Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Mardianto Sebut Jalan Lintas Tengah Balemak Peak

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Anggota DPRD Provinsi Riau, Dr Mardianto Manan menegaskan bahwa pihaknya sudah sering memperjuangkan pembangunan Jalan Lintas Tengah. Hanya saja, hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Riau dinilai belum serius untuk membangun jalan tersebut.

Akibatnya, kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu masih saja tetap rusak. Bahkan saat ini, kondisi Jalan Lintas Tengah dalam wilayah Kabupaten Inhu terancam putus.

"Sudah berbuih mulut ini menyampaikan tentang kondisi Jalan Lintas Tengah kepada pihak PUPR Riau khususnya Kepala UPT Pekerjaan Umum. Namun jawabannya tetap mengatakan, akan dan sedang hingga selanjutnya menunggu tender serta menyampaikan sabar," ujar Dr Mardianto Manan, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga:  Kasus Baru di Riau Bertambah 69 orang

Untuk itu, dia menilai pihak PUPR Riau gagal diberikan amanah untuk perawatan jalan dalam wilayah Inhu hingga Kuansing. Akibatnya masyarakat di dua daerah itu menjadi sengsara akut.

Menurutnya, kalau DPRD Provinsi Riau hanya bisa minta agar diperhatikan jalan tersebut dan perbaikan yang rusak, tetapi itu hanya dianggap angin lalu oleh PUPR. Karena, mungkin saja pihak PUPR Riau terganggu oleh kritikan dan masukan dari DPRD Riau.

Padahal sambungnya, bahasa DPRD Riau saat pembahasan hanya menyampaikan pesan rakyat yang melewati jalan tersebut. "Apa yang mau saya sampaikan lagi. Sudah merasa tidak di Riau lagi yang konon katanya di atas minyak, di bawah minyak tetapi di tengah "balemak peak" (becek dan berlumpur, red)," ungkap anggota Komisi IV bidang pembangunan dan infrastruktur ini.

Baca Juga:  Harga TBS Kelapa Sawit Turun Pekan Ini

Di tempat terpisah, warga berharap agar proses pekerjaan ruas jalan Simpang Japura-Cerenti segera dilakukan. Karena apabila terus dibiarkan, ruas jalan Simpang Japura-Cerenti di sejumlah titik yang rusak dapat terancam putus.

"Kalau memang anggaran ruas jalan Simpang Japura-Cerenti sudah selesai proses lelang, sebaiknya segera dilakukan perbaikan. Karena kondisi jalan sudah rusak parah," ujar Wahyudi salah seorang warga Kecamatan Peranap.

Laporan: Raja Kasmedi (Rengat)
Editor: Rinaldi

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Anggota DPRD Provinsi Riau, Dr Mardianto Manan menegaskan bahwa pihaknya sudah sering memperjuangkan pembangunan Jalan Lintas Tengah. Hanya saja, hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Riau dinilai belum serius untuk membangun jalan tersebut.

Akibatnya, kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu masih saja tetap rusak. Bahkan saat ini, kondisi Jalan Lintas Tengah dalam wilayah Kabupaten Inhu terancam putus.

"Sudah berbuih mulut ini menyampaikan tentang kondisi Jalan Lintas Tengah kepada pihak PUPR Riau khususnya Kepala UPT Pekerjaan Umum. Namun jawabannya tetap mengatakan, akan dan sedang hingga selanjutnya menunggu tender serta menyampaikan sabar," ujar Dr Mardianto Manan, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga:  Minta 15 Persen Saham Blok Rokan

Untuk itu, dia menilai pihak PUPR Riau gagal diberikan amanah untuk perawatan jalan dalam wilayah Inhu hingga Kuansing. Akibatnya masyarakat di dua daerah itu menjadi sengsara akut.

Menurutnya, kalau DPRD Provinsi Riau hanya bisa minta agar diperhatikan jalan tersebut dan perbaikan yang rusak, tetapi itu hanya dianggap angin lalu oleh PUPR. Karena, mungkin saja pihak PUPR Riau terganggu oleh kritikan dan masukan dari DPRD Riau.

Padahal sambungnya, bahasa DPRD Riau saat pembahasan hanya menyampaikan pesan rakyat yang melewati jalan tersebut. "Apa yang mau saya sampaikan lagi. Sudah merasa tidak di Riau lagi yang konon katanya di atas minyak, di bawah minyak tetapi di tengah "balemak peak" (becek dan berlumpur, red)," ungkap anggota Komisi IV bidang pembangunan dan infrastruktur ini.

Baca Juga:  Waspada, Ada Oknum Gunakan Foto Kadis PUPR PKPP Riau Lakukan Penipuan

Di tempat terpisah, warga berharap agar proses pekerjaan ruas jalan Simpang Japura-Cerenti segera dilakukan. Karena apabila terus dibiarkan, ruas jalan Simpang Japura-Cerenti di sejumlah titik yang rusak dapat terancam putus.

"Kalau memang anggaran ruas jalan Simpang Japura-Cerenti sudah selesai proses lelang, sebaiknya segera dilakukan perbaikan. Karena kondisi jalan sudah rusak parah," ujar Wahyudi salah seorang warga Kecamatan Peranap.

Laporan: Raja Kasmedi (Rengat)
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Mardianto Sebut Jalan Lintas Tengah Balemak Peak

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Anggota DPRD Provinsi Riau, Dr Mardianto Manan menegaskan bahwa pihaknya sudah sering memperjuangkan pembangunan Jalan Lintas Tengah. Hanya saja, hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Riau dinilai belum serius untuk membangun jalan tersebut.

Akibatnya, kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu masih saja tetap rusak. Bahkan saat ini, kondisi Jalan Lintas Tengah dalam wilayah Kabupaten Inhu terancam putus.

"Sudah berbuih mulut ini menyampaikan tentang kondisi Jalan Lintas Tengah kepada pihak PUPR Riau khususnya Kepala UPT Pekerjaan Umum. Namun jawabannya tetap mengatakan, akan dan sedang hingga selanjutnya menunggu tender serta menyampaikan sabar," ujar Dr Mardianto Manan, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga:  Harga TBS Kelapa Sawit Turun Pekan Ini

Untuk itu, dia menilai pihak PUPR Riau gagal diberikan amanah untuk perawatan jalan dalam wilayah Inhu hingga Kuansing. Akibatnya masyarakat di dua daerah itu menjadi sengsara akut.

Menurutnya, kalau DPRD Provinsi Riau hanya bisa minta agar diperhatikan jalan tersebut dan perbaikan yang rusak, tetapi itu hanya dianggap angin lalu oleh PUPR. Karena, mungkin saja pihak PUPR Riau terganggu oleh kritikan dan masukan dari DPRD Riau.

Padahal sambungnya, bahasa DPRD Riau saat pembahasan hanya menyampaikan pesan rakyat yang melewati jalan tersebut. "Apa yang mau saya sampaikan lagi. Sudah merasa tidak di Riau lagi yang konon katanya di atas minyak, di bawah minyak tetapi di tengah "balemak peak" (becek dan berlumpur, red)," ungkap anggota Komisi IV bidang pembangunan dan infrastruktur ini.

Baca Juga:  Minta 15 Persen Saham Blok Rokan

Di tempat terpisah, warga berharap agar proses pekerjaan ruas jalan Simpang Japura-Cerenti segera dilakukan. Karena apabila terus dibiarkan, ruas jalan Simpang Japura-Cerenti di sejumlah titik yang rusak dapat terancam putus.

"Kalau memang anggaran ruas jalan Simpang Japura-Cerenti sudah selesai proses lelang, sebaiknya segera dilakukan perbaikan. Karena kondisi jalan sudah rusak parah," ujar Wahyudi salah seorang warga Kecamatan Peranap.

Laporan: Raja Kasmedi (Rengat)
Editor: Rinaldi

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Anggota DPRD Provinsi Riau, Dr Mardianto Manan menegaskan bahwa pihaknya sudah sering memperjuangkan pembangunan Jalan Lintas Tengah. Hanya saja, hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Riau dinilai belum serius untuk membangun jalan tersebut.

Akibatnya, kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu masih saja tetap rusak. Bahkan saat ini, kondisi Jalan Lintas Tengah dalam wilayah Kabupaten Inhu terancam putus.

"Sudah berbuih mulut ini menyampaikan tentang kondisi Jalan Lintas Tengah kepada pihak PUPR Riau khususnya Kepala UPT Pekerjaan Umum. Namun jawabannya tetap mengatakan, akan dan sedang hingga selanjutnya menunggu tender serta menyampaikan sabar," ujar Dr Mardianto Manan, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga:  Pemkab dan KPU Usulkan SK Anggota DPRD Terpilih

Untuk itu, dia menilai pihak PUPR Riau gagal diberikan amanah untuk perawatan jalan dalam wilayah Inhu hingga Kuansing. Akibatnya masyarakat di dua daerah itu menjadi sengsara akut.

Menurutnya, kalau DPRD Provinsi Riau hanya bisa minta agar diperhatikan jalan tersebut dan perbaikan yang rusak, tetapi itu hanya dianggap angin lalu oleh PUPR. Karena, mungkin saja pihak PUPR Riau terganggu oleh kritikan dan masukan dari DPRD Riau.

Padahal sambungnya, bahasa DPRD Riau saat pembahasan hanya menyampaikan pesan rakyat yang melewati jalan tersebut. "Apa yang mau saya sampaikan lagi. Sudah merasa tidak di Riau lagi yang konon katanya di atas minyak, di bawah minyak tetapi di tengah "balemak peak" (becek dan berlumpur, red)," ungkap anggota Komisi IV bidang pembangunan dan infrastruktur ini.

Baca Juga:  Ikuti Ekspo di Bali dan Jakarta,Riau Raih Juara I

Di tempat terpisah, warga berharap agar proses pekerjaan ruas jalan Simpang Japura-Cerenti segera dilakukan. Karena apabila terus dibiarkan, ruas jalan Simpang Japura-Cerenti di sejumlah titik yang rusak dapat terancam putus.

"Kalau memang anggaran ruas jalan Simpang Japura-Cerenti sudah selesai proses lelang, sebaiknya segera dilakukan perbaikan. Karena kondisi jalan sudah rusak parah," ujar Wahyudi salah seorang warga Kecamatan Peranap.

Laporan: Raja Kasmedi (Rengat)
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari