Selasa, 10 Februari 2026
- Advertisement -

Air Sungai Nilo Meluap, Banjir Rendam Akses Jalan Darat Desa Lubuk Kembang Bunga

UKUI (RIAUPOS.CO) – DESA Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui kembali dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo.

Alhasil, kondisi tersebut telah membuat ruas badan jalan dan pekarangan rumah masyarakat di desa itu kembali digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 cm atau hampir setinggi paha orang dewasa.

Banjir itu tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, akses jalan tidak bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ke atas. Dan warga terpaksa pakai sampan atau pompong untuk beraktivitas.

‘’Dampak meluapnya debit air Sungai Nilo telah menyebabkan ruas jalan darat di Desa Lubuk Kembang Bunga direndam air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter atau hampir setinggi paha orang dewasa,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Jumat (10/1) via selulernya.

Baca Juga:  Tinggi Banjir Lintas Timur Km 83 Mencapai 50 Cm

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Nilo mengalami peningkatan hingga mencapai 150 Cm. Sedangkan kenaikan level air Sungai Nilo dipengaruhi oleh hutan di kawasan hulu Sungai Nilo yakni wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang sudah gundul akibat pembalakan maupun perambahan. Sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di aliran sungai akibat hilangnya vegetasi hutan yang mengurangi kapasitas sungai menampung air, khususnya saat curah hujan tinggi

‘’Atas kondisi tersebut, debit air Sungai Nilo menjadi meluap. Sehingga menyebabkan akses jalan darat sepanjang 200-500 meter menjadi terputus akibat terendam air,’’ paparnya.

Dijelaskannya, meski air merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga. Pasalnya, warga yang telah erbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3-5 meter dari ketinggian air Sungai Nilo.

Baca Juga:  15 Kelompok Tani Pulau Muda Siap Garap Sawah Baru 750 Hektare

“Jadi sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan, belum ada rumah warga yang direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Artinya, areal pemukiman warga yang terendam hanya sebatas pekarangan serta badan jalan dan belum ada rumah yang terdampak,’’ sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya kejadian bencana alam ini, maka pihaknya bersama tim gabungan telah mendirikan posko siaga untuk membantu masyarakat.(hen)

 

UKUI (RIAUPOS.CO) – DESA Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui kembali dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo.

Alhasil, kondisi tersebut telah membuat ruas badan jalan dan pekarangan rumah masyarakat di desa itu kembali digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 cm atau hampir setinggi paha orang dewasa.

Banjir itu tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, akses jalan tidak bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ke atas. Dan warga terpaksa pakai sampan atau pompong untuk beraktivitas.

‘’Dampak meluapnya debit air Sungai Nilo telah menyebabkan ruas jalan darat di Desa Lubuk Kembang Bunga direndam air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter atau hampir setinggi paha orang dewasa,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Jumat (10/1) via selulernya.

Baca Juga:  PLN UP3 Rengat Aktifkan Seluruh Trafo

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Nilo mengalami peningkatan hingga mencapai 150 Cm. Sedangkan kenaikan level air Sungai Nilo dipengaruhi oleh hutan di kawasan hulu Sungai Nilo yakni wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang sudah gundul akibat pembalakan maupun perambahan. Sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di aliran sungai akibat hilangnya vegetasi hutan yang mengurangi kapasitas sungai menampung air, khususnya saat curah hujan tinggi

- Advertisement -

‘’Atas kondisi tersebut, debit air Sungai Nilo menjadi meluap. Sehingga menyebabkan akses jalan darat sepanjang 200-500 meter menjadi terputus akibat terendam air,’’ paparnya.

Dijelaskannya, meski air merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga. Pasalnya, warga yang telah erbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3-5 meter dari ketinggian air Sungai Nilo.

- Advertisement -
Baca Juga:  Beraksi di Enam TKP, Pembobol Ruko Ditangkap

“Jadi sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan, belum ada rumah warga yang direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Artinya, areal pemukiman warga yang terendam hanya sebatas pekarangan serta badan jalan dan belum ada rumah yang terdampak,’’ sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya kejadian bencana alam ini, maka pihaknya bersama tim gabungan telah mendirikan posko siaga untuk membantu masyarakat.(hen)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

UKUI (RIAUPOS.CO) – DESA Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui kembali dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo.

Alhasil, kondisi tersebut telah membuat ruas badan jalan dan pekarangan rumah masyarakat di desa itu kembali digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 cm atau hampir setinggi paha orang dewasa.

Banjir itu tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, akses jalan tidak bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ke atas. Dan warga terpaksa pakai sampan atau pompong untuk beraktivitas.

‘’Dampak meluapnya debit air Sungai Nilo telah menyebabkan ruas jalan darat di Desa Lubuk Kembang Bunga direndam air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter atau hampir setinggi paha orang dewasa,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Jumat (10/1) via selulernya.

Baca Juga:  Lanjutkan Pembangunan Jalan Utama Desa Ransang

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Nilo mengalami peningkatan hingga mencapai 150 Cm. Sedangkan kenaikan level air Sungai Nilo dipengaruhi oleh hutan di kawasan hulu Sungai Nilo yakni wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang sudah gundul akibat pembalakan maupun perambahan. Sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di aliran sungai akibat hilangnya vegetasi hutan yang mengurangi kapasitas sungai menampung air, khususnya saat curah hujan tinggi

‘’Atas kondisi tersebut, debit air Sungai Nilo menjadi meluap. Sehingga menyebabkan akses jalan darat sepanjang 200-500 meter menjadi terputus akibat terendam air,’’ paparnya.

Dijelaskannya, meski air merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga. Pasalnya, warga yang telah erbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3-5 meter dari ketinggian air Sungai Nilo.

Baca Juga:  Banjir Pekanbaru Mulai Surut

“Jadi sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan, belum ada rumah warga yang direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Artinya, areal pemukiman warga yang terendam hanya sebatas pekarangan serta badan jalan dan belum ada rumah yang terdampak,’’ sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya kejadian bencana alam ini, maka pihaknya bersama tim gabungan telah mendirikan posko siaga untuk membantu masyarakat.(hen)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari