Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

RSUD Arifin Achmad Tingkatkan Pelayanan dengan 104 Dokter Subspesialis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, rumah sakit tersebut didukung 104 dokter subspesialis, 85 dokter spesialis, ratusan dokter umum, serta 614 perawat profesional.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih MM, mengatakan selain sumber daya manusia yang memadai, fasilitas pendukung pelayanan juga terus ditingkatkan. Sejak resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe A pada 2024, RSUD Arifin Achmad telah mengoperasikan sebanyak 533 ruang perawatan.

“Saat ini kami sudah memiliki 104 dokter subspesialis. Keberadaan tenaga medis ini tentu sangat mendukung peningkatan pelayanan kepada para pasien,” ujar drg Yusi saat Forum Konsultasi Publik di RSUD Arifin Achmad, Senin (9/2).

Baca Juga:  Sekda Apresiasi Stan Kacab Disdik Riau

Ia menjelaskan, pihaknya juga terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis.

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pasien.

Salah satu inovasi yang telah berjalan adalah aplikasi MIRAI 2.0 (Mobile Information System of RSUD Arifin Achmad). Aplikasi berbasis Android ini memungkinkan pasien rawat jalan yang telah memiliki nomor rekam medis untuk melakukan pendaftaran secara mandiri melalui ponsel.

Melalui MIRAI 2.0, pasien dapat mendaftar sehari sebelum jadwal kunjungan, memperoleh nomor antrean poliklinik, serta langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran.

Baca Juga:  Teknologi Deep Learning & IoT, Dosen UHTP Kembangkan Alat Penetas Telur Modern

“Dengan MIRAI 2.0, waktu tunggu pasien dapat kami pangkas secara signifikan, terutama bagi pasien yang menjalani kontrol rutin,” jelas drg Yusi. (sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, rumah sakit tersebut didukung 104 dokter subspesialis, 85 dokter spesialis, ratusan dokter umum, serta 614 perawat profesional.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih MM, mengatakan selain sumber daya manusia yang memadai, fasilitas pendukung pelayanan juga terus ditingkatkan. Sejak resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe A pada 2024, RSUD Arifin Achmad telah mengoperasikan sebanyak 533 ruang perawatan.

“Saat ini kami sudah memiliki 104 dokter subspesialis. Keberadaan tenaga medis ini tentu sangat mendukung peningkatan pelayanan kepada para pasien,” ujar drg Yusi saat Forum Konsultasi Publik di RSUD Arifin Achmad, Senin (9/2).

Baca Juga:  SPS Riau Sampaikan Aspirasi ke Gubernur dan Bupati/Wako Se-Riau

Ia menjelaskan, pihaknya juga terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis.

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pasien.

- Advertisement -

Salah satu inovasi yang telah berjalan adalah aplikasi MIRAI 2.0 (Mobile Information System of RSUD Arifin Achmad). Aplikasi berbasis Android ini memungkinkan pasien rawat jalan yang telah memiliki nomor rekam medis untuk melakukan pendaftaran secara mandiri melalui ponsel.

Melalui MIRAI 2.0, pasien dapat mendaftar sehari sebelum jadwal kunjungan, memperoleh nomor antrean poliklinik, serta langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran.

- Advertisement -
Baca Juga:  Lulus TK Bakal Jadi Syarat Masuk SD

“Dengan MIRAI 2.0, waktu tunggu pasien dapat kami pangkas secara signifikan, terutama bagi pasien yang menjalani kontrol rutin,” jelas drg Yusi. (sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, rumah sakit tersebut didukung 104 dokter subspesialis, 85 dokter spesialis, ratusan dokter umum, serta 614 perawat profesional.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih MM, mengatakan selain sumber daya manusia yang memadai, fasilitas pendukung pelayanan juga terus ditingkatkan. Sejak resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe A pada 2024, RSUD Arifin Achmad telah mengoperasikan sebanyak 533 ruang perawatan.

“Saat ini kami sudah memiliki 104 dokter subspesialis. Keberadaan tenaga medis ini tentu sangat mendukung peningkatan pelayanan kepada para pasien,” ujar drg Yusi saat Forum Konsultasi Publik di RSUD Arifin Achmad, Senin (9/2).

Baca Juga:  Lulus TK Bakal Jadi Syarat Masuk SD

Ia menjelaskan, pihaknya juga terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis.

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pasien.

Salah satu inovasi yang telah berjalan adalah aplikasi MIRAI 2.0 (Mobile Information System of RSUD Arifin Achmad). Aplikasi berbasis Android ini memungkinkan pasien rawat jalan yang telah memiliki nomor rekam medis untuk melakukan pendaftaran secara mandiri melalui ponsel.

Melalui MIRAI 2.0, pasien dapat mendaftar sehari sebelum jadwal kunjungan, memperoleh nomor antrean poliklinik, serta langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran.

Baca Juga:  PMI Ajak Warga Donor Darah

“Dengan MIRAI 2.0, waktu tunggu pasien dapat kami pangkas secara signifikan, terutama bagi pasien yang menjalani kontrol rutin,” jelas drg Yusi. (sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari