Minggu, 10 Mei 2026
- Advertisement -

Demokrat dan PKS Bahas Pandemi dan Demokrasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kedatangan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan rombongan kemarin (22/4). Dua pimpinan partai politik luar pemerintah itu berdiskusi tentang isu-isu kebangsaan saat ini.

Setelah buka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah, AHY dan Ahmad Syaikhu memberikan pernyataan tentang garis besar diskusi internal mereka. AHY menyatakan senang bisa menerima kedatangan PKS yang sebelumnya mereka kunjungi beberapa waktu lalu.  

AHY menjelaskan bahwa ada dua isu besar yang mereka bahas. Yakni, permasalahan pandemi dan menurunnya potret demokrasi Indonesia. Dia berharap melalui diskusi, parpol bisa bersinergi merumuskan solusi terbaik untuk membantu tugas pemerintah. "Kendati kedua partai ini tidak berada di dalam pemerintahan nasional, tapi kami memiliki kursi di parlemen dan banyak kepala daerah," ujar putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Juga:  Jusuf Kalla: Tak Perlu Khawatir Hak Angket

Sejumlah hasil survei dan penelitian internasional menunjukkan penurunan indeks demokrasi Indonesia. Hal itu menjadi tantangan terutama di tengah pandemi. AHY berharap segala keterbatasan akses dan permasalahan ekonomi saat ini tidak lantas membuat demokrasi melempem. "Mudah-udahan silaturahmi kebangsaan semacam ini bukan yang terakhir, tetapi bisa dilakukan dengan format-format yang lebih santai," ucapnya.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menggarisbawahi isu yang sama. Itu terkait dengan situasi internal Partai Demokrat yang sempat digoyang dualisme. "Demokrasi ke depan harus mengutamakan etika dan norma-norma hukum serta memperhatikan kepatutan dan kepantasan," jelas Syaikhu.

Dia mendesak agar berbagai penanganan hukum ditegakkan secara adil dan tidak tunduk pada kekuasaan. Penegakan hukum yang adil itu harus menjadi bukti bagi masyarakat. Termasuk tidak menimbulkan banyak gejolak di akar rumput. "Kita juga mengutuk keras berbagai tindakan radikalisme, terorisme, dan separatisme. Semoga ini menjadi perhatian berbagai elemen bangsa," lanjut Syaikhu.(deb/c6/bay/jpg)
 

Baca Juga:  Ambil Langkah Strategis, PDIP Jangan Tersandera Hak Angket

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kedatangan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan rombongan kemarin (22/4). Dua pimpinan partai politik luar pemerintah itu berdiskusi tentang isu-isu kebangsaan saat ini.

Setelah buka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah, AHY dan Ahmad Syaikhu memberikan pernyataan tentang garis besar diskusi internal mereka. AHY menyatakan senang bisa menerima kedatangan PKS yang sebelumnya mereka kunjungi beberapa waktu lalu.  

AHY menjelaskan bahwa ada dua isu besar yang mereka bahas. Yakni, permasalahan pandemi dan menurunnya potret demokrasi Indonesia. Dia berharap melalui diskusi, parpol bisa bersinergi merumuskan solusi terbaik untuk membantu tugas pemerintah. "Kendati kedua partai ini tidak berada di dalam pemerintahan nasional, tapi kami memiliki kursi di parlemen dan banyak kepala daerah," ujar putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Juga:  Jusuf Kalla: Tak Perlu Khawatir Hak Angket

Sejumlah hasil survei dan penelitian internasional menunjukkan penurunan indeks demokrasi Indonesia. Hal itu menjadi tantangan terutama di tengah pandemi. AHY berharap segala keterbatasan akses dan permasalahan ekonomi saat ini tidak lantas membuat demokrasi melempem. "Mudah-udahan silaturahmi kebangsaan semacam ini bukan yang terakhir, tetapi bisa dilakukan dengan format-format yang lebih santai," ucapnya.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menggarisbawahi isu yang sama. Itu terkait dengan situasi internal Partai Demokrat yang sempat digoyang dualisme. "Demokrasi ke depan harus mengutamakan etika dan norma-norma hukum serta memperhatikan kepatutan dan kepantasan," jelas Syaikhu.

- Advertisement -

Dia mendesak agar berbagai penanganan hukum ditegakkan secara adil dan tidak tunduk pada kekuasaan. Penegakan hukum yang adil itu harus menjadi bukti bagi masyarakat. Termasuk tidak menimbulkan banyak gejolak di akar rumput. "Kita juga mengutuk keras berbagai tindakan radikalisme, terorisme, dan separatisme. Semoga ini menjadi perhatian berbagai elemen bangsa," lanjut Syaikhu.(deb/c6/bay/jpg)
 

Baca Juga:  Partai SBY Tak Baik Jadi Pendukung Pemerintah Jokowi, Itu Saran Max
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kedatangan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan rombongan kemarin (22/4). Dua pimpinan partai politik luar pemerintah itu berdiskusi tentang isu-isu kebangsaan saat ini.

Setelah buka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah, AHY dan Ahmad Syaikhu memberikan pernyataan tentang garis besar diskusi internal mereka. AHY menyatakan senang bisa menerima kedatangan PKS yang sebelumnya mereka kunjungi beberapa waktu lalu.  

AHY menjelaskan bahwa ada dua isu besar yang mereka bahas. Yakni, permasalahan pandemi dan menurunnya potret demokrasi Indonesia. Dia berharap melalui diskusi, parpol bisa bersinergi merumuskan solusi terbaik untuk membantu tugas pemerintah. "Kendati kedua partai ini tidak berada di dalam pemerintahan nasional, tapi kami memiliki kursi di parlemen dan banyak kepala daerah," ujar putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Juga:  Perlu PP Pengangkatan Pj Kepala Daerah

Sejumlah hasil survei dan penelitian internasional menunjukkan penurunan indeks demokrasi Indonesia. Hal itu menjadi tantangan terutama di tengah pandemi. AHY berharap segala keterbatasan akses dan permasalahan ekonomi saat ini tidak lantas membuat demokrasi melempem. "Mudah-udahan silaturahmi kebangsaan semacam ini bukan yang terakhir, tetapi bisa dilakukan dengan format-format yang lebih santai," ucapnya.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menggarisbawahi isu yang sama. Itu terkait dengan situasi internal Partai Demokrat yang sempat digoyang dualisme. "Demokrasi ke depan harus mengutamakan etika dan norma-norma hukum serta memperhatikan kepatutan dan kepantasan," jelas Syaikhu.

Dia mendesak agar berbagai penanganan hukum ditegakkan secara adil dan tidak tunduk pada kekuasaan. Penegakan hukum yang adil itu harus menjadi bukti bagi masyarakat. Termasuk tidak menimbulkan banyak gejolak di akar rumput. "Kita juga mengutuk keras berbagai tindakan radikalisme, terorisme, dan separatisme. Semoga ini menjadi perhatian berbagai elemen bangsa," lanjut Syaikhu.(deb/c6/bay/jpg)
 

Baca Juga:  Partai SBY Tak Baik Jadi Pendukung Pemerintah Jokowi, Itu Saran Max

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari