RIAUPOS.CO – Dua pintu pelimpahan air atau spillway gate Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka masing-masing setinggi 50 sentimeter hingga Kamis (1/1), menyusul tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang menyebabkan elevasi air waduk mencapai 80,50 meter di atas permukaan laut.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan Tinggi Muka Air (TMA) waduk saat ini telah melampaui elevasi Rencana Tindak Operasi Waduk (RTOW) 2025 dalam waktu relatif singkat.
“Selain kenaikan elevasi waduk, kondisi operasional PLTA Koto Panjang juga menjadi pertimbangan. Saat ini hanya dua unit turbin yang bisa dioperasikan dengan beban masing-masing 38 megawatt,” ujar Dhani.
Dengan kondisi tersebut, kapasitas aliran keluar (outflow) maksimal dari turbin hanya mencapai 230 meter kubik per detik. Angka ini lebih rendah dibandingkan saat tiga unit turbin beroperasi yang mampu mengalirkan hingga 348 meter kubik per detik, sehingga terdapat selisih sekitar 118 meter kubik per detik.
“Dengan curah hujan yang masih tinggi di hulu dan potensi peningkatan aliran masuk dalam beberapa hari ke depan, sementara kemampuan outflow terbatas, maka Tim Koordinasi menyepakati dilakukan early release melalui pembukaan dua pintu spillway masing-masing 50 sentimeter,” jelasnya.
Pihak PLTA Koto Panjang terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air guna mengantisipasi potensi dampak di wilayah hilir waduk.
Bupati Pelalawan Zukri turut meninjau langsung kondisi Waduk PLTA Koto Panjang, Kamis (1/1), untuk memastikan situasi debit air dan mengantisipasi kemungkinan dampak ke wilayah hilir, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Zukri menyebutkan kondisi debit air waduk saat ini masih berada dalam batas aman. “Saat ini memang dibuka dua pintu setinggi 50 sentimeter dan masih dalam kondisi aman,” katanya.
Ia menjelaskan, jika terjadi peningkatan debit Sungai Kampar, dampaknya diperkirakan akan dirasakan dalam rentang waktu tiga hari hingga satu pekan ke depan. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Kampar diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Saya mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai maupun yang memiliki usaha keramba agar selalu waspada dan mempersiapkan diri,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau menyatakan hingga kini belum menerima laporan banjir di Kabupaten Kampar akibat pembukaan pintu waduk. Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal menyebutkan, kenaikan debit Sungai Kampar diperkirakan sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
BPBD Riau bersama BPBD kabupaten/kota terus meningkatkan koordinasi, melakukan pemantauan rutin, serta menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Di sisi lain, curah hujan tinggi juga menyebabkan sejumlah ruas jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menuju Duri terendam air setinggi 50 hingga 70 sentimeter. Meski masih dapat dilalui kendaraan, pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati, terutama pada malam hari.
Di Kabupaten Bengkalis, kondisi banjir di empat kecamatan dilaporkan mulai surut dan bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak. Namun, genangan masih terpantau di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Siak Kecil dan Pulau Rupat, sehingga BPBD setempat tetap melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan 24 jam. (kom/amn/sol/epp/ksm/mng)
Sementara di Kabupaten Siak, sebanyak 17 kepala keluarga di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, masih bertahan di tenda pengungsian. BPBD Siak memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi dan pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan.




