Sabtu, 23 Mei 2026
- Advertisement -

Yayasan Konservasi Alam Nusantara Rancang Penyelamatan Mamalia

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merancang program penyelamatan tiga jenis mamalia seperti dugong, pesut dan lumba-lumba yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan.

Rencana itu dibahas bersama UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) LSM Bahtera Melayu Bengkalis, Kepala Desa Kembung Luar  di Cawan Kafe Bengkalis, Selasa (23/7).

Partnership Coordinator YKAN Riau Fadil Nandila mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung.

Juga  untuk menciptakan efek ekonomi dan meningkatkan UMKM di daerah tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi juga dapat merubah pola pikir masyarakat terutama Suku Akit pentingnya kelestarian hutan mangrove.

Baca Juga:  Perayaan Imlek, Vaksinasi Center Siapkan 1.000 Angpao untuk Anak

“Kita akan menggelar berbagai kegiatan salah satunya lomba mengolah hasil makanan laut seperti buah tanah, lokan dan siput. Sehingga dapat memotivasi untuk meningkat perekonomian masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan hutan mangrove,” ujarnya.

Kepala Diskominfotik Bengkalis Suwarto menyambut baik atas digelarnya sosialisasi  dan pelatihan penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan yang dilakukan pihak Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Kepala UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis Muhammad Fadli mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau sangat apresiasi sekali dengan YKAN dan LSM Bahtera Melayu Bengkalis yang selalu melibatkan pemerintah daerah dalam kegiatan mereka.

“Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan mengenai kegiatan ini berjalan dengan lancar. Untuk Desa Teluk Pambang dan Kembung Luar ini mengenai LPHD nya juga sudah kami bantu terkait terbit izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial,” ujarnya.(ksm)

Baca Juga:  Demi Keberlangsungan Manusia dan Alam

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merancang program penyelamatan tiga jenis mamalia seperti dugong, pesut dan lumba-lumba yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan.

Rencana itu dibahas bersama UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) LSM Bahtera Melayu Bengkalis, Kepala Desa Kembung Luar  di Cawan Kafe Bengkalis, Selasa (23/7).

Partnership Coordinator YKAN Riau Fadil Nandila mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung.

Juga  untuk menciptakan efek ekonomi dan meningkatkan UMKM di daerah tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi juga dapat merubah pola pikir masyarakat terutama Suku Akit pentingnya kelestarian hutan mangrove.

Baca Juga:  Samda Daftar Cawabup dari Golkar

“Kita akan menggelar berbagai kegiatan salah satunya lomba mengolah hasil makanan laut seperti buah tanah, lokan dan siput. Sehingga dapat memotivasi untuk meningkat perekonomian masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan hutan mangrove,” ujarnya.

- Advertisement -

Kepala Diskominfotik Bengkalis Suwarto menyambut baik atas digelarnya sosialisasi  dan pelatihan penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan yang dilakukan pihak Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Kepala UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis Muhammad Fadli mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau sangat apresiasi sekali dengan YKAN dan LSM Bahtera Melayu Bengkalis yang selalu melibatkan pemerintah daerah dalam kegiatan mereka.

- Advertisement -

“Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan mengenai kegiatan ini berjalan dengan lancar. Untuk Desa Teluk Pambang dan Kembung Luar ini mengenai LPHD nya juga sudah kami bantu terkait terbit izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial,” ujarnya.(ksm)

Baca Juga:  Rozand dan Wendy Terpilih Jadi Bujang Dara Bengkalis 2021
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merancang program penyelamatan tiga jenis mamalia seperti dugong, pesut dan lumba-lumba yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan.

Rencana itu dibahas bersama UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) LSM Bahtera Melayu Bengkalis, Kepala Desa Kembung Luar  di Cawan Kafe Bengkalis, Selasa (23/7).

Partnership Coordinator YKAN Riau Fadil Nandila mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung.

Juga  untuk menciptakan efek ekonomi dan meningkatkan UMKM di daerah tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi juga dapat merubah pola pikir masyarakat terutama Suku Akit pentingnya kelestarian hutan mangrove.

Baca Juga:  Bupati Bengkalis Serahkan Bansos di 4 Kecamatan

“Kita akan menggelar berbagai kegiatan salah satunya lomba mengolah hasil makanan laut seperti buah tanah, lokan dan siput. Sehingga dapat memotivasi untuk meningkat perekonomian masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan hutan mangrove,” ujarnya.

Kepala Diskominfotik Bengkalis Suwarto menyambut baik atas digelarnya sosialisasi  dan pelatihan penyelamatan mamalia yang dilindungi di perairan Sungai Kembung Kecamatan Bantan yang dilakukan pihak Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Kepala UPT KPH DLHK Riau di Bengkalis Muhammad Fadli mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau sangat apresiasi sekali dengan YKAN dan LSM Bahtera Melayu Bengkalis yang selalu melibatkan pemerintah daerah dalam kegiatan mereka.

“Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan mengenai kegiatan ini berjalan dengan lancar. Untuk Desa Teluk Pambang dan Kembung Luar ini mengenai LPHD nya juga sudah kami bantu terkait terbit izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial,” ujarnya.(ksm)

Baca Juga:  Polsek Bengkalis Gagalkan Penyeludupan Orang

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari