Minggu, 6 April 2025
spot_img

Ulang Tahun Golkar Ke-56, Idrus Marham Sebut Momentum Konsolidasi Kekuatan Kader

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Partai Golkar merupakan momentum konsolidasi kekutan kader di seluruh Indonesia. 

Idrus yakin, Golkar akan memenangkan serangkaian kontestasi daerah dan nasional, karena ditopang oleh kader, sistem dan kepemimpinan yang kuat.

“Di ulang tahun Golkar ke-56 ini, saya memberikan kado spesial, berupa buah pemikiran. Saya sudah menulis buku setebal 400 halaman, di dalamnya ada kata sambutan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan akan saya serahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar saat peringatan HUT Golkar," ujar Idrus melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  Raslina Rasidin Dukung DPD RI Gugat PT Nol Persen di MK

Idrus menambahkan, dalam buku bertajuk Karya Kekaryaan, Hakikat Doktrin Kampanye Permanen Partai Golkar itu, dirinya menguraikan secara gamblang tentang doktrin partai yang konsisten menjadikan karya kekaryaan sebagai gerakan dalam membangun dan menjalankan organisasi. 

“Hakikat Partai Golkar adalah karya kekaryaan. Tema ini perlu kita angkat, menjadi landasan seluruh kader dalam membangun partai,” tegas mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan, buku tersebut juga menguraikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan situasi kelahiran Partai Golkar. Pertama, ungkap dia, Golkar lahir sebagai respon terhadap ideologi komunis yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik, yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.

Baca Juga:  Dihadiri Desi Ratnasari dan Ketua PPP, KIB Solid Menangkan Airlangga

Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar, menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.

“Golkar lahir atas dasar itu, Karya Kekaryaan. Karenanya, Karya Kekaryaan ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai virus kebaikan kepada seluruh kader kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” tandas dia. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Partai Golkar merupakan momentum konsolidasi kekutan kader di seluruh Indonesia. 

Idrus yakin, Golkar akan memenangkan serangkaian kontestasi daerah dan nasional, karena ditopang oleh kader, sistem dan kepemimpinan yang kuat.

“Di ulang tahun Golkar ke-56 ini, saya memberikan kado spesial, berupa buah pemikiran. Saya sudah menulis buku setebal 400 halaman, di dalamnya ada kata sambutan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan akan saya serahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar saat peringatan HUT Golkar," ujar Idrus melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  H Halim: Kader PDI P Berjuang untuk Masyarakat

Idrus menambahkan, dalam buku bertajuk Karya Kekaryaan, Hakikat Doktrin Kampanye Permanen Partai Golkar itu, dirinya menguraikan secara gamblang tentang doktrin partai yang konsisten menjadikan karya kekaryaan sebagai gerakan dalam membangun dan menjalankan organisasi. 

“Hakikat Partai Golkar adalah karya kekaryaan. Tema ini perlu kita angkat, menjadi landasan seluruh kader dalam membangun partai,” tegas mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan, buku tersebut juga menguraikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan situasi kelahiran Partai Golkar. Pertama, ungkap dia, Golkar lahir sebagai respon terhadap ideologi komunis yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik, yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.

Baca Juga:  Sindiran ke Jokowi Bagus, tapi Bisa Jadi Buah Simalakama bagi Megawati

Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar, menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.

“Golkar lahir atas dasar itu, Karya Kekaryaan. Karenanya, Karya Kekaryaan ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai virus kebaikan kepada seluruh kader kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” tandas dia. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ulang Tahun Golkar Ke-56, Idrus Marham Sebut Momentum Konsolidasi Kekuatan Kader

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Partai Golkar merupakan momentum konsolidasi kekutan kader di seluruh Indonesia. 

Idrus yakin, Golkar akan memenangkan serangkaian kontestasi daerah dan nasional, karena ditopang oleh kader, sistem dan kepemimpinan yang kuat.

“Di ulang tahun Golkar ke-56 ini, saya memberikan kado spesial, berupa buah pemikiran. Saya sudah menulis buku setebal 400 halaman, di dalamnya ada kata sambutan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan akan saya serahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar saat peringatan HUT Golkar," ujar Idrus melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  PDIP Identik dengan Sosok Megawati Soekarno Putri

Idrus menambahkan, dalam buku bertajuk Karya Kekaryaan, Hakikat Doktrin Kampanye Permanen Partai Golkar itu, dirinya menguraikan secara gamblang tentang doktrin partai yang konsisten menjadikan karya kekaryaan sebagai gerakan dalam membangun dan menjalankan organisasi. 

“Hakikat Partai Golkar adalah karya kekaryaan. Tema ini perlu kita angkat, menjadi landasan seluruh kader dalam membangun partai,” tegas mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan, buku tersebut juga menguraikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan situasi kelahiran Partai Golkar. Pertama, ungkap dia, Golkar lahir sebagai respon terhadap ideologi komunis yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik, yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.

Baca Juga:  Raslina Rasidin Dukung DPD RI Gugat PT Nol Persen di MK

Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar, menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.

“Golkar lahir atas dasar itu, Karya Kekaryaan. Karenanya, Karya Kekaryaan ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai virus kebaikan kepada seluruh kader kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” tandas dia. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Partai Golkar merupakan momentum konsolidasi kekutan kader di seluruh Indonesia. 

Idrus yakin, Golkar akan memenangkan serangkaian kontestasi daerah dan nasional, karena ditopang oleh kader, sistem dan kepemimpinan yang kuat.

“Di ulang tahun Golkar ke-56 ini, saya memberikan kado spesial, berupa buah pemikiran. Saya sudah menulis buku setebal 400 halaman, di dalamnya ada kata sambutan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan akan saya serahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar saat peringatan HUT Golkar," ujar Idrus melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  Sindiran ke Jokowi Bagus, tapi Bisa Jadi Buah Simalakama bagi Megawati

Idrus menambahkan, dalam buku bertajuk Karya Kekaryaan, Hakikat Doktrin Kampanye Permanen Partai Golkar itu, dirinya menguraikan secara gamblang tentang doktrin partai yang konsisten menjadikan karya kekaryaan sebagai gerakan dalam membangun dan menjalankan organisasi. 

“Hakikat Partai Golkar adalah karya kekaryaan. Tema ini perlu kita angkat, menjadi landasan seluruh kader dalam membangun partai,” tegas mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan, buku tersebut juga menguraikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan situasi kelahiran Partai Golkar. Pertama, ungkap dia, Golkar lahir sebagai respon terhadap ideologi komunis yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik, yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.

Baca Juga:  PAN Bulat Usung Kasmarni-Bagus Santoso di Pilkada Bengkalis

Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar, menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.

“Golkar lahir atas dasar itu, Karya Kekaryaan. Karenanya, Karya Kekaryaan ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai virus kebaikan kepada seluruh kader kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” tandas dia. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari