28.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

Keluarga Nelayan yang Ditangkap AL Malaysia Dapat Bantuan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Diduga melewati batas negara Indonesia, enam nelayan tradisional asal Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis yang ditangkap Angkatan Laut (AL) Malaysia sampai saat ini nasibnya belum diketui pasti oleh pihak keluarga.

Enam nelayan yang sampai saat ini ditahan di Malaysia yakni Fauzan (56) warga Dusun Pusaka, Desa Muntai, Muslim (46), Agus (53), Indri (36), Sarmin (40) warga Dusun Tua Desa Muntai dan Sudirman (47) warga Desa Kembung Baru kelahiran Muntai.

Karena tidak ada kepastian nasib mereka, membuat Pemkab Bengkalis prihatin. Sedangkan untuk meringankan beban keluarganya, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso bertemu langsung dengan keluarga nelayan yang ditangkap dan menyerahkan sembako sambil menyampaikan informasi terbaru soal kondisi nelayan yang saat ini masih ditahan, Senin (17/6).

Baca Juga:  Dana Hibah KONI Jadi Sorotan

“Kami ikut prihatin dengan musibah yang ibu-ibu alami. Tetaplah semangat, sabar dan tawakal, inilah pengorbanan suami ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebenarnya kita dan pihak Kerajaan Malaysia tidak ada masalah, hanya saja prosedur administrasi harus kita jalani. Harus bersabar dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, sedang mendampingi penyelesaian permasalahan ini. Sedangkan kondisi enam nelayan yang ditahan dalam keadaan sehat.

“Saya tadi berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Malaysia, sekarang suami ibu aman di Johor Bahru semua dalam kondisi sehat walafiat. Yang pasti Kami tidak tinggal diam, negara hadir tidak akan menelantarkan warganya,” ujarnya.

Baca Juga:  TPPS Bengkalis Targetkan Zero Tengkes

Wakil Ketua DPRD Bengkalis Sofyan yang hadir bersama wabup menyatakan ikut sedih atas cobaan yang dialami nelayan tersebut. Dirinya mengajak warga sekitar untuk ikut membantu keluarga nelayan yang ditahan.

“Nanti perlu kehati-hatian kita soal tapal batas negara, supaya tidak terjadi lagi. Ini adalah masalah dua negara, ada mekanisme dan sistem administrasi yang harus dipenuhi. Dalam keadaan seperti ini rasa empati kita, rasa kebersamaan kita harus semakin kuat,” ujarnya.(gem)

- Advertisement -

Laporan ABU KASIM, Bengkalis






Reporter: Abu Kasim
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.