Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

Tabrakan Beruntun di Jalintim Pelalawan, Suami Istri Tewas

RIAUPOS.CO – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 53, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/10) sore. Insiden ini menewaskan sepasang suami istri dan membuat satu orang lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni mobil box BM 9640 TZ, truk box B 9128 JYT, mobil LCGC AD 1268 DJ, dan sepeda motor BM 4033 CAT.
Korban meninggal diketahui bernama H Yunus (59), mantan Kepala Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan istrinya Hj Fatimah (47). Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa mobil box yang oleng.

Menurut informasi dari Satlantas Polres Pelalawan, kecelakaan terjadi ketika mobil box BM 9640 TZ yang dikemudikan BE (22) melaju dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci. Saat melewati turunan di KM 53 Jalintim, mobil itu melebar ke kanan hingga bertabrakan dengan truk box B 9128 JYT yang datang dari arah berlawanan.

Baca Juga:  Direktur CV OM dan PPK Diskan Tersangka

Benturan keras membuat mobil box kehilangan kendali dan menabrak mobil LCGC AD 1268 DJ yang dikemudikan JS (43) asal Rokan Hulu (Rohul). Tak berhenti di situ, mobil box juga menabrak sepeda motor BM 4033 CAT yang dikendarai H Yunus bersama istrinya, Fatimah, dari arah Tembilahan menuju Pekanbaru. Sepeda motor mereka terseret hingga jatuh ke jurang dan tertimpa mobil box.

Warga yang melihat kejadian langsung menghubungi pihak kepolisian. Personel Satlantas Polres Pelalawan segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Karena mobil box jatuh ke jurang, proses penyelamatan korban harus menggunakan alat berat ekskavator. Setelah beberapa jam, mobil berhasil diangkat dan kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Fatimah meninggal di lokasi, sementara suaminya menghembuskan napas terakhir di RSUD Selasih akibat luka serius.

Baca Juga:  Novotel Ajak Riau Pos Lebih Sering Berkunjung

Jenazah keduanya kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Sabtu malam.
Sementara itu, sopir mobil box BE yang mengalami luka berat dan sesak dada sudah mendapat perawatan medis sebelum diamankan di Unit Lakalantas Polres Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi membenarkan kecelakaan tersebut. “Dua korban meninggal dunia, satu di lokasi dan satu di rumah sakit. Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi mobil box yang melebar ke kanan dan menabrak tiga kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Rizkyan.(amn)

RIAUPOS.CO – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 53, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/10) sore. Insiden ini menewaskan sepasang suami istri dan membuat satu orang lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni mobil box BM 9640 TZ, truk box B 9128 JYT, mobil LCGC AD 1268 DJ, dan sepeda motor BM 4033 CAT.
Korban meninggal diketahui bernama H Yunus (59), mantan Kepala Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan istrinya Hj Fatimah (47). Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa mobil box yang oleng.

Menurut informasi dari Satlantas Polres Pelalawan, kecelakaan terjadi ketika mobil box BM 9640 TZ yang dikemudikan BE (22) melaju dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci. Saat melewati turunan di KM 53 Jalintim, mobil itu melebar ke kanan hingga bertabrakan dengan truk box B 9128 JYT yang datang dari arah berlawanan.

Baca Juga:  Anggota Polres Pelalawan Sambangi Karyawan Perusahaan Sampaikan Pesan Kamtibmas Pilkada Damai

Benturan keras membuat mobil box kehilangan kendali dan menabrak mobil LCGC AD 1268 DJ yang dikemudikan JS (43) asal Rokan Hulu (Rohul). Tak berhenti di situ, mobil box juga menabrak sepeda motor BM 4033 CAT yang dikendarai H Yunus bersama istrinya, Fatimah, dari arah Tembilahan menuju Pekanbaru. Sepeda motor mereka terseret hingga jatuh ke jurang dan tertimpa mobil box.

Warga yang melihat kejadian langsung menghubungi pihak kepolisian. Personel Satlantas Polres Pelalawan segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Karena mobil box jatuh ke jurang, proses penyelamatan korban harus menggunakan alat berat ekskavator. Setelah beberapa jam, mobil berhasil diangkat dan kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Fatimah meninggal di lokasi, sementara suaminya menghembuskan napas terakhir di RSUD Selasih akibat luka serius.

- Advertisement -
Baca Juga:  HET Elpiji 3 Kg Masih Rp18 Ribu

Jenazah keduanya kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Sabtu malam.
Sementara itu, sopir mobil box BE yang mengalami luka berat dan sesak dada sudah mendapat perawatan medis sebelum diamankan di Unit Lakalantas Polres Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi membenarkan kecelakaan tersebut. “Dua korban meninggal dunia, satu di lokasi dan satu di rumah sakit. Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi mobil box yang melebar ke kanan dan menabrak tiga kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Rizkyan.(amn)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 53, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/10) sore. Insiden ini menewaskan sepasang suami istri dan membuat satu orang lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni mobil box BM 9640 TZ, truk box B 9128 JYT, mobil LCGC AD 1268 DJ, dan sepeda motor BM 4033 CAT.
Korban meninggal diketahui bernama H Yunus (59), mantan Kepala Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan istrinya Hj Fatimah (47). Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa mobil box yang oleng.

Menurut informasi dari Satlantas Polres Pelalawan, kecelakaan terjadi ketika mobil box BM 9640 TZ yang dikemudikan BE (22) melaju dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci. Saat melewati turunan di KM 53 Jalintim, mobil itu melebar ke kanan hingga bertabrakan dengan truk box B 9128 JYT yang datang dari arah berlawanan.

Baca Juga:  BPJN Siapkan Jembatan Bailey

Benturan keras membuat mobil box kehilangan kendali dan menabrak mobil LCGC AD 1268 DJ yang dikemudikan JS (43) asal Rokan Hulu (Rohul). Tak berhenti di situ, mobil box juga menabrak sepeda motor BM 4033 CAT yang dikendarai H Yunus bersama istrinya, Fatimah, dari arah Tembilahan menuju Pekanbaru. Sepeda motor mereka terseret hingga jatuh ke jurang dan tertimpa mobil box.

Warga yang melihat kejadian langsung menghubungi pihak kepolisian. Personel Satlantas Polres Pelalawan segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Karena mobil box jatuh ke jurang, proses penyelamatan korban harus menggunakan alat berat ekskavator. Setelah beberapa jam, mobil berhasil diangkat dan kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Fatimah meninggal di lokasi, sementara suaminya menghembuskan napas terakhir di RSUD Selasih akibat luka serius.

Baca Juga:  HET Elpiji 3 Kg Masih Rp18 Ribu

Jenazah keduanya kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Sabtu malam.
Sementara itu, sopir mobil box BE yang mengalami luka berat dan sesak dada sudah mendapat perawatan medis sebelum diamankan di Unit Lakalantas Polres Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi membenarkan kecelakaan tersebut. “Dua korban meninggal dunia, satu di lokasi dan satu di rumah sakit. Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi mobil box yang melebar ke kanan dan menabrak tiga kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Rizkyan.(amn)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari