Jumat, 30 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Aspal Terakhir 1992, Jalan Poros di Kecamatan Bantan Pulau Bengkalis Kian Memprihatinkan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Sejumlah ruas jalan poros di Pulau Bengkalis mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera melakukan perbaikan agar akses transportasi dan perekonomian tidak semakin terganggu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik, mulai dari ruas Jalan Desa Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur hingga menuju Desa Muntai Barat. Kondisi jalan dipenuhi lubang dalam dan sangat berbahaya, terutama saat tergenang air hujan maupun pasang laut.

“Sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Sekarang kondisinya parah, lubangnya dalam. Kalau tergenang air, pengendara tidak tahu mana yang berlubang,” ujar Asir, warga Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, jalan di wilayah tersebut terakhir kali diaspal pada 1992. Sejak itu, tidak ada pembangunan lanjutan dari pemerintah. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat swadaya masyarakat dengan penimbunan sederhana.

Baca Juga:  Bengkalis Dapat Tambah 79 Ribu Dosis Vaksin

“Ditimbun sebentar, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Apalagi kalau hujan dan air pasang. Jalannya sudah nyaris putus karena dekat sekali dengan aliran sungai,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Yanto, warga Desa Muntai Barat. Ia menilai kondisi jalan poros di Kecamatan Bantan sudah sangat memprihatinkan dan tak kunjung mendapat perhatian serius.

“Dua tahun lalu memang ada pembangunan jalan sistem rigid secara bertahap, tapi volumenya sangat kecil. Tahun 2023 dan 2024 hanya sekitar dua kilometer. Bahkan tahun 2025 dan 2026 tidak lagi dianggarkan,” ujarnya.

Menurut Yanto, jalan poros tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kerusakan jalan berdampak langsung pada distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga menuju Kota Bengkalis.

Baca Juga:  Siak Susun RPJMD 2025–2029, Tujuh Isu Strategis Jadi Fokus

Sementara itu, kondisi jalan di wilayah ujung Pulau Bengkalis, tepatnya ruas Desa Kembung Luar menuju Desa Teluk Lancar, dinilai lebih memprihatinkan. Kontur tanah gambut membuat badan jalan mudah rusak dan sulit dilalui.

“Jalannya ditimbun pakai batang kelapa, jadi tidak rata dan susah dilewati. Kami berharap Pemkab Bengkalis segera memperbaiki jalan ini,” kata Salam, warga Dusun Melimau, Desa Kembung Luar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Supardi, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya yang baru menjabat sudah mengumpulkan tim untuk melakukan mapping jalan rusak. Nantinya akan dipetakan mana yang paling mendesak untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan menjadi perhatian pihaknya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri agar mobilitas masyarakat tetap lancar.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Sejumlah ruas jalan poros di Pulau Bengkalis mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera melakukan perbaikan agar akses transportasi dan perekonomian tidak semakin terganggu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik, mulai dari ruas Jalan Desa Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur hingga menuju Desa Muntai Barat. Kondisi jalan dipenuhi lubang dalam dan sangat berbahaya, terutama saat tergenang air hujan maupun pasang laut.

“Sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Sekarang kondisinya parah, lubangnya dalam. Kalau tergenang air, pengendara tidak tahu mana yang berlubang,” ujar Asir, warga Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, jalan di wilayah tersebut terakhir kali diaspal pada 1992. Sejak itu, tidak ada pembangunan lanjutan dari pemerintah. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat swadaya masyarakat dengan penimbunan sederhana.

Baca Juga:  Siak Susun RPJMD 2025–2029, Tujuh Isu Strategis Jadi Fokus

“Ditimbun sebentar, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Apalagi kalau hujan dan air pasang. Jalannya sudah nyaris putus karena dekat sekali dengan aliran sungai,” keluhnya.

- Advertisement -

Keluhan serupa disampaikan Yanto, warga Desa Muntai Barat. Ia menilai kondisi jalan poros di Kecamatan Bantan sudah sangat memprihatinkan dan tak kunjung mendapat perhatian serius.

“Dua tahun lalu memang ada pembangunan jalan sistem rigid secara bertahap, tapi volumenya sangat kecil. Tahun 2023 dan 2024 hanya sekitar dua kilometer. Bahkan tahun 2025 dan 2026 tidak lagi dianggarkan,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Yanto, jalan poros tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kerusakan jalan berdampak langsung pada distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga menuju Kota Bengkalis.

Baca Juga:  Akabri 2001 Gelar Vaksinasi Massal di Duri

Sementara itu, kondisi jalan di wilayah ujung Pulau Bengkalis, tepatnya ruas Desa Kembung Luar menuju Desa Teluk Lancar, dinilai lebih memprihatinkan. Kontur tanah gambut membuat badan jalan mudah rusak dan sulit dilalui.

“Jalannya ditimbun pakai batang kelapa, jadi tidak rata dan susah dilewati. Kami berharap Pemkab Bengkalis segera memperbaiki jalan ini,” kata Salam, warga Dusun Melimau, Desa Kembung Luar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Supardi, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya yang baru menjabat sudah mengumpulkan tim untuk melakukan mapping jalan rusak. Nantinya akan dipetakan mana yang paling mendesak untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan menjadi perhatian pihaknya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri agar mobilitas masyarakat tetap lancar.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Sejumlah ruas jalan poros di Pulau Bengkalis mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera melakukan perbaikan agar akses transportasi dan perekonomian tidak semakin terganggu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik, mulai dari ruas Jalan Desa Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur hingga menuju Desa Muntai Barat. Kondisi jalan dipenuhi lubang dalam dan sangat berbahaya, terutama saat tergenang air hujan maupun pasang laut.

“Sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Sekarang kondisinya parah, lubangnya dalam. Kalau tergenang air, pengendara tidak tahu mana yang berlubang,” ujar Asir, warga Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, jalan di wilayah tersebut terakhir kali diaspal pada 1992. Sejak itu, tidak ada pembangunan lanjutan dari pemerintah. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat swadaya masyarakat dengan penimbunan sederhana.

Baca Juga:  Granat Bengkalis Sesalkan Putusan Hakim

“Ditimbun sebentar, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Apalagi kalau hujan dan air pasang. Jalannya sudah nyaris putus karena dekat sekali dengan aliran sungai,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Yanto, warga Desa Muntai Barat. Ia menilai kondisi jalan poros di Kecamatan Bantan sudah sangat memprihatinkan dan tak kunjung mendapat perhatian serius.

“Dua tahun lalu memang ada pembangunan jalan sistem rigid secara bertahap, tapi volumenya sangat kecil. Tahun 2023 dan 2024 hanya sekitar dua kilometer. Bahkan tahun 2025 dan 2026 tidak lagi dianggarkan,” ujarnya.

Menurut Yanto, jalan poros tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kerusakan jalan berdampak langsung pada distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga menuju Kota Bengkalis.

Baca Juga:  Buka Akses Ekonomi, Rohul–Rohil Bangun Jembatan dan Jalan Penghubung

Sementara itu, kondisi jalan di wilayah ujung Pulau Bengkalis, tepatnya ruas Desa Kembung Luar menuju Desa Teluk Lancar, dinilai lebih memprihatinkan. Kontur tanah gambut membuat badan jalan mudah rusak dan sulit dilalui.

“Jalannya ditimbun pakai batang kelapa, jadi tidak rata dan susah dilewati. Kami berharap Pemkab Bengkalis segera memperbaiki jalan ini,” kata Salam, warga Dusun Melimau, Desa Kembung Luar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Supardi, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya yang baru menjabat sudah mengumpulkan tim untuk melakukan mapping jalan rusak. Nantinya akan dipetakan mana yang paling mendesak untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan menjadi perhatian pihaknya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri agar mobilitas masyarakat tetap lancar.(ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari