Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

BPBD Intensifkan Patroli Darat dan Udara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam kurun waktu sepekan terakhir, jumlah hot spot (titik panas) di Riau yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun drastis dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Selain karena terus dilakukan pemadaman baik melalui darat dan udara, tim satgas juga terbantu dengan turunnya hujan yang cukup merata di Riau.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, agar karhutla tidak kembali terjadi setelah beberapa lokasi yang sebelumnya terbakar padam, pihaknya akan mengintensifkan tim satgas yang ada untuk melakukan patroli baik melalui darat dan udara.

"Kami akan intensifkan patroli terpadu, kemudian juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," katanya.

Baca Juga:  BPKAD Raih Penghargaan Kelola Dana Desa Terbaik

Untuk daerah yang akan menjadi fokus pihaknya untuk dilakukan patroli dan penyuluhan yakni di wilayah selatan Riau. Seperti Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan. Kemudian juga daerah utara Riau seperti Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Dumai.

Meskipun titik panas sudah tidak ada, namun tim satgas darat masih melakukan kegiatan pendinginan lanjutan di beberapa daerah di Riau. Seperti di Desa Sungai Guntung Tengah, Kabupaten Inhil. Kemudian juga di Desa Rantau Bakung (PT TESO), Kecamatan Rengat Barat, dan di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap.

"Untuk di Kabupaten Siak, pendinginan dilakukan di Kampung Pencing Bekulo Kecamatan Kandis. Di lokasi ini, sebelumnya Karhutla terjadi seluas 15 ha," ujarnya.(sol)

Baca Juga:  Pekerja Seni Riau “Tepekik Telolong” 76 Jam Nonstop

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam kurun waktu sepekan terakhir, jumlah hot spot (titik panas) di Riau yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun drastis dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Selain karena terus dilakukan pemadaman baik melalui darat dan udara, tim satgas juga terbantu dengan turunnya hujan yang cukup merata di Riau.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, agar karhutla tidak kembali terjadi setelah beberapa lokasi yang sebelumnya terbakar padam, pihaknya akan mengintensifkan tim satgas yang ada untuk melakukan patroli baik melalui darat dan udara.

"Kami akan intensifkan patroli terpadu, kemudian juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," katanya.

Baca Juga:  Pekerja Seni Riau “Tepekik Telolong” 76 Jam Nonstop

Untuk daerah yang akan menjadi fokus pihaknya untuk dilakukan patroli dan penyuluhan yakni di wilayah selatan Riau. Seperti Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan. Kemudian juga daerah utara Riau seperti Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Dumai.

Meskipun titik panas sudah tidak ada, namun tim satgas darat masih melakukan kegiatan pendinginan lanjutan di beberapa daerah di Riau. Seperti di Desa Sungai Guntung Tengah, Kabupaten Inhil. Kemudian juga di Desa Rantau Bakung (PT TESO), Kecamatan Rengat Barat, dan di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap.

- Advertisement -

"Untuk di Kabupaten Siak, pendinginan dilakukan di Kampung Pencing Bekulo Kecamatan Kandis. Di lokasi ini, sebelumnya Karhutla terjadi seluas 15 ha," ujarnya.(sol)

Baca Juga:  Riau Bertambah 149 Kasus Baru

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

- Advertisement -

Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam kurun waktu sepekan terakhir, jumlah hot spot (titik panas) di Riau yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun drastis dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Selain karena terus dilakukan pemadaman baik melalui darat dan udara, tim satgas juga terbantu dengan turunnya hujan yang cukup merata di Riau.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, agar karhutla tidak kembali terjadi setelah beberapa lokasi yang sebelumnya terbakar padam, pihaknya akan mengintensifkan tim satgas yang ada untuk melakukan patroli baik melalui darat dan udara.

"Kami akan intensifkan patroli terpadu, kemudian juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," katanya.

Baca Juga:  Hasil Wakaf Tunai  Diserahkan untuk Masjid

Untuk daerah yang akan menjadi fokus pihaknya untuk dilakukan patroli dan penyuluhan yakni di wilayah selatan Riau. Seperti Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan. Kemudian juga daerah utara Riau seperti Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Dumai.

Meskipun titik panas sudah tidak ada, namun tim satgas darat masih melakukan kegiatan pendinginan lanjutan di beberapa daerah di Riau. Seperti di Desa Sungai Guntung Tengah, Kabupaten Inhil. Kemudian juga di Desa Rantau Bakung (PT TESO), Kecamatan Rengat Barat, dan di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap.

"Untuk di Kabupaten Siak, pendinginan dilakukan di Kampung Pencing Bekulo Kecamatan Kandis. Di lokasi ini, sebelumnya Karhutla terjadi seluas 15 ha," ujarnya.(sol)

Baca Juga:  Pekerja Seni Riau “Tepekik Telolong” 76 Jam Nonstop

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari