Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Didukung Alat Canggih, RSUD Arifin Achmad Sukses Lakukan Clipping Aneurisma

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma terhadap seorang pasien berusia 19 tahun yang mengalami stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Keberhasilan ini didukung peralatan medis canggih serta penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Tindakan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Dr dr Tondi Maspian Tjili SpBS Subsp N-Vas MKes. Ia menjelaskan, stroke yang dialami pasien disebabkan pecahnya aneurisma fusiform di otak yang memicu terjadinya pendarahan.

Aneurisma fusiform merupakan kelainan akibat melemahnya dinding pembuluh darah arteri yang menyebabkan penggelembungan atau pelebaran menyerupai balon dan berisiko tinggi pecah. Untuk memastikan lokasi aneurisma, tim medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA).

Baca Juga:  RSUD Arifin Achmad Kini Berstatus Rumah Sakit Kelas A

“Pemeriksaan DSA dilakukan untuk memvisualisasikan pembuluh darah otak secara detail, sehingga dapat diketahui secara pasti letak aneurisma yang pecah. Dari hasil tersebut, diputuskan untuk melakukan operasi clipping aneurisma,” ujar dr Tondi.

Clipping aneurisma merupakan prosedur bedah terbuka pada otak dengan tujuan menjepit aliran darah menuju aneurisma yang pecah menggunakan klip logam kecil, sehingga pendarahan dapat dihentikan.

Menurut dr Tondi, keberhasilan tindakan ini juga didukung penggunaan mikroskop bedah canggih Kinnevo 900 yang mampu menampilkan struktur anatomi secara real time. Dengan teknologi tersebut, proses pembedahan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan presisi.

Pascaoperasi, pasien menjalani perawatan di ruang intensif. Seiring kondisi yang terus membaik, pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan direncanakan menjalani rawat jalan dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga:  Secara Internal, Riau Lolos ZI WBK/WBBM

“Saat ini pasien sudah tidak lagi dirawat di ruang intensif. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa kontrol rawat jalan ke poliklinik,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengenali tanda-tanda serangan stroke. Jika mengalami gejala, masyarakat diharapkan segera mendapatkan penanganan medis.

“RSUD Arifin Achmad kini didukung berbagai peralatan canggih serta dokter-dokter ahli di bidangnya. Kami siap memberikan pelayanan stroke yang terbaik,” tutupnya. (sol/ifr)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma terhadap seorang pasien berusia 19 tahun yang mengalami stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Keberhasilan ini didukung peralatan medis canggih serta penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Tindakan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Dr dr Tondi Maspian Tjili SpBS Subsp N-Vas MKes. Ia menjelaskan, stroke yang dialami pasien disebabkan pecahnya aneurisma fusiform di otak yang memicu terjadinya pendarahan.

Aneurisma fusiform merupakan kelainan akibat melemahnya dinding pembuluh darah arteri yang menyebabkan penggelembungan atau pelebaran menyerupai balon dan berisiko tinggi pecah. Untuk memastikan lokasi aneurisma, tim medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA).

Baca Juga:  Karang Taruna Riau Minta Dukungan Publikasi Kegiatan

“Pemeriksaan DSA dilakukan untuk memvisualisasikan pembuluh darah otak secara detail, sehingga dapat diketahui secara pasti letak aneurisma yang pecah. Dari hasil tersebut, diputuskan untuk melakukan operasi clipping aneurisma,” ujar dr Tondi.

Clipping aneurisma merupakan prosedur bedah terbuka pada otak dengan tujuan menjepit aliran darah menuju aneurisma yang pecah menggunakan klip logam kecil, sehingga pendarahan dapat dihentikan.

- Advertisement -

Menurut dr Tondi, keberhasilan tindakan ini juga didukung penggunaan mikroskop bedah canggih Kinnevo 900 yang mampu menampilkan struktur anatomi secara real time. Dengan teknologi tersebut, proses pembedahan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan presisi.

Pascaoperasi, pasien menjalani perawatan di ruang intensif. Seiring kondisi yang terus membaik, pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan direncanakan menjalani rawat jalan dalam beberapa hari ke depan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Perlu Pengawasan Media Dari Media Gathering Sinergi Media Bersama Bawaslu Riau

“Saat ini pasien sudah tidak lagi dirawat di ruang intensif. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa kontrol rawat jalan ke poliklinik,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengenali tanda-tanda serangan stroke. Jika mengalami gejala, masyarakat diharapkan segera mendapatkan penanganan medis.

“RSUD Arifin Achmad kini didukung berbagai peralatan canggih serta dokter-dokter ahli di bidangnya. Kami siap memberikan pelayanan stroke yang terbaik,” tutupnya. (sol/ifr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma terhadap seorang pasien berusia 19 tahun yang mengalami stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Keberhasilan ini didukung peralatan medis canggih serta penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Tindakan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Dr dr Tondi Maspian Tjili SpBS Subsp N-Vas MKes. Ia menjelaskan, stroke yang dialami pasien disebabkan pecahnya aneurisma fusiform di otak yang memicu terjadinya pendarahan.

Aneurisma fusiform merupakan kelainan akibat melemahnya dinding pembuluh darah arteri yang menyebabkan penggelembungan atau pelebaran menyerupai balon dan berisiko tinggi pecah. Untuk memastikan lokasi aneurisma, tim medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA).

Baca Juga:  Penting Mengenal Gejala Kanker Sejak Dini 

“Pemeriksaan DSA dilakukan untuk memvisualisasikan pembuluh darah otak secara detail, sehingga dapat diketahui secara pasti letak aneurisma yang pecah. Dari hasil tersebut, diputuskan untuk melakukan operasi clipping aneurisma,” ujar dr Tondi.

Clipping aneurisma merupakan prosedur bedah terbuka pada otak dengan tujuan menjepit aliran darah menuju aneurisma yang pecah menggunakan klip logam kecil, sehingga pendarahan dapat dihentikan.

Menurut dr Tondi, keberhasilan tindakan ini juga didukung penggunaan mikroskop bedah canggih Kinnevo 900 yang mampu menampilkan struktur anatomi secara real time. Dengan teknologi tersebut, proses pembedahan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan presisi.

Pascaoperasi, pasien menjalani perawatan di ruang intensif. Seiring kondisi yang terus membaik, pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan direncanakan menjalani rawat jalan dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga:  Ayah Reynhard Disebut DPO DLHK Riau

“Saat ini pasien sudah tidak lagi dirawat di ruang intensif. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa kontrol rawat jalan ke poliklinik,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengenali tanda-tanda serangan stroke. Jika mengalami gejala, masyarakat diharapkan segera mendapatkan penanganan medis.

“RSUD Arifin Achmad kini didukung berbagai peralatan canggih serta dokter-dokter ahli di bidangnya. Kami siap memberikan pelayanan stroke yang terbaik,” tutupnya. (sol/ifr)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari