara dan wisatawan asing lainnya, akan ramai datang ke Kuansing. Pemandangan aktivitas PETI tentunya menjadi pemandangan yang tidak nyaman dilihat.

Karena itu, Bupati H Suhardiman Amby meminta pada Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH untuk bisa melakukan penertiban PETI terutama yang melakukan aktivitas di sepanjang Sungai Kuantan.

Baca Juga:  Terapkan Upah Bongkar Muat

‘’Saya berharap PETI bisa bersih di sepanjang Sungai Kuantan. Minimal, saat penyelenggaraan iven pacu jalur ini pak Kapolres,’’ ujar H Suhardiman Amby, Ahad (20/7).

Selain itu, di musim panas sekarang, masyarakat juga tidak bisa memanfaatkan sungai untuk mandi lagi. Padahal banyak sumur warga yang sudah kering tak berair.

Terkait permintaan orang nomor satu di Kuansing itu, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH ditemui Riau Pos, Ahad (20/7) di rumah dinas

Kapolres Kuansing mengatakan, dia akan melakukan pendalaman bagaimana upaya penanganan dan pencegahannya di lapangan.

Namun aesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kata Kapolres, persoalan aktivitas PETI yang merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Kuansing menjadi perhatian khusus Polres Kuansing di bawah komandonya.

Baca Juga:  Perketat Patroli di Perbatasan Sumbar

‘’Persoalan lingkungan ini sudah tentu menjadi perhatian bersama, dengan pemerintahan, masyarakat,’’ ujar Kapolres.

Ditegaskan Raden Ricky, aktivitas PETI yang terjadi menjadi perhatian khusus jajarannya. Secara bertahap dia akan berupaya mengurangi aktivitas PETI di Kabupaten Kuansing secara bertahap, sehingga Sungai Kuantan ataupun lingkungan tidak tercemar dan meluas.

Karena itu, dia meminta dukungan semua pihak, agar lingkungan Kuansing tidak tercemar lebih luas. ‘’Saya terima kasih dan mohon dukungan sebagai warga Kabupaten Kuansing yang baru,’’ ujar mantan Kapolres Anambas, Provinsi Kepri itu.(hen)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

 






Reporter: Desriandi Chandra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari