Kamis, 2 Juli 2026
- Advertisement -

Bahan Keperluan Pokok Masih Stabil

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak perlu cemas dengan kondisi cuaca tak menentu saat ini. Apalagi sejumlah titik Jalan Lintas Timur di daerah itu mengalami rusak hingga terjadi macet.

Namun kondisi itu tidak berdampak buruk terhadap harga bahan keperluan pokok. Walaupun pada pekan kemarin, harga sejumlah sembako terjadi kenaikan harga.

‘’Alhamdulillah, harga sembako dalam kondisi stabil,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhu, H Ergusfian SSos ketika dikonfirmasi melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Nurizal Murza Indra SSos MSi, Ahad (14/1).

Kondisi harga sembako dalam kondisi stabil berdasarkan hasil pantauan di pasar rakyat Kota Rengat pada Jumat (12/1) akhir pekan kemarin. Dimana, dari hasil pantauan itu, tidak ada harga sembako melonjak naik dan tidak ditemukan kelangkaan.

Baca Juga:  Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

Dari hasil pantauan itu, hanya harga cabai merah keriting yang mengalami kenaikan. ‘’Harga cabai merah keriting terpantau naik dari Rp42 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram,’’ ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, untuk harga daging ayam ras atau boiler mengalami turun harga dari sebelumnya. Dimana harga daging ayam ras dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Memang, sebutnya, dengan kondisi Jalan Lintas Timur baik ada dalam wilayah Kabupaten Inhu dan Pelalawan diduga akan berpengaruh kepada kenaikan harga sembako. ‘’Harga semabko dapat stabil lantaran sejumlah komoditas lokal masih tersedia cukup,’’ sambungnya.

Lebih jauh disampaikannya, harga sejumlah sembako pada pekan kemarin stabil namun masih ada yang di atas harga acuan penjualan. Seperti, untuk beberapa jenis beras dijual Rp16 ribu per kilogram tetapi harga acuan masih Rp14 ribu per kilogram.(hen)

Baca Juga:  Deteksi Dini Narkoba, Puluhan Anggota Satpol PP Inhu Dites Urine, Ini Hasilnya

Laporan KASMEDI, Rengat

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak perlu cemas dengan kondisi cuaca tak menentu saat ini. Apalagi sejumlah titik Jalan Lintas Timur di daerah itu mengalami rusak hingga terjadi macet.

Namun kondisi itu tidak berdampak buruk terhadap harga bahan keperluan pokok. Walaupun pada pekan kemarin, harga sejumlah sembako terjadi kenaikan harga.

‘’Alhamdulillah, harga sembako dalam kondisi stabil,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhu, H Ergusfian SSos ketika dikonfirmasi melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Nurizal Murza Indra SSos MSi, Ahad (14/1).

Kondisi harga sembako dalam kondisi stabil berdasarkan hasil pantauan di pasar rakyat Kota Rengat pada Jumat (12/1) akhir pekan kemarin. Dimana, dari hasil pantauan itu, tidak ada harga sembako melonjak naik dan tidak ditemukan kelangkaan.

Baca Juga:  Deteksi Dini Narkoba, Puluhan Anggota Satpol PP Inhu Dites Urine, Ini Hasilnya

Dari hasil pantauan itu, hanya harga cabai merah keriting yang mengalami kenaikan. ‘’Harga cabai merah keriting terpantau naik dari Rp42 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Bahkan, sambungnya, untuk harga daging ayam ras atau boiler mengalami turun harga dari sebelumnya. Dimana harga daging ayam ras dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Memang, sebutnya, dengan kondisi Jalan Lintas Timur baik ada dalam wilayah Kabupaten Inhu dan Pelalawan diduga akan berpengaruh kepada kenaikan harga sembako. ‘’Harga semabko dapat stabil lantaran sejumlah komoditas lokal masih tersedia cukup,’’ sambungnya.

- Advertisement -

Lebih jauh disampaikannya, harga sejumlah sembako pada pekan kemarin stabil namun masih ada yang di atas harga acuan penjualan. Seperti, untuk beberapa jenis beras dijual Rp16 ribu per kilogram tetapi harga acuan masih Rp14 ribu per kilogram.(hen)

Baca Juga:  Uang Rp1,08 M dari Kasus Korupsi BPR Indra Arta Segera Masuk ke Kas Daerah Inhu

Laporan KASMEDI, Rengat

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak perlu cemas dengan kondisi cuaca tak menentu saat ini. Apalagi sejumlah titik Jalan Lintas Timur di daerah itu mengalami rusak hingga terjadi macet.

Namun kondisi itu tidak berdampak buruk terhadap harga bahan keperluan pokok. Walaupun pada pekan kemarin, harga sejumlah sembako terjadi kenaikan harga.

‘’Alhamdulillah, harga sembako dalam kondisi stabil,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhu, H Ergusfian SSos ketika dikonfirmasi melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Nurizal Murza Indra SSos MSi, Ahad (14/1).

Kondisi harga sembako dalam kondisi stabil berdasarkan hasil pantauan di pasar rakyat Kota Rengat pada Jumat (12/1) akhir pekan kemarin. Dimana, dari hasil pantauan itu, tidak ada harga sembako melonjak naik dan tidak ditemukan kelangkaan.

Baca Juga:  Kendaraan MST 8 Ton ke Atas Dilarang Lewat Jalan Rengat-Kuala Cenaku

Dari hasil pantauan itu, hanya harga cabai merah keriting yang mengalami kenaikan. ‘’Harga cabai merah keriting terpantau naik dari Rp42 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram,’’ ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, untuk harga daging ayam ras atau boiler mengalami turun harga dari sebelumnya. Dimana harga daging ayam ras dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Memang, sebutnya, dengan kondisi Jalan Lintas Timur baik ada dalam wilayah Kabupaten Inhu dan Pelalawan diduga akan berpengaruh kepada kenaikan harga sembako. ‘’Harga semabko dapat stabil lantaran sejumlah komoditas lokal masih tersedia cukup,’’ sambungnya.

Lebih jauh disampaikannya, harga sejumlah sembako pada pekan kemarin stabil namun masih ada yang di atas harga acuan penjualan. Seperti, untuk beberapa jenis beras dijual Rp16 ribu per kilogram tetapi harga acuan masih Rp14 ribu per kilogram.(hen)

Baca Juga:  Uang Rp1,08 M dari Kasus Korupsi BPR Indra Arta Segera Masuk ke Kas Daerah Inhu

Laporan KASMEDI, Rengat

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari