PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin apel pagi perdana tahun 2026 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Senin (5/1), di halaman Kantor Gubernur Riau.
Dalam arahannya, Plt Gubri menekankan agar seluruh ASN fokus menyelesaikan tugas-tugas berskala prioritas. Ia menyebutkan, penyelesaian tunda bayar dan tunda salur menjadi pekerjaan paling mendesak yang harus segera dituntaskan.
“Kerjakan dulu tugas yang paling penting, yaitu tunda bayar dan tunda salur,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Menurut SF Hariyanto, seluruh pekerjaan pemerintahan memang penting, namun di antara tugas-tugas tersebut terdapat prioritas utama yang menyangkut kepentingan banyak pihak. Penyaluran tunda bayar dan tunda salur, kata dia, sangat dinantikan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Provinsi Riau saat ini mengalami defisit sebesar Rp1,2 triliun. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN bekerja lebih bertanggung jawab dan meningkatkan kinerja agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.
“Tahun 2025, tanggung jawab kita kepada masyarakat belum maksimal, terutama terkait tunda bayar. Namun kita sudah berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Selain fokus pada penyelesaian kewajiban keuangan daerah, Plt Gubri juga mengingatkan pentingnya peningkatan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Ia menilai tahun sebelumnya merupakan periode yang cukup berat bagi roda pemerintahan.
“Mari kita tingkatkan semangat dan etos kerja di tahun ini. Semoga 2026 jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Jaga kebersamaan dan kekompakan agar kita bisa melangkah dengan aman ke depan,” pungkasnya.(sol)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin apel pagi perdana tahun 2026 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Senin (5/1), di halaman Kantor Gubernur Riau.
Dalam arahannya, Plt Gubri menekankan agar seluruh ASN fokus menyelesaikan tugas-tugas berskala prioritas. Ia menyebutkan, penyelesaian tunda bayar dan tunda salur menjadi pekerjaan paling mendesak yang harus segera dituntaskan.
“Kerjakan dulu tugas yang paling penting, yaitu tunda bayar dan tunda salur,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Menurut SF Hariyanto, seluruh pekerjaan pemerintahan memang penting, namun di antara tugas-tugas tersebut terdapat prioritas utama yang menyangkut kepentingan banyak pihak. Penyaluran tunda bayar dan tunda salur, kata dia, sangat dinantikan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Provinsi Riau saat ini mengalami defisit sebesar Rp1,2 triliun. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN bekerja lebih bertanggung jawab dan meningkatkan kinerja agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.
“Tahun 2025, tanggung jawab kita kepada masyarakat belum maksimal, terutama terkait tunda bayar. Namun kita sudah berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Selain fokus pada penyelesaian kewajiban keuangan daerah, Plt Gubri juga mengingatkan pentingnya peningkatan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Ia menilai tahun sebelumnya merupakan periode yang cukup berat bagi roda pemerintahan.
“Mari kita tingkatkan semangat dan etos kerja di tahun ini. Semoga 2026 jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Jaga kebersamaan dan kekompakan agar kita bisa melangkah dengan aman ke depan,” pungkasnya.(sol)