Minggu, 6 April 2025
spot_img

Harga Bahan Pangan di Pasar Terubuk Bengkalis MeroketĀ 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kendati momen Tahun Baru Imlek dan Pemilu 14 Februari sudah berlalu, namun kondisi itu tak memengaruhi harga sejumlah barang pokok di Pasar Terubuk Bengkalis. Justru harganya semakin meningkat jika dibandingkan pada kedua momen itu.

Seperti pantauan di lapangan, Kamis (22/2), Pasar Terubuk Bengkalis sepi dari pembelinya. Bahkan pedagang yang menjual cabai merah keriting hanya ada dua lapak.

Ini disebabkan harga cabai merah keriting asal Bukittinggi, Sumbar sudah satu pekan ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan pekan lalu hanya Rp55 ribu per kilogram dan saat ini mencapai Rp95 ribu per kg.

ā€œMemang tak ada yang mau menjual, harganya selangit. Minggu lalu harganya cuman Rp55 ribu per Kg, sekarang naik jadi Rp95 ribu per Kg. Makanya pedagang yang menjual sedikit, karena takut rugi,ā€ ujar salah seorang pedagang Cabai di Pasar Terubuk Bengkalis Umi, Kamis (22/2).

Baca Juga:  Presiden RI Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah

Ia menyebutkan, cabai merah keriting asal Bukit Tinggi yang dijualnya jika terlalu lama disimpan akan mengalami kerusakan, seperti busuk dan tak tahan lama. Sementara pembeli tak mau membeli cabai dalam jumlah banyak, karena harganya mahal.

ā€œEntahlah kenapa semua bahan pokok makin mahal. Tapi kata orang-orang setelah Pemilu ini di goyangin aja,ā€ ucapnya sambil tertawa.

Di tempatnya menjual barang pokok lainnya, juga mengalami kenaikan. Seperti bawang merah bervariasi, mulai dari harga Rp35 ribu per Kg sampai Rp45 ribu per Kg, bawang putih Rp40 ribu per Kg,Ā  kentang Rp16 ribu per Kg, tomat Rp20 ribu per Kg, bawang bombai Rp30 ribu per Kg.

ā€œJadi semuanya naik. Hanya tomat yang turun sedikit sebelumnya Rp25 ribu per Kg, sekarang turun jadi Rp20 ribu per Kg. Tapi sejak Tahun Baru Imlek sampai sekarang belum ada yang turun,ā€ ujar Umi.

Baca Juga:  348 Pendamping Desa Terima SK Bupati Bengkalis

Sedangkan untuk harga ayam potong Rp35 ribu per Kg, jika sepekan lalu mencapai Rp27 ribu per Kg. Sedangkan harga udang dari petani tambak udang dijual dengan harga Rp45 ribu per Kg, iklan malong Rp55 ribu per Kg, ikan gerut Rp95 ribu per Kg.

Kepala DinasĀ  Ā Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis Zulpan ST menyebutkan, memang saat ini harga pangan di Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan.

ā€œTapi ini tak di Bengkalis saja, namun sudah nasional harga pangan mengalami kenaikan. Namun kami akan tetap melakukan pemantauan di pasar, sehingga kondisia harga dapat terpantau,ā€ ujarnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kendati momen Tahun Baru Imlek dan Pemilu 14 Februari sudah berlalu, namun kondisi itu tak memengaruhi harga sejumlah barang pokok di Pasar Terubuk Bengkalis. Justru harganya semakin meningkat jika dibandingkan pada kedua momen itu.

Seperti pantauan di lapangan, Kamis (22/2), Pasar Terubuk Bengkalis sepi dari pembelinya. Bahkan pedagang yang menjual cabai merah keriting hanya ada dua lapak.

Ini disebabkan harga cabai merah keriting asal Bukittinggi, Sumbar sudah satu pekan ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan pekan lalu hanya Rp55 ribu per kilogram dan saat ini mencapai Rp95 ribu per kg.

ā€œMemang tak ada yang mau menjual, harganya selangit. Minggu lalu harganya cuman Rp55 ribu per Kg, sekarang naik jadi Rp95 ribu per Kg. Makanya pedagang yang menjual sedikit, karena takut rugi,ā€ ujar salah seorang pedagang Cabai di Pasar Terubuk Bengkalis Umi, Kamis (22/2).

Baca Juga:  Dua Pekan Jaringan 4G Hilang

Ia menyebutkan, cabai merah keriting asal Bukit Tinggi yang dijualnya jika terlalu lama disimpan akan mengalami kerusakan, seperti busuk dan tak tahan lama. Sementara pembeli tak mau membeli cabai dalam jumlah banyak, karena harganya mahal.

ā€œEntahlah kenapa semua bahan pokok makin mahal. Tapi kata orang-orang setelah Pemilu ini di goyangin aja,ā€ ucapnya sambil tertawa.

Di tempatnya menjual barang pokok lainnya, juga mengalami kenaikan. Seperti bawang merah bervariasi, mulai dari harga Rp35 ribu per Kg sampai Rp45 ribu per Kg, bawang putih Rp40 ribu per Kg,Ā  kentang Rp16 ribu per Kg, tomat Rp20 ribu per Kg, bawang bombai Rp30 ribu per Kg.

ā€œJadi semuanya naik. Hanya tomat yang turun sedikit sebelumnya Rp25 ribu per Kg, sekarang turun jadi Rp20 ribu per Kg. Tapi sejak Tahun Baru Imlek sampai sekarang belum ada yang turun,ā€ ujar Umi.

Baca Juga:  Banjir di Siak Kecil Belum Surut

Sedangkan untuk harga ayam potong Rp35 ribu per Kg, jika sepekan lalu mencapai Rp27 ribu per Kg. Sedangkan harga udang dari petani tambak udang dijual dengan harga Rp45 ribu per Kg, iklan malong Rp55 ribu per Kg, ikan gerut Rp95 ribu per Kg.

Kepala DinasĀ  Ā Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis Zulpan ST menyebutkan, memang saat ini harga pangan di Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan.

ā€œTapi ini tak di Bengkalis saja, namun sudah nasional harga pangan mengalami kenaikan. Namun kami akan tetap melakukan pemantauan di pasar, sehingga kondisia harga dapat terpantau,ā€ ujarnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Harga Bahan Pangan di Pasar Terubuk Bengkalis MeroketĀ 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kendati momen Tahun Baru Imlek dan Pemilu 14 Februari sudah berlalu, namun kondisi itu tak memengaruhi harga sejumlah barang pokok di Pasar Terubuk Bengkalis. Justru harganya semakin meningkat jika dibandingkan pada kedua momen itu.

Seperti pantauan di lapangan, Kamis (22/2), Pasar Terubuk Bengkalis sepi dari pembelinya. Bahkan pedagang yang menjual cabai merah keriting hanya ada dua lapak.

Ini disebabkan harga cabai merah keriting asal Bukittinggi, Sumbar sudah satu pekan ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan pekan lalu hanya Rp55 ribu per kilogram dan saat ini mencapai Rp95 ribu per kg.

ā€œMemang tak ada yang mau menjual, harganya selangit. Minggu lalu harganya cuman Rp55 ribu per Kg, sekarang naik jadi Rp95 ribu per Kg. Makanya pedagang yang menjual sedikit, karena takut rugi,ā€ ujar salah seorang pedagang Cabai di Pasar Terubuk Bengkalis Umi, Kamis (22/2).

Baca Juga:  Tingkat Kelulusan di Bawah 30 Persen

Ia menyebutkan, cabai merah keriting asal Bukit Tinggi yang dijualnya jika terlalu lama disimpan akan mengalami kerusakan, seperti busuk dan tak tahan lama. Sementara pembeli tak mau membeli cabai dalam jumlah banyak, karena harganya mahal.

ā€œEntahlah kenapa semua bahan pokok makin mahal. Tapi kata orang-orang setelah Pemilu ini di goyangin aja,ā€ ucapnya sambil tertawa.

Di tempatnya menjual barang pokok lainnya, juga mengalami kenaikan. Seperti bawang merah bervariasi, mulai dari harga Rp35 ribu per Kg sampai Rp45 ribu per Kg, bawang putih Rp40 ribu per Kg,Ā  kentang Rp16 ribu per Kg, tomat Rp20 ribu per Kg, bawang bombai Rp30 ribu per Kg.

ā€œJadi semuanya naik. Hanya tomat yang turun sedikit sebelumnya Rp25 ribu per Kg, sekarang turun jadi Rp20 ribu per Kg. Tapi sejak Tahun Baru Imlek sampai sekarang belum ada yang turun,ā€ ujar Umi.

Baca Juga:  Presiden RI Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah

Sedangkan untuk harga ayam potong Rp35 ribu per Kg, jika sepekan lalu mencapai Rp27 ribu per Kg. Sedangkan harga udang dari petani tambak udang dijual dengan harga Rp45 ribu per Kg, iklan malong Rp55 ribu per Kg, ikan gerut Rp95 ribu per Kg.

Kepala DinasĀ  Ā Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis Zulpan ST menyebutkan, memang saat ini harga pangan di Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan.

ā€œTapi ini tak di Bengkalis saja, namun sudah nasional harga pangan mengalami kenaikan. Namun kami akan tetap melakukan pemantauan di pasar, sehingga kondisia harga dapat terpantau,ā€ ujarnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kendati momen Tahun Baru Imlek dan Pemilu 14 Februari sudah berlalu, namun kondisi itu tak memengaruhi harga sejumlah barang pokok di Pasar Terubuk Bengkalis. Justru harganya semakin meningkat jika dibandingkan pada kedua momen itu.

Seperti pantauan di lapangan, Kamis (22/2), Pasar Terubuk Bengkalis sepi dari pembelinya. Bahkan pedagang yang menjual cabai merah keriting hanya ada dua lapak.

Ini disebabkan harga cabai merah keriting asal Bukittinggi, Sumbar sudah satu pekan ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan pekan lalu hanya Rp55 ribu per kilogram dan saat ini mencapai Rp95 ribu per kg.

ā€œMemang tak ada yang mau menjual, harganya selangit. Minggu lalu harganya cuman Rp55 ribu per Kg, sekarang naik jadi Rp95 ribu per Kg. Makanya pedagang yang menjual sedikit, karena takut rugi,ā€ ujar salah seorang pedagang Cabai di Pasar Terubuk Bengkalis Umi, Kamis (22/2).

Baca Juga:  Tingkat Kelulusan di Bawah 30 Persen

Ia menyebutkan, cabai merah keriting asal Bukit Tinggi yang dijualnya jika terlalu lama disimpan akan mengalami kerusakan, seperti busuk dan tak tahan lama. Sementara pembeli tak mau membeli cabai dalam jumlah banyak, karena harganya mahal.

ā€œEntahlah kenapa semua bahan pokok makin mahal. Tapi kata orang-orang setelah Pemilu ini di goyangin aja,ā€ ucapnya sambil tertawa.

Di tempatnya menjual barang pokok lainnya, juga mengalami kenaikan. Seperti bawang merah bervariasi, mulai dari harga Rp35 ribu per Kg sampai Rp45 ribu per Kg, bawang putih Rp40 ribu per Kg,Ā  kentang Rp16 ribu per Kg, tomat Rp20 ribu per Kg, bawang bombai Rp30 ribu per Kg.

ā€œJadi semuanya naik. Hanya tomat yang turun sedikit sebelumnya Rp25 ribu per Kg, sekarang turun jadi Rp20 ribu per Kg. Tapi sejak Tahun Baru Imlek sampai sekarang belum ada yang turun,ā€ ujar Umi.

Baca Juga:  Mal SKA Hadirkan Atraksi Barongsai Patok

Sedangkan untuk harga ayam potong Rp35 ribu per Kg, jika sepekan lalu mencapai Rp27 ribu per Kg. Sedangkan harga udang dari petani tambak udang dijual dengan harga Rp45 ribu per Kg, iklan malong Rp55 ribu per Kg, ikan gerut Rp95 ribu per Kg.

Kepala DinasĀ  Ā Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis Zulpan ST menyebutkan, memang saat ini harga pangan di Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan.

ā€œTapi ini tak di Bengkalis saja, namun sudah nasional harga pangan mengalami kenaikan. Namun kami akan tetap melakukan pemantauan di pasar, sehingga kondisia harga dapat terpantau,ā€ ujarnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari