Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

Tingkatkan PAD, Dishub Riau Lakukan Inovasi di Pelabuhan Ro-Ro Dumai–Rupat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan Provinsi Riau terus melakukan berbagai inovasi pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Roll On–Roll Off (Ro-Ro) lintasan Dumai–Rupat. Inovasi tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Perhubungan Wilayah I.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto melalui Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, mengatakan peningkatan PAD dilakukan dengan memperbaiki dan mengembangkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan mencakup pelayanan yang sudah diterapkan maupun yang masih dalam tahap persiapan untuk diimplementasikan. Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pelabuhan.

Baca Juga:  Dorong Bansos Karyawan non-PNS Direalisasikan

“PAD retribusi tahun 2025 di pelabuhan penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat yang dikelola UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I terdiri dari retribusi pas masuk, retribusi dermaga beton jembatan bergerak, serta retribusi kapal istirahat di dermaga,” jelas Henri.

Ia menambahkan, realisasi PAD UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I pada tahun 2024 secara keseluruhan mencapai Rp3.775.284.950. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2.505.400.000, atau surplus Rp1.269.884.950, setara 66,36 persen dari target PAD tahun 2024.

Sementara itu, target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.658.100.000. Hingga akhir tahun, realisasi PAD tercatat mencapai Rp3.730.417.983 atau sebesar 140,34 persen, sehingga kembali melampaui target yang ditetapkan.

Henri menjelaskan, penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat merupakan jalur transportasi vital yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk. Jalur ini juga berperan penting dalam menunjang sektor pariwisata Pulau Rupat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Baca Juga:  Mantan Pimcab dan Penerima Kredit Tersangka

Tingginya intensitas pergerakan orang, barang, dan kendaraan di lintasan tersebut turut meningkatkan potensi PAD bagi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Berbagai inovasi pelayanan ini merupakan komitmen Dinas Perhubungan Provinsi Riau melalui UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan PAD daerah,” tutupnya. (sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan Provinsi Riau terus melakukan berbagai inovasi pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Roll On–Roll Off (Ro-Ro) lintasan Dumai–Rupat. Inovasi tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Perhubungan Wilayah I.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto melalui Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, mengatakan peningkatan PAD dilakukan dengan memperbaiki dan mengembangkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan mencakup pelayanan yang sudah diterapkan maupun yang masih dalam tahap persiapan untuk diimplementasikan. Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pelabuhan.

Baca Juga:  JPU Tolak Semua Pembelaan Yan Prana Jaya

“PAD retribusi tahun 2025 di pelabuhan penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat yang dikelola UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I terdiri dari retribusi pas masuk, retribusi dermaga beton jembatan bergerak, serta retribusi kapal istirahat di dermaga,” jelas Henri.

Ia menambahkan, realisasi PAD UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I pada tahun 2024 secara keseluruhan mencapai Rp3.775.284.950. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2.505.400.000, atau surplus Rp1.269.884.950, setara 66,36 persen dari target PAD tahun 2024.

- Advertisement -

Sementara itu, target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.658.100.000. Hingga akhir tahun, realisasi PAD tercatat mencapai Rp3.730.417.983 atau sebesar 140,34 persen, sehingga kembali melampaui target yang ditetapkan.

Henri menjelaskan, penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat merupakan jalur transportasi vital yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk. Jalur ini juga berperan penting dalam menunjang sektor pariwisata Pulau Rupat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

- Advertisement -
Baca Juga:  Kasmarni Tinjau Dermaga Air Putih, Perbaikan Ro-Ro Jadi Prioritas

Tingginya intensitas pergerakan orang, barang, dan kendaraan di lintasan tersebut turut meningkatkan potensi PAD bagi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Berbagai inovasi pelayanan ini merupakan komitmen Dinas Perhubungan Provinsi Riau melalui UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan PAD daerah,” tutupnya. (sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan Provinsi Riau terus melakukan berbagai inovasi pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Roll On–Roll Off (Ro-Ro) lintasan Dumai–Rupat. Inovasi tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Perhubungan Wilayah I.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto melalui Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, mengatakan peningkatan PAD dilakukan dengan memperbaiki dan mengembangkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan mencakup pelayanan yang sudah diterapkan maupun yang masih dalam tahap persiapan untuk diimplementasikan. Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pelabuhan.

Baca Juga:  Rabu, Kasus Baru Covid-19 di Riau Bertambah 125 orang

“PAD retribusi tahun 2025 di pelabuhan penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat yang dikelola UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I terdiri dari retribusi pas masuk, retribusi dermaga beton jembatan bergerak, serta retribusi kapal istirahat di dermaga,” jelas Henri.

Ia menambahkan, realisasi PAD UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I pada tahun 2024 secara keseluruhan mencapai Rp3.775.284.950. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2.505.400.000, atau surplus Rp1.269.884.950, setara 66,36 persen dari target PAD tahun 2024.

Sementara itu, target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.658.100.000. Hingga akhir tahun, realisasi PAD tercatat mencapai Rp3.730.417.983 atau sebesar 140,34 persen, sehingga kembali melampaui target yang ditetapkan.

Henri menjelaskan, penyeberangan Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat merupakan jalur transportasi vital yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk. Jalur ini juga berperan penting dalam menunjang sektor pariwisata Pulau Rupat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Baca Juga:  Komisi V Serahkan Usulan Interpelasi dan Pansus C19 ke Pimpinan DPRD

Tingginya intensitas pergerakan orang, barang, dan kendaraan di lintasan tersebut turut meningkatkan potensi PAD bagi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Berbagai inovasi pelayanan ini merupakan komitmen Dinas Perhubungan Provinsi Riau melalui UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan PAD daerah,” tutupnya. (sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari