Kamis, 14 Mei 2026
- Advertisement -

Harga Emas Dunia Meroket

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga emas dunia tercatat naik pada hari Senin (15/4) karena sentimen risiko serangan balasan Iran terhadap Israel yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Pada saat yang sama, dolar mencapai level tertinggi barunya dalam 34 tahun terhadap yen di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa tekanan inflasi yang kuat di Amerika Serikat (AS) akan membuat suku bunga di sana tetap tinggi lebih lama.

Setelah Iran, pada Sabtu (14/4) malam, meluncurkan drone dan rudal peledak ke Israel sebagai balasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah pada Senin, 1 April 2024. Ini menandai serangan langsung pertama Iran terhadap wilayah Israel.

Baca Juga:  Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Mengutip Reuters, ancaman perang terbuka antara musuh-musuh Timur Tengah dan Amerika Serikat telah membuat kawasan ini gelisah. Presiden AS Joe Biden memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran. Namun, Israel mengatakan bahwa kampanye ini belum berakhir.

Ketegangan yang meningkat juga memicu perpindahan dana ke aset-aset yang lebih aman yang menyebabkan emas naik 0,51 persen menjadi 2,356.39 dolar AS per ounce, memperpanjang kenaikan 1,6 persen dari pekan lalu.

Namun, harga minyak tidak bereaksi terhadap berita tersebut, karena para pedagang sebagian besar telah memperkirakan serangan balasan dari Iran yang kemungkinan akan semakin mengganggu rantai pasokan. Hal ini membuat minyak mentah berjangka Brent mencapai puncaknya pada 92,18 dolar AS per barel pada pekan lalu, tertinggi sejak Oktober.(jpg)

Baca Juga:  Honda PCX160 Meluncur Varian Termurah Rp39 Jutaan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga emas dunia tercatat naik pada hari Senin (15/4) karena sentimen risiko serangan balasan Iran terhadap Israel yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Pada saat yang sama, dolar mencapai level tertinggi barunya dalam 34 tahun terhadap yen di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa tekanan inflasi yang kuat di Amerika Serikat (AS) akan membuat suku bunga di sana tetap tinggi lebih lama.

Setelah Iran, pada Sabtu (14/4) malam, meluncurkan drone dan rudal peledak ke Israel sebagai balasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah pada Senin, 1 April 2024. Ini menandai serangan langsung pertama Iran terhadap wilayah Israel.

Baca Juga:  Penggunaan APBN di Riau Catatkan Kinerja Positif

Mengutip Reuters, ancaman perang terbuka antara musuh-musuh Timur Tengah dan Amerika Serikat telah membuat kawasan ini gelisah. Presiden AS Joe Biden memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran. Namun, Israel mengatakan bahwa kampanye ini belum berakhir.

Ketegangan yang meningkat juga memicu perpindahan dana ke aset-aset yang lebih aman yang menyebabkan emas naik 0,51 persen menjadi 2,356.39 dolar AS per ounce, memperpanjang kenaikan 1,6 persen dari pekan lalu.

- Advertisement -

Namun, harga minyak tidak bereaksi terhadap berita tersebut, karena para pedagang sebagian besar telah memperkirakan serangan balasan dari Iran yang kemungkinan akan semakin mengganggu rantai pasokan. Hal ini membuat minyak mentah berjangka Brent mencapai puncaknya pada 92,18 dolar AS per barel pada pekan lalu, tertinggi sejak Oktober.(jpg)

Baca Juga:  Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harga emas dunia tercatat naik pada hari Senin (15/4) karena sentimen risiko serangan balasan Iran terhadap Israel yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Pada saat yang sama, dolar mencapai level tertinggi barunya dalam 34 tahun terhadap yen di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa tekanan inflasi yang kuat di Amerika Serikat (AS) akan membuat suku bunga di sana tetap tinggi lebih lama.

Setelah Iran, pada Sabtu (14/4) malam, meluncurkan drone dan rudal peledak ke Israel sebagai balasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah pada Senin, 1 April 2024. Ini menandai serangan langsung pertama Iran terhadap wilayah Israel.

Baca Juga:  Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bisa Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Mengutip Reuters, ancaman perang terbuka antara musuh-musuh Timur Tengah dan Amerika Serikat telah membuat kawasan ini gelisah. Presiden AS Joe Biden memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran. Namun, Israel mengatakan bahwa kampanye ini belum berakhir.

Ketegangan yang meningkat juga memicu perpindahan dana ke aset-aset yang lebih aman yang menyebabkan emas naik 0,51 persen menjadi 2,356.39 dolar AS per ounce, memperpanjang kenaikan 1,6 persen dari pekan lalu.

Namun, harga minyak tidak bereaksi terhadap berita tersebut, karena para pedagang sebagian besar telah memperkirakan serangan balasan dari Iran yang kemungkinan akan semakin mengganggu rantai pasokan. Hal ini membuat minyak mentah berjangka Brent mencapai puncaknya pada 92,18 dolar AS per barel pada pekan lalu, tertinggi sejak Oktober.(jpg)

Baca Juga:  Naik Rp11 Ribu, Emas Antam Tembus Rp1,9 Juta per Gram

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari