Selasa, 9 Juni 2026
- Advertisement -

SDN 013 Pangkalankerinci Kekurangan Kelas, Murid Terpaksa Belajar Tiga Shift

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – SDN 013 Kerinci Timur di Kecamatan Pangkalankerinci masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Kekurangan ruang belajar membuat sekolah dengan jumlah murid mencapai 1.080 orang itu harus menerapkan sistem belajar tiga shift setiap hari. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Pelalawan.

Perhatian itu datang dari anggota DPRD Pelalawan, Rustam Sinaga, yang meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Senin (8/6). Dalam kunjungannya, legislator Partai NasDem itu berdiskusi dengan Kepala SDN 013 Kerinci Timur, Nizar MPd, terkait berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih belum terpenuhi.

Berdasarkan data sekolah, SDN 013 Kerinci Timur saat ini memiliki 1.080 murid yang terbagi dalam 30 rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah hanya memiliki 12 ruang kelas sehingga proses belajar mengajar harus diatur secara bergantian dalam tiga shift.

Baca Juga:  Meriah! HUT ke-26 Pelalawan Catat Perputaran Uang Capai Rp2,68 Miliar

Setiap ruang kelas diisi antara 35 hingga 40 siswa. Selain keterbatasan ruang belajar, sekolah juga hanya memiliki dua ruang tambahan yang kondisinya dinilai masih jauh dari memadai.

Rustam menilai kondisi tersebut tidak ideal bagi proses pendidikan. Menurutnya, jumlah siswa yang padat dalam satu kelas dan sistem belajar tiga shift dapat memengaruhi efektivitas kegiatan belajar mengajar.

“Situasi belajar seperti ini tidak layak untuk anak-anak kita. Bayangkan, murid 35 sampai 40 orang per lokal dan belajar tiga shift. Bagaimana kualitas pembelajaran bisa optimal,” ujarnya kepada Riau Pos.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Pelatihan Pengelolaan Sampah Proklim RAPP Ubah Sampah Jadi Berguna

Menurut Rustam, SDN 013 Kerinci Timur masih membutuhkan tambahan ruang kelas baru, meubelair, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan layak.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo MPd, melalui Sekretaris Disdikbud, Fenjli Harmasni MPd, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Fenjli menjelaskan, usulan pembangunan untuk SDN 013 Kerinci Timur telah diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

“Kita sudah mengusulkan pembangunan SDN 013 ini ke Kemendikdasmen melalui BPMP. Rencananya sekolah akan dibangun dua tingkat. Kami berharap pihak sekolah dapat bersabar sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut,” jelasnya. (amn)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – SDN 013 Kerinci Timur di Kecamatan Pangkalankerinci masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Kekurangan ruang belajar membuat sekolah dengan jumlah murid mencapai 1.080 orang itu harus menerapkan sistem belajar tiga shift setiap hari. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Pelalawan.

Perhatian itu datang dari anggota DPRD Pelalawan, Rustam Sinaga, yang meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Senin (8/6). Dalam kunjungannya, legislator Partai NasDem itu berdiskusi dengan Kepala SDN 013 Kerinci Timur, Nizar MPd, terkait berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih belum terpenuhi.

Berdasarkan data sekolah, SDN 013 Kerinci Timur saat ini memiliki 1.080 murid yang terbagi dalam 30 rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah hanya memiliki 12 ruang kelas sehingga proses belajar mengajar harus diatur secara bergantian dalam tiga shift.

Baca Juga:  Warga Minta Warung Maksiat Diberantas

Setiap ruang kelas diisi antara 35 hingga 40 siswa. Selain keterbatasan ruang belajar, sekolah juga hanya memiliki dua ruang tambahan yang kondisinya dinilai masih jauh dari memadai.

Rustam menilai kondisi tersebut tidak ideal bagi proses pendidikan. Menurutnya, jumlah siswa yang padat dalam satu kelas dan sistem belajar tiga shift dapat memengaruhi efektivitas kegiatan belajar mengajar.

- Advertisement -

“Situasi belajar seperti ini tidak layak untuk anak-anak kita. Bayangkan, murid 35 sampai 40 orang per lokal dan belajar tiga shift. Bagaimana kualitas pembelajaran bisa optimal,” ujarnya kepada Riau Pos.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hari Pertama Kerja Wabup Inhil, Kampar, Pelalawan dan Rohil

Menurut Rustam, SDN 013 Kerinci Timur masih membutuhkan tambahan ruang kelas baru, meubelair, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan layak.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo MPd, melalui Sekretaris Disdikbud, Fenjli Harmasni MPd, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Fenjli menjelaskan, usulan pembangunan untuk SDN 013 Kerinci Timur telah diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

“Kita sudah mengusulkan pembangunan SDN 013 ini ke Kemendikdasmen melalui BPMP. Rencananya sekolah akan dibangun dua tingkat. Kami berharap pihak sekolah dapat bersabar sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut,” jelasnya. (amn)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – SDN 013 Kerinci Timur di Kecamatan Pangkalankerinci masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Kekurangan ruang belajar membuat sekolah dengan jumlah murid mencapai 1.080 orang itu harus menerapkan sistem belajar tiga shift setiap hari. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Pelalawan.

Perhatian itu datang dari anggota DPRD Pelalawan, Rustam Sinaga, yang meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Senin (8/6). Dalam kunjungannya, legislator Partai NasDem itu berdiskusi dengan Kepala SDN 013 Kerinci Timur, Nizar MPd, terkait berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih belum terpenuhi.

Berdasarkan data sekolah, SDN 013 Kerinci Timur saat ini memiliki 1.080 murid yang terbagi dalam 30 rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah hanya memiliki 12 ruang kelas sehingga proses belajar mengajar harus diatur secara bergantian dalam tiga shift.

Baca Juga:  Bersinergi Jaga Kamtibmas di Pilkada

Setiap ruang kelas diisi antara 35 hingga 40 siswa. Selain keterbatasan ruang belajar, sekolah juga hanya memiliki dua ruang tambahan yang kondisinya dinilai masih jauh dari memadai.

Rustam menilai kondisi tersebut tidak ideal bagi proses pendidikan. Menurutnya, jumlah siswa yang padat dalam satu kelas dan sistem belajar tiga shift dapat memengaruhi efektivitas kegiatan belajar mengajar.

“Situasi belajar seperti ini tidak layak untuk anak-anak kita. Bayangkan, murid 35 sampai 40 orang per lokal dan belajar tiga shift. Bagaimana kualitas pembelajaran bisa optimal,” ujarnya kepada Riau Pos.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Air Sungai Nilo Meluap, Banjir Rendam Akses Jalan Darat Desa Lubuk Kembang Bunga

Menurut Rustam, SDN 013 Kerinci Timur masih membutuhkan tambahan ruang kelas baru, meubelair, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan layak.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo MPd, melalui Sekretaris Disdikbud, Fenjli Harmasni MPd, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Fenjli menjelaskan, usulan pembangunan untuk SDN 013 Kerinci Timur telah diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

“Kita sudah mengusulkan pembangunan SDN 013 ini ke Kemendikdasmen melalui BPMP. Rencananya sekolah akan dibangun dua tingkat. Kami berharap pihak sekolah dapat bersabar sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut,” jelasnya. (amn)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari