Rabu, 14 Oktober 2026
- Advertisement -

PHR-RSF Bantu BBKSDA Cegah Potensi Interaksi Negatif Gajah-Manusia

DURI (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan terus konsisten dalam membantu upaya konservasi gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Secara rutin PHR melalui Rimba Satwa Foundation (RFS) sebagai mitra pelaksana, membantu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) memonitor pergerakan gajah guna mengantisipasi serta meminimalisir potensi interaksi negatif antara gajah dan manusia, di kawasan kantung Balai Raja Kecamatan Pinggir, hingga Giam Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis.

Upaya konservasi ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan, dalam bidang lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu ikhtiar PHR dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga:  Berpacu di Inhu, Jalur Siposan 

Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto menyampaikan, bahwa di dalam tugas utamanya menjaga ketahanan energi nasional, operasi PHR juga berupaya menciptakan peluang dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat dan lingkungan di mana PHR beroperasi. Ditekankan Rudi, gajah adalah satwa endemik dengan jumlah populasi yang saat ini kian menipis.

“Upaya yang kami lakukan pada intinya menggugah dan mengajak partisipasi masyarakat untuk berbagi pola ruang terhadap satwa yang dilindungi. Sebagai warga korporat, kami memiliki obligasi moral agar satwa ini tetap lestari di habitat aslinya,” jelas Rudi.

Upaya pemantauan yang dilakukan PHR dan RSF yang berpusat di Duri, dapat mengetahui pergerakan gajah secara realtime, melalui sabuk global positioning system atau GPS collar yang dikalungkan pada kelompok-kelompok gajah liar. Lima unit kalung GPS yang disediakan oleh PHR ini telah dipasangkan pada 5 ketua kelompok gajah.

Baca Juga:  Harga Turun Lagi

“Selain kalung GPS, PHR juga menyumbangkan 18 unit kamera pengintai (camera trap) yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di habitat gajah,” ujarnya.

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit dan memberikan data lokasi keberadaan kelompok gajah. Dengan demikian potensi konflik gajah dan manusia dapat dimitigasi lebih dini.(ksm)

DURI (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan terus konsisten dalam membantu upaya konservasi gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Secara rutin PHR melalui Rimba Satwa Foundation (RFS) sebagai mitra pelaksana, membantu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) memonitor pergerakan gajah guna mengantisipasi serta meminimalisir potensi interaksi negatif antara gajah dan manusia, di kawasan kantung Balai Raja Kecamatan Pinggir, hingga Giam Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis.

Upaya konservasi ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan, dalam bidang lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu ikhtiar PHR dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga:  29 Personel Polda Riau Terima Penghargaan atas Dedikasi dan Prestasi

Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto menyampaikan, bahwa di dalam tugas utamanya menjaga ketahanan energi nasional, operasi PHR juga berupaya menciptakan peluang dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat dan lingkungan di mana PHR beroperasi. Ditekankan Rudi, gajah adalah satwa endemik dengan jumlah populasi yang saat ini kian menipis.

“Upaya yang kami lakukan pada intinya menggugah dan mengajak partisipasi masyarakat untuk berbagi pola ruang terhadap satwa yang dilindungi. Sebagai warga korporat, kami memiliki obligasi moral agar satwa ini tetap lestari di habitat aslinya,” jelas Rudi.

Upaya pemantauan yang dilakukan PHR dan RSF yang berpusat di Duri, dapat mengetahui pergerakan gajah secara realtime, melalui sabuk global positioning system atau GPS collar yang dikalungkan pada kelompok-kelompok gajah liar. Lima unit kalung GPS yang disediakan oleh PHR ini telah dipasangkan pada 5 ketua kelompok gajah.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di Duri, Menara Rig Roboh Tewaskan Derrickman

“Selain kalung GPS, PHR juga menyumbangkan 18 unit kamera pengintai (camera trap) yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di habitat gajah,” ujarnya.

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit dan memberikan data lokasi keberadaan kelompok gajah. Dengan demikian potensi konflik gajah dan manusia dapat dimitigasi lebih dini.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DURI (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan terus konsisten dalam membantu upaya konservasi gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Secara rutin PHR melalui Rimba Satwa Foundation (RFS) sebagai mitra pelaksana, membantu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) memonitor pergerakan gajah guna mengantisipasi serta meminimalisir potensi interaksi negatif antara gajah dan manusia, di kawasan kantung Balai Raja Kecamatan Pinggir, hingga Giam Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis.

Upaya konservasi ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan, dalam bidang lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu ikhtiar PHR dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga:  PHR Catatkan Kinerja Impresif Tahun 2024

Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto menyampaikan, bahwa di dalam tugas utamanya menjaga ketahanan energi nasional, operasi PHR juga berupaya menciptakan peluang dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat dan lingkungan di mana PHR beroperasi. Ditekankan Rudi, gajah adalah satwa endemik dengan jumlah populasi yang saat ini kian menipis.

“Upaya yang kami lakukan pada intinya menggugah dan mengajak partisipasi masyarakat untuk berbagi pola ruang terhadap satwa yang dilindungi. Sebagai warga korporat, kami memiliki obligasi moral agar satwa ini tetap lestari di habitat aslinya,” jelas Rudi.

Upaya pemantauan yang dilakukan PHR dan RSF yang berpusat di Duri, dapat mengetahui pergerakan gajah secara realtime, melalui sabuk global positioning system atau GPS collar yang dikalungkan pada kelompok-kelompok gajah liar. Lima unit kalung GPS yang disediakan oleh PHR ini telah dipasangkan pada 5 ketua kelompok gajah.

Baca Juga:  Dua Terduga Pencuri Pipa Besi PHR Dijebloskan ke Penjara

“Selain kalung GPS, PHR juga menyumbangkan 18 unit kamera pengintai (camera trap) yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di habitat gajah,” ujarnya.

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit dan memberikan data lokasi keberadaan kelompok gajah. Dengan demikian potensi konflik gajah dan manusia dapat dimitigasi lebih dini.(ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari