23.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

PC NU Berpolitik, Gus Yahya Jengkel

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya jengkel terhadap pengurus cabang (PC NU) yang terlibat politik praktis terkait Pilpres 2024. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pun memakluminya.

Gus Yahya memberi contoh beberapa waktu lalu telah memanggil pengurus PCNU Kabupaten Banyuwangi, Sidoarjo, dan Bondowoso, Jawa Timur terkait dugaan gerakan politik praktis.

Saat itu, kata Gus Yahya, ada indikasi ketiga PCNU kabupaten tersebut melakukan keterlibatan politik dengan mengatasnamakan lembaga.

Kegiatan itu digelar di Kantor PCNU Banyuwangi pada Rabu (19/1/2022), dengan mendatangkan salah seorang bakal calon presiden. Pengurus PCNU Banyuwangi pun dipanggil.

"Mereka sudah kami tegur secara lisan. Peringatan tertulis akan berlaku untuk PCNU se-Indonesia jika melakukan hal sama," ujar Gus Yahya di Surabaya, Kamis (17/2).

Baca Juga:  Airlangga Instruksi Pengurus Daerah Genjot Kinerja Kader Partai

Gus Yahya pun memperingatkan PCNU se-Indonesia agar tidak terlibat politik praktis, terutama menjelang Pemilu 2024.

"Kalau ada PCNU yang terlibat dan secara terang-terangan melakukan gerakan dukung-mendukung politik tertentu maka akan kami berikan surat peringatan tertulis," kata Gus Yahya.

Ketua Tanfidziyah PBNU Ahmad Fahrurrozi mengatakan agenda yang dibuat pengurus PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo itu adalah promosi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Calon Presiden 2024.

- Advertisement -

"Kegiatan pengumpulan massa promosi Cak Imin di kantor NU," kata pria yang akrab disapa Gus Fahrur, Kamis (17/2).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin angkat suara ihwal deklarasi dirinya maju dalam Pilpres 2024 oleh sejumlah cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur baru-baru ini. Deklarasi tersebut sempat menuai peringatan keras dari Gus Yahya.

Baca Juga:  Pendaftaran Panwascam Baru Resmi Dibuka

Cak Imin mengaku tak mempersoalkan kejengkelan Gus Yahya. Ia menganggap wajar respons Gus Yahya, sebab NU kata dia memang tak boleh berpolitik praktis.

"Enggak masalah, kan memang PBNU enggak boleh berpolitik praktis," kata Cak Imin lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/2).

Menurut dia, warga NU tak boleh menggunakan organisasi untuk berpolitik praktis. Oleh karena itu, warga Nahdliyyin yang ingin berpolitik bisa lewat PKB. Cak Imin memastikan hubungan PKB dan Gus Yahya atau PBNU baik-baik saja.

"Keluarga besar NU berpolitiknya hanya lewat PKB, tidak boleh lewat NU," katanya.

Sumber: JPNN/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.