Jumat, 18 Oktober 2024

Importir India Stop Beli Sawit Malaysia, Beralih ke Indonesia

- Advertisement -

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) — Importir minyak sawit di India sepakat untuk berhenti membeli produk dari Malaysia. Keputusan ini dibuat setelah adanya anjuran dari pemerintah agar mengalihkan transaksi dari negara tersebut.

Hubungan kedua negara tersebut memang merenggang setelah PM Mahathir Mohamad secara terbuka mengkritik India terkait amendemen UU Kewarganegaraan yang mendiskriminasi imigran muslim.

- Advertisement -

“Secara resmi tidak ada pelarangan terhadap minyak sawit mentah impor dari Malaysia, namun tidak ada yang membeli dari sana lagi sejak ada peringatan pemerintah,” ujar salah seorang narasumber kepada Reuters, Senin (13/1).

Langkah India itu juga akan memberikan keuntungan bagi Indonesia yang saat ini menyandang status sebagai eksportir minyak sawit mentah terbesar di dunia.

Baca Juga:  Sinergi Kebut Padang-Sicincin, Pekanbaru-Bangkinang pun Dimulai

Para importir minyak sawit kini telah mengalihkan hampir seluruh pembelian ke Indonesia, meski harus membayar harga lebih mahal USD 10 per ton.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) — Importir minyak sawit di India sepakat untuk berhenti membeli produk dari Malaysia. Keputusan ini dibuat setelah adanya anjuran dari pemerintah agar mengalihkan transaksi dari negara tersebut.

Hubungan kedua negara tersebut memang merenggang setelah PM Mahathir Mohamad secara terbuka mengkritik India terkait amendemen UU Kewarganegaraan yang mendiskriminasi imigran muslim.

“Secara resmi tidak ada pelarangan terhadap minyak sawit mentah impor dari Malaysia, namun tidak ada yang membeli dari sana lagi sejak ada peringatan pemerintah,” ujar salah seorang narasumber kepada Reuters, Senin (13/1).

Langkah India itu juga akan memberikan keuntungan bagi Indonesia yang saat ini menyandang status sebagai eksportir minyak sawit mentah terbesar di dunia.

Baca Juga:  Tingkatkan Ekonomi Umat, Bank BJB Sinergi dengan PWNU Jabar

Para importir minyak sawit kini telah mengalihkan hampir seluruh pembelian ke Indonesia, meski harus membayar harga lebih mahal USD 10 per ton.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

spot_img

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari